HALLO GUYS
HAPPY READING YA
MOHON UNTUK BIJAKSANA DALAM MEMBACA, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA OKE!
***
Bel istirahat baru saja berbunyi, mengisi udara dengan denting yang seolah melepaskan ketegangan dari jam pelajaran sebelumnya. Suasana langsung berubah riuh. Siswa-siswi berhamburan keluar dari kelas, sebagian berlari kecil menuju kantin, yang lain memilih untuk tetap duduk di dalam kelas, bergosip atau sekadar bercanda ringan. Di tengah keramaian itu, dua sahabat, Liane dan Zelin, berjalan berdampingan menuju kantin.
Langkah Liane terasa ringan, senyum tak pernah lepas dari bibirnya sejak mereka keluar kelas. Sesekali ia mengusap wajahnya sendiri, seolah ingin menyadarkan diri dari lamunan yang menyenangkan.
“Apaan sih,” gumamnya lirih, namun kemudian tersenyum lagi. Wajahnya memerah, malu pada pikirannya sendiri.
Zelin yang berjalan di sampingnya hanya bisa melirik aneh. Alisnya bertaut heran melihat tingkah sahabatnya yang tak berhenti tersenyum seperti orang baru saja jatuh cinta.
“Kenapa lo? Gigi lo tuh kering! Senyum mulu,” goda Zelin sambil menggeleng pelan.
“Ih, Zelin, jahat banget. Mana ada gigi kering,” jawab Liane sambil mencubit pelan lengan sahabatnya.
“Ada! Tuh liat gigi lo, dari tadi nyengir terus. Kayak orang abis nelen boraks!” lanjut Zelin nyinyir, tapi nadanya jelas bercanda.
Liane tertawa kecil, mengangkat bahu seolah tak peduli. “Anggap aja aku lagi bahagia, makanya senyum terus.”
Zelin mengernyit, namun ikut tersenyum. “Kenapa sih? Bahagia banget kelihatannya.”
Liane menunduk sedikit, lalu menoleh ke arah Zelin dengan sorot mata penuh rahasia. “Zel, akhir-akhir ini aku mimpi aneh.”
“Mimpi apaan? Wah jangan-jangan mimpi cabul ya?” Zelin menyenggol bahu Liane sambil terkekeh.
“Bukan!” Liane langsung menggeleng cepat, pipinya merona. “Aku mimpi tentang cowok ganteng.”
Zelin mendesah, seolah menyesal sudah bertanya. “Elah ngomong dulu yang jelas, jangan cengengesan doang.”
“Nanti aja ceritanya, sambil makan. Aku laper,” kata Liane sambil menarik tangan Zelin agar mempercepat langkah mereka.
Beberapa menit kemudian, keduanya sudah duduk di bangku kantin. Meja mereka dipenuhi aroma sedap dari seporsi soto dan nasi hangat yang mengepul. Di tengah hiruk-pikuk kantin yang penuh tawa dan suara piring beradu, Liane mulai membuka cerita yang sejak tadi ditahannya.
“Tadi lo mau cerita apaan?” tanya Zelin sambil meniup sendok berisi kuah panas.
Liane melirik kanan-kiri, memastikan tak ada yang mendengar, lalu berbisik, “Zel, aku mimpi cowok tinggi, ganteng, suaranya lembut banget. Dia bilang, dia suka sama aku.”
Zelin mengangkat alis. “Terus lo baper dan senyum-senyum sendiri gitu?” nada suaranya setengah mengejek.
Liane menggeleng cepat. “Bukan itu! Dia cium aku, Zel. Tapi anehnya, dalam mimpi itu aku bisa nyentuh dia, bisa ngobrol, semuanya terasa nyata banget. Rasanya kayak aku beneran ketemu orang itu.”
Zelin langsung menyipitkan mata, menatap Liane seolah sedang menilai kondisi mental sahabatnya. “Cium? Dan lo gak ngelawan? Di mimpi aja lo diem aja dicium orang asing? Gila, Lian!”
Ucapan itu langsung menusuk. Liane tersentak. Tatapannya kosong sejenak, seolah tersadar dari mimpi indah yang ternyata terlihat murahan di mata orang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
I FOUND YOU BABY! [ENDING]
AléatoireDi antara batas nyata dan mimpi, ada sebuah pertemuan yang tak seharusnya terjadi. Setra, seorang preman bengis dengan jiwa yang hancur, menemukan dirinya terikat pada Lily gadis polos yang hadir hanya di dalam mimpinya. Semakin ia mencoba merengkuh...
![I FOUND YOU BABY! [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/377038371-64-k72917.jpg)