HALLO GUYS
HAPPY READING YA
MOHON UNTUK BIJAKSANA DALAM MEMBACA, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA OKE!
***
Warna merah jingga di upuk menjadi sangat cantik tak kala sinar matahari sudah mulai berpamitan, semilir angin menghembus pelan dan suara ombak cukup nyaring terdengar. Seperti pasir yang di pijaknya, seperti api kecil yang berada di depannya dan seperti tuhan yang berbaik hati memberikan kebahagiaan tiada tara ini.
Senyumnya merekah membuat wajah sang empu terlihat sempurna seperti dewa yunani yang di gadang-gadang memiliki wajah paling rupawan. Namun otaknya masih saja bergemuruh riuh, benarkah dirinya mengalami kebahagiaan normal seperti ini? Kebahagiaan yang di dapatkan secara alamiah tanpa harus mengonsumsi ganja? Ini kedua kalinya ia merasa hidup, merasa bahwa dirinya di butuhkan dan merasa kalau perempuan kecil di depannya adalah tujuan hidupnya sekarang.
Menggeram rendah lelaki itu mengguyar rambutnya yang berantakan, dua kancing kemejanya terlepas memperlihatkan betapa seksinya lelaki ini dengan perawakan yang atletis menambah kesan gagah, berbeda dengan perempuan di depannya terlihat asik sendiri sembari memakan ikan hasil pancingan tadi, mulutnya tidak bisa diam terus saja meracau tidak jelas, kepalanya bergerak ke kanan ke kiri karena terlalu antusias memakan ikan dan sialnya malah kelihatan menggemaskan di mata Setra.
"Kamu sesuka itu sama ikannya? Aku bisa tangkap lebih banyak kalau kamu mau." Ucap Setra langsung dapat tatapan berbinar dari Liane.
"Akwu mawu yang bwanyak, akwu bwakal hwabisin sendiri, ikwan di sini enwak." Jawabannya masih dengan mulut yang penuh.
"Habisin dulu makanannya baru nanti jawab." Ujar Setra menutup mulut Liane.
Setelah semua makanannya tandas Liane berucap kembali. "Aku mau ikan yang banyak, ikan di sini enak, aku suka." Jawabnya.
"Padahal di sini banyak yang lebih enak daripada ikan." Desah Setra pelan.
"Apa yang enak? Apa itu makanan? Aku mau Tera." Binar matanya tak bisa di bohongi kalau Liane menginginkan sesuatu yang enak untuk di makan.
"Kayaknya kamu gak bakal suka.."
"Aku bakal suka semua yang ada di sini, ayo jangan banyak alasan lagi aku mau makan semua makanan enak di sini." Potong Liane menjadi tak sabaran ketika menyangkut makanan. Bagaimana pun juga ia merasa penasaran dengan makanan yang ada di sini, apakah rasanya seperti di dunia nyata atau bahkan lebih enak? Liane amat penasaran.
"Bibir kamu lebih enak dari apapun." Mulut Setra terkena tamparan usai mengatakannya. Sialan sekali berbicara kotor seperti itu kepada gadis lucu ini.
"Tera cabul! Bukan waktunya untuk bercanda di waktu seperti ini!" Liane menatap kesal lelaki di depannya.
"Yes baby, I'm sorry." Ucap Setra parau dengan senyuman jenaka khasnya.
Oh god! Tolong buat Setra menjadi seorang cendikiawan agar bisa mendeskripsikan betapa cantik peri kecilnya ini ketika marah, ia tak bisa menormalkan akal sehatnya jika bersangkutan dengan gadis ini! Semuanya terasa gila dan amat menyengat di setiap urat nadinya.
Setra beranjak berdiri membuat Liane menatapnya heran. "Mau ikut?" Tanyanya.
"Kemana? Tera mau ngajak aku jalan-jalan lagi?" Tanya Liane kembali berbinar.
"Aku punya sesuatu yang bisa di makan di hutan, kamu mau ikut?" Liane berdiri penuh antusias bahkan tanpa sadar sudah berdiri di depannya.
Entahlah Liane sendiri tidak tahu kenapa dengan dirinya mendadak ingin mengikuti lelaki ini kemanapun, rasanya aneh seperti ada tali tak kasat mata yang semakin menariknya masuk lebih jauh, keingintahuan untuk menyelami kehidupannya lebih dalam, bahkan dia sendiri juga sudah menyerahkan seluruh hidupnya kepada lelaki ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
I FOUND YOU BABY! [ENDING]
RandomDi antara batas nyata dan mimpi, ada sebuah pertemuan yang tak seharusnya terjadi. Setra, seorang preman bengis dengan jiwa yang hancur, menemukan dirinya terikat pada Lily gadis polos yang hadir hanya di dalam mimpinya. Semakin ia mencoba merengkuh...
![I FOUND YOU BABY! [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/377038371-64-k72917.jpg)