11. Longing

793 91 33
                                        


[ trigger warning!!! Blood ]

[ 2023 ]

Gun baru selesai menemui kepala sekolah saat matahari tengah terik-teriknya. Di sekolah ini, ia termasuk guru yang cukup senior. Tetapi Gun mengajukan surat pengunduran diri, membuat kepala sekolah menceramahinya panjang lebar, memohon agar Gun tetap bertahan. Gun setuju saja tetap mengajar, tapi ia ingin dipindahkan ke daerah lain. Gun tidak ingin berlama-lama berada di daerah ini.

Saat sedang menuju gerbang sekolah, tiba-tiba banyak siswa berlarian dan berkerumun di sekitar trotoar jalan raya.

"Ada yang terluka!" Para siswa berteriak.

Gun panik. Perasaannya tidak nyaman. Ia segera berlari ke kerumunan, mendesak-desak ke tengah keramaian.

Di sana, Gun terkejut melihat seorang siswa tergeletak tak sadarkan diri, dengan darah menggenang di sekitar kepala. Gun memucat. Aromanya... tidak salah lagi. Siswa yang tergeletak itu adalah seorang alpha istimewa. Putra kandungnya.

Gun berlari menghampiri.

"Apa yang terjadi? Apa yang terjadi?" Tanyanya kalut pada siswa yang berkerumun di sana.

"Seseorang memukul Mix dari belakang."

Gun tidak tahu pasti siapa yang berucap. Gun mengangkat tubuh Mix, mendekapnya di pangkuan. Tangan dan baju Gun bersimbah darah.

"Ambulan... seseorang panggil ambulan!"

Beberapa siswa terlihat mengeluarkan handphone buru-buru, berlomba-lomba menelfon rumah sakit.

Gun mendekap tubuh putranya dengan takut. Air matanya merebak. Dalam hati, ia melambungkan harap setinggi-tingginya.

"Kumohon... Bertahanlah."

***

Di rumah sakit, Gun berdiri dengan gelisah. Ia tanpa sadar menggigiti ujung kukunya.

Saat seorang dokter keluar dari ruangan tempat Mix berada, Gun tergesa menghampirinya.

"Apakah anda keluarganya?"

Gun terhenyak. Ia menoleh ke kanan dan kiri. Belum ada tanda-tanda kehadiran Off. Mungkin teman-teman Mix belum ada yang menghubungi. Ragu-ragu, Gun mengangguk.

"Ya."

Dokter itu tersenyum ramah.

"Keadaannya baik-baik saja. Tidak ada luka yang fatal. Benar-benar sesuai yang dirumorkan, fisik alpha istimewa sungguh luar biasa dalam meregenerasi diri."

Gun menghela nafas lega.

"Terima kasih banyak, dokter. Apakah saya boleh masuk?"

Dokter itu mengangguk pelan. "Tentu, silahkan."

Gun menunduk memberi hormat. Ia lalu masuk ke ruang itu.

Di dalam, Mix terlihat sudah sadar. Alpha 16 tahun itu menoleh sebentar melihat Gun masuk, lalu tatapannya kembali ke langit-langit.

Gun mendekat, duduk di kursi samping tempat tidurnya.

"Kau baik-baik saja?"

Mix menoleh, senyumnya mengembang lemah.

"Sedikit pusing, Mister. Tapi aku baik-baik saja."

"Syukurlah."

Mix meraba saku baju. Selang infusnya bergoyang. Rautnya bingung. Ia sepertinya tidak sadar sudah berganti dengan baju pasien.

"Mencari apa?" Gun bertanya lembut. "Perlu bantuan?"

Mix mengedarkan pandang ke seluruh ruang. Kedua matanya menangkap seragam dengan bercak darah di atas meja.

OCHRE [ OffGun ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang