1. THIS IS THE BEGINNING

11.4K 451 2
                                        

HALLO GUYS
HAPPY READING YA
MOHON UNTUK BIJAKSANA DALAM MEMBACA, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA OKE!

***

Akhir-akhir ini, setiap sore di kota selalu disambut oleh hujan gerimis yang turun perlahan-membasahi jalanan yang sepi dan lengang, seolah alam pun sedang bersedih dalam diam. Angin kecil menyusup lembut namun menusuk kulit, dingin yang merayap hingga ke tulang, membuat Liane memeluk tubuhnya sendiri sambil mengeratkan jaket pink yang melekat di badannya. Bukan hanya untuk menghangatkan diri, tapi juga seakan menjadi bentuk perlindungan terakhir dari dunia yang terasa begitu keras dan asing.

Sore itu terasa lebih pilu dari biasanya. Langit menggantungkan awan kelabu yang berat, nyaris seperti hatinya sendiri yang penuh beban tak bernama. Liane berdiri di halte tua, sendirian, sambil menatap hujan yang jatuh membentuk pola-pola abstrak di atas aspal. Dalam hati, ia bertanya pelan, "Cobaan apalagi yang harus aku hadapi sekarang?" Rasanya tubuhnya remuk tidak hanya lelah secara fisik, tapi juga jiwanya yang terasa hancur perlahan, digerus oleh luka dan kecewa yang datang silih berganti.

"Sudahlah... tidak ada gunanya berharap pada lelaki," batinnya lirih, mencoba menenangkan diri sendiri. "Bahkan Ayah pun seperti itu..."

Kalimat itu menusuk lebih dalam dari yang ia duga. Di usia yang seharusnya penuh warna dan semangat, ia justru dihadapkan pada kenyataan pahit tentang pengkhianatan dan perpisahan. Masa remaja baginya bukan tentang cinta pertama yang manis atau sahabat yang seru-melainkan tentang bagaimana bertahan dari rasa sakit dan berusaha tetap percaya, padahal hatinya sudah berkali-kali retak.

Keluarganya? Jangan tanya. Seluk-beluknya terlalu rumit untuk dijelaskan. Sebagian orang mungkin menyebutnya "keluarga baru", tapi bagi Liane itu adalah reruntuhan dari rumah tangga yang tak lagi utuh. Ia hidup di antara dua dunia, tanpa benar-benar merasa dimiliki oleh keduanya.

Namanya Liane Fadellaeva. Gadis dengan rambut panjang yang kerap terurai bebas, menyembunyikan mata sendu dan pikiran yang jauh dari kata sederhana. Terlahir dari keluarga yang retak membuatnya selalu waspada, terutama pada lawan jenis. Ia sulit percaya, dan siapa pun yang masuk ke dalam hidupnya harus menghadapi dinding tinggi yang ia bangun sejak lama.

Hampir dua puluh menit ia menunggu bus yang tak kunjung datang. Hujan belum juga reda, dan halte itu hanya diisi oleh suara hujan serta deru kendaraan yang sesekali melintas. Lalu tiba-tiba, suara bising dari knalpot motor-motor besar mengusik ketenangannya. Sekelompok geng motor melaju cepat di hadapannya, menebar suara dan aura yang mengintimidasi. Liane langsung tahu siapa mereka-para berandalan sekolah yang kerap menjadi idola diam-diam di kalangan ABG.

Tatapannya tanpa sadar terkunci pada sosok di paling depan. Seorang lelaki bertubuh tinggi besar yang tampak lebih menonjol daripada yang lain. Motor Chopper yang ia kendarai terlihat garang dan mahal, membuatnya semakin menonjol.  Pasti dia ketuanya... pikir Liane.

Tapi yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat adalah ketika pria itu menoleh-hanya sesaat, tapi cukup untuk mempertemukan mata mereka dalam tatapan singkat yang mengejutkan. Ada sesuatu di matanya. Liane pun reflek memalingkan wajah, gugup oleh pertemuan yang tak terduga.

"Dia untukmu."

Suara berat itu membuat Liane melompat kecil. Ia baru menyadari, ada seseorang yang sedang berbicara di telepon tak jauh darinya. Tapi nada kalimat itu seolah ditujukan padanya, seolah bisikan dari sesuatu yang tak nyata.

"Apa sih, bikin kaget aja!" gerutunya sambil menepuk dadanya, mencoba menenangkan diri dari detak jantung yang tiba-tiba melesat. Tapi ia tahu... hati kecilnya menyimpan rasa aneh. Entah itu takut, penasaran, atau justru-sebuah pertanda bahwa hidupnya tak akan lagi sama setelah sore itu.

I FOUND YOU BABY!  [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang