HALLO GUYS
HAPPY READING YA
MOHON UNTUK BIJAKSANA DALAM MEMBACA, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA OKE!
***
Jam dinding sudah lama lewat dari pukul sepuluh pagi, tapi Setra masih bergelung di atas kasurnya yang berantakan. Tirai jendela dibiarkan menutup rapat, membuat cahaya matahari hanya sebatas garis tipis. Kaos polos hitam yang ia kenakan terlihat kotor, tercemar noda abu rokok semalam. Suara telepon yang terus berdering memecahkan kesunyian, menggema di kamar yang pengap oleh sisa asap dan bau alkohol mahal.
Dengan gerakan malas, Setra meraih ponselnya yang tergeletak di lantai. Decakan kesal lolos dari bibirnya, matanya yang masih berat memicing mencoba fokus ke layar. Deretan notifikasi menghantam matanya seperti tamparan, dua puluh panggilan tak terjawab dari Nick, lima belas pesan belum dibaca dari Mark, dan beberapa foto serta video dari pengirim anonim.
Ada rasa aneh yang menguar dari dadanya, baru saat jarinya membuka satu per satu pesan itu, kemalasan pagi berubah menjadi bara yang membakar habis kewarasannya.
Sebuah foto terpampang jelas di layar, papan mading sekolah mereka, penuh dengan tulisan hinaan dan foto yang Setra kenali, Liane. Gadis kecilnya. Yang kini menjadi bahan cibiran, bulan-bulanan mata kejam para pengecut tak berwajah?
Sialan!
Detak jantung Setra berdegup liar, napasnya memburu seolah tubuhnya tak mampu lagi mengontrol ledakan emosi yang meletup. Siapa yang berani melakukan ini?
Tangannya bergetar hebat ketika membuka video berikutnya, lebih buruk, jauh lebih buruk. Liane di tengah kerumunan, teriakan cacian membelah udara. Sebuah benda dilemparkan ke arahnya, mengenai wajah cantiknya hingga goresan merah merekah. Gadis itu meringis, tubuhnya gemetar, namun tak ada satu pun yang mencoba menghentikan. Semua hanya menonton, bersorak, merekam.
"Anjing...! Sialan kalian!" Setra meraung, melempar ponselnya hingga membentur tembok dengan suara keras. Dadanya naik-turun seperti binatang buas yang baru saja dibangunkan dari tidur panjangnya.
Dalam sekejap, semua masalah kekecewaan menguap habis. Yang tersisa hanya amarah pekat, hitam dan ganas, menggerogoti setiap sisa kemanusiaan dalam dirinya. Otaknya penuh dengan satu tujuan, membalas. Menghancurkan siapa pun yang berani menyentuh gadisnya.
Iblis dalam dirinya sudah bangkit, meraung minta dilepaskan. Dan Setra... Setra tak lagi ingin menahannya. Dia akan membuat mereka membayar. Dengan kehancuran yang belum pernah mereka bayangkan.
Setra menuju parkiran dan dengan kecepatan mobil yang nyaris gila Setra mengemudikan dengan perasaan dingin. Mobilnya melaju membelah jalanan seperti peluru tanpa kendali.
Kalung perak panjang di lehernya berkilau di bawah sinar matahari, terayun mengikuti gerakan liar tubuhnya yang tegang.
Setiba di pekarangan sekolah, Setra menghentikan mobilnya dengan satu hentakan keras. Ban depan berdecit ganas di atas aspal, meninggalkan jejak terbakar. Tanpa membuang waktu, ia menggeber gas dalam-dalam. Suara kenalpot meledak, meraung seperti auman monster yang baru dibebaskan dari rantai.
Suasana di sekolah yang semula tenang mendadak porak-poranda. Para siswa yang tengah belajar sontak menoleh ke arah sumber suara, beberapa bahkan berlari kecil menjauh, merasa firasat buruk menggantung berat di udara.
Pintu mobil dibanting terbuka. Setra turun, postur tubuhnya bagaikan petir yang siap menyambar apa saja di hadapannya. Aura kemarahan mencekik sekeliling, membuat siapa pun yang melihatnya tak berani mendekat. Setiap langkahnya ke koridor terasa berat, seperti bumi sendiri menahan napasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I FOUND YOU BABY! [ENDING]
De TodoDi antara batas nyata dan mimpi, ada sebuah pertemuan yang tak seharusnya terjadi. Setra, seorang preman bengis dengan jiwa yang hancur, menemukan dirinya terikat pada Lily gadis polos yang hadir hanya di dalam mimpinya. Semakin ia mencoba merengkuh...
![I FOUND YOU BABY! [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/377038371-64-k72917.jpg)