HALLO GUYS
HAPPY READING YA
MOHON UNTUK BIJAKSANA DALAM MEMBACA, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA OKE!
***
Dulu, saat usianya masih kecil. Setra hanyalah bocah kecil yang menjadi tempat pelampiasan banyak orang.
Bukan hanya dari teman-teman sebayanya yang gemar melempar pukulan dan ejekan, tapi juga dari tangan ayahnya sendiri sosok yang seharusnya menjadi pelindung, tapi justru menjadikannya samsak hidup.
Tapi siapa yang peduli?
Tidak ada belas kasihan dalam hidup Setra. Seolah dunia sudah sepakat bahwa bocah kecil dengan tubuh mungil dan sorot mata ketakutan itu memang pantas untuk disakiti.
Wajah tampannya tak cukup kuat untuk menyelamatkan harga dirinya. Ia tetap saja dianggap cupu, penakut, dan lebih mirip perempuan julukan yang terus menempel di telinganya, menusuk harga diri yang bahkan belum sempat tumbuh.
Ia tumbuh dalam kesendirian. Tak pernah ada yang mau duduk di sebelahnya. Tak ada tangan yang mengulurkan pertolongan.
Setra bukan sekadar anak yang dibenci… dia adalah simbol kesialan, kambing hitam yang mudah diludahi kapan saja.
Tapi di tengah luka yang tak terlihat itu, sebuah kenangan muncul.
Seorang gadis kecil menghampirinya di hari ketika langit kelabu, dengan wajah tengil yang menyimpan ketakutan samar. Ia mengulurkan tangan, mengajaknya berbicara seolah mereka sahabat lama. Gadis itu mengikutinya ke mana pun dia pergi, tak peduli meski Setra membentaknya berkali-kali.
Namanya Lily. Dia datang dengan tas Barbie bertuliskan namanya, jepit rambut berbentuk mawar, dan sepasang sandal jepit bergambar Spiderman yang entah mengapa dia berikan begitu saja untuk Setra yang duduk memeluk lutut di depan kelas.
Setra masih ingat dengan jelas.
Bagaimana dulu dia membalas kebaikan itu dengan makian. Menyuruh Lily menjauh. Bahkan melempar payung yang diberikan gadis itu ketika hujan deras mengguyur tubuh kecilnya.
Sialan sekali, bocah bernama Setra itu menjijikkan dan penuh harga diri palsu, padahal dirinya sendiri korban perundungan.
Tapi Lily tidak pergi.
Dia tetap datang setiap hari, duduk diam di sebelahnya. Memberi bento berisi onigiri yang dia bentuk asal-asalan. Dan yang paling Setra ingat… adalah cara gadis itu berdiri di hadapannya saat beberapa anak laki-laki menarik kerah seragamnya.
Lily memukul. Lily menendang.
Dengan tubuh jangkung dan suara keras, dia melindungi Setra seperti pahlawan super dari dunia fantasi.
Dalam hati kecilnya, Setra sempat berpikir “Apa dia keturunan Avengers?”
Senyum samar terbit di bibir Setra saat kenangan itu datang begitu saja, seperti kabut yang menggulung tanpa permisi. Ia terkekeh pelan, membayangkan sosok Lily sekarang. Apa dia tumbuh jadi atlet seperti katanya dulu? Atau jadi pendekar silat seperti ancamannya waktu itu?
Tapi setelah tawa itu reda, hanya helaan napas berat yang tersisa.
Sekarang semua itu hanya jadi lembaran usang dalam hidupnya.
Mereka sudah terlalu jauh. Terlalu dewasa untuk bisa kembali menjadi bocah lugu yang duduk berdua di bangku taman, berbagi roti tawar dan mimpi.
Dan sejak ia pindah dari kota itu, hidup Setra berubah drastis. Tidak ada lagi ruang untuk takut. Tidak ada ruang untuk tertawa. Kakeknya membentuknya menjadi lelaki baja keras, dingin, dan tak tersentuh.
Setiap luka yang pernah ia terima berubah menjadi bara yang disimpan dalam-dalam. Setiap ejekan, setiap pukulan, setiap tangisan yang tak terdengar… perlahan membangun sosok baru dalam dirinya seseorang yang tak akan pernah bisa disakiti lagi.
Setra bukan bocah lemah itu lagi. Dia adalah seseorang yang bahkan tak mengenali dirinya di cermin.
Tidak ada lagi rasa iba. Tidak ada lagi nyali yang ciut saat berhadapan dengan siapa pun.
Yang tersisa hanya ambisi.
Dan dendam.
KAMU SEDANG MEMBACA
I FOUND YOU BABY! [ENDING]
RandomDi antara batas nyata dan mimpi, ada sebuah pertemuan yang tak seharusnya terjadi. Setra, seorang preman bengis dengan jiwa yang hancur, menemukan dirinya terikat pada Lily gadis polos yang hadir hanya di dalam mimpinya. Semakin ia mencoba merengkuh...
![I FOUND YOU BABY! [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/377038371-64-k72917.jpg)