8. YOUR HAIR

3.4K 211 4
                                        

HALLO GUYS
HAPPY READING YA
MOHON UNTUK BIJAKSANA DALAM MEMBACA, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA OKE!

***





Liane terbangun atau begitulah rasanya. Langit di atasnya berwarna ungu pucat, seolah malam belum mau benar-benar gelap, namun fajar pun belum sempat datang. Angin bertiup lembut membawa aroma samar bunga liar dan tanah basah, menggoyangkan rerumputan yang tumbuh liar di atas bukit lembut tempat ia berbaring. Ia menatap langit dengan mata sayu, kabur antara kesadaran dan mimpi, tubuhnya terasa ringan, seakan tak punya tulang, tapi ada nyeri menusuk dari pergelangan tangan kirinya.

Ia terduduk pelan, lalu menatap lengannya. Luka besar menganga di sana, merah mengilat, darah mengalir pelan membasahi gaun putih tipis yang ia pakai gaun yang seingatnya tidak pernah ia miliki di dunia nyata. Jantungnya mulai berdetak lebih cepat, rasa takut menjalari dadanya.

"Kenapa aku ada di tempat ini lagi?" bisiknya, menatap sekeliling dengan mata waspada. Bukit itu masih sama, pohon besar berdiri angkuh di sisi kiri, dengan akar mencuat dari tanah. Udara di sekitarnya terlalu tenang, terlalu damai membuatnya semakin takut.

Lalu ia berteriak, suara tangisnya menggema seperti ditelan kabut, "TERA! KAMU PERGI KE MANA?"

Suara dari balik pohon menjawab, tenang, biasa, seperti segalanya baik-baik saja. "Sebentar... aku lagi nyuci kain ini."

Liane ingin beranjak, tapi tubuhnya terasa berat, nyeri menjalari setiap persendian seperti racun. Ia menggigit bibirnya menahan perih.

"Jangan banyak gerak! Kamu belum diobati!" suara Setra terdengar lebih tegas kali ini.

Beberapa detik kemudian, sosok itu muncul dari balik pohon. Wajahnya temaram dalam cahaya rembulan yang tidak sepenuhnya putih. Ia membawa tempurung kelapa berisi air dan selembar kain tipis bermotif bunga lili. Dengan langkah cepat namun hati-hati, ia berlutut di hadapan Liane.

"Pinjam sebentar tanganmu." Ucap Setra menarik tangan Liane yang terluka.

"Pelan-pelan tangan aku sakit." Ucap Liane masih sesenggukan.

Setra tersenyum kecil lalu mulai membersihkan luka di tangan Liane dengan telaten. "Kenapa bisa jatuh tadi?" Tanya Setra.

Liane menggeleng tidak tahu. "Aku gak tahu mungkin tadi kesandung akar pohon." Jawabnya sembari mengelap air matanya menggunakan tangan yang satunya lagi.

"Lain kali hati-hati kalau jalan, jangan lari bahaya! Paham kan?" Ucap Setra lalu di angguki oleh Liane.

"Iya, aku paham." Jawabnya mengangguk.

"Makasih udah tolongin aku Tera." Ucapnya lagi sembari tersenyum manis kala melihat tangannya di balut kain tipis bermotif bunga Lili.

Setra membenarkan rambut panjang Liane yang terlihat berantakan, ia menyisirnya dengan halus menggunakan jari tangannya.

"Udah jangan nangis lagi, aku ada di sini sekarang." Ucapnya sembari mengusap air mata gadis nya.

"Mau di iket rambutnya?" Tanya Setra kali ini Liane menggeleng tidak setuju.

"Gak, rambut aku mau di urai aja." Jawabnya meraba rambut panjangnya.

"Kenapa?"

"Biar cantik." Jawabnya malu.

Setra terkekeh, matanya melembut. “Mau gimana pun, kamu tetap cantik.” Ucapnya memilin ujung rambut Liane.

Di kehidupan asli rambutnya tidak sepanjang ini itulah mengapa Liane tidak mau mengikat rambutnya, ia menyukai rambut yang terurai.

I FOUND YOU BABY!  [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang