HALLO GUYS
HAPPY READING YA
MOHON UNTUK BIJAKSANA DALAM MEMBACA, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA OKE!
***
Asap Vape mengepul di udara, membentuk lingkaran-lingkaran rapuh yang melayang perlahan ke angkasa malam. Setra bersandar di pagar balkon kamarnya, membiarkan angin dingin malam menghempas wajahnya yang tampak tenang namun nyatanya bergolak di dalam. Di balik langit kelabu yang memayungi kota, ia menemukan dirinya terus-terusan mengingat nama itu, Lily.
Senyumnya terangkat perlahan, tetapi bukan karena bahagia. Ada rasa candu yang aneh, semacam kegilaan halus yang menjalari setiap pikirannya. Gadis itu bukan nyata, hanya potongan mimpi tapi terasa lebih nyata dari siapa pun di dunia ini. Sentuhan tangannya, suara lembutnya, bahkan luka di tangannya semuanya menempel di kepala Setra seperti tato tak kasat mata.
“Apa gue gila?” gumamnya, asap mengepul keluar dari mulutnya bersama kata-kata itu. “Atau ini cara otak gue bertahan?”
Ia bahkan tak sadar kalau sudah tertawa kecil. Lalu seperti iblis yang selalu muncul saat manusia lengah, suara sendal terdengar perlahan-lahan mendekat dari belakang.
"Kenapa belum tidur, hm? Apa kamu terbangun karena merindukan sesuatu atau seseorang?" suara itu lembut, menggoda, tapi menyisakan geli menjijikkan di telinga Setra.
Tanpa menoleh, Setra mendecak, "Ngapain lo di sini? Gak capek lo jadi peliharaannya bokap gue?"
Wanita itu Janner tertawa pelan. Ia melangkah makin dekat, pijama tipisnya nyaris tak menutupi tubuhnya yang ditawarkan seperti barang diskon.
“Papahmu pergi lagi sama wanita lain, dan kamu tahu aku selalu merasa sendirian di rumah besar ini.”
Setra berbalik perlahan, menatap wanita yang dipanggilnya "sampah mewah." Mata Setra dingin seperti batu nisan, dan senyumnya yang memudar menjelma tatapan pembunuh.
"Jadi lo pikir, lo bisa datang ke kamar gue, berharap gue gantiin suami lo?" gumamnya sinis, menyeringai. "Jangan pernah bermimpi bitch, lo persis seperti cacing yang merangkak di atas meja makan keluarga gue."
Janner sempat terdiam, tapi masih mencoba mempertahankan martabatnya dengan senyum tipis. “Jangan terlalu jahat, Tera. Aku cuma butuh kasih sayang.”
Ucapan itu memancing amarah. "Lo bahkan gak tahu arti kata sayang!" desis Setra. Ia mencengkeram pergelangan tangan Janner, keras dan dingin.
“Lepasin! Sakit, Tera!” teriaknya meronta, gelas wine yang ia pegang terjatuh dan pecah berantakan. Cairan merah gelap mengalir seperti darah di lantai balkon.
Setra menarik napas berat, menahan amarah yang hampir meledak. Tapi saat nama "Tera" kembali keluar dari mulut wanita itu, batas kesabaran Setra pecah.
“JANGAN PANGGIL NAMA ITU DENGAN MULUT KOTOR LO!” raungnya, suara seperti binatang.
Dengan dorongan kuat, ia menggiring Janner keluar dari balkon dan membanting pintu kamarnya. Tapi wanita gila itu tidak menyerah seperti tikus lapar, ia kembali berlari mencoba mencium bibir Setra.
Namun, tubuhnya kembali didorong dengan kasar. “Sialan lo anjing! Jangan sentuh gue jalang! Gue gak sudi di sentuh tubuh kotor lo.” bisik Setra tajam seperti pisau.
“KAMU HOMO, SETRA? ATAU KAMU GAK SUKA WANITA?” suara Janner menggema dengan nada histeris, tubuhnya yang ringkih berusaha bertahan dari penghinaan.
Setra menghampiri, mencengkeram dagu wanita itu begitu keras hingga membuat Janner terangkat sedikit dari lantai. Nafas mereka bersentuhan, tapi bukan nafas asmara melainkan kemarahan dan kehinaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
I FOUND YOU BABY! [ENDING]
RandomDi antara batas nyata dan mimpi, ada sebuah pertemuan yang tak seharusnya terjadi. Setra, seorang preman bengis dengan jiwa yang hancur, menemukan dirinya terikat pada Lily gadis polos yang hadir hanya di dalam mimpinya. Semakin ia mencoba merengkuh...
![I FOUND YOU BABY! [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/377038371-64-k72917.jpg)