34. THE FINAL TRUTH

1.7K 160 47
                                        

HALLO GUYS
HAPPY READING YA
MOHON UNTUK BIJAKSANA DALAM MEMBACA, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA OKE!

***

Meskipun hatinya masih dipenuhi keraguan, dan ucapan Nick tadi terkesan seperti teka-teki yang belum utuh, Setra tetap memilih untuk mempercayainya. Entah kenapa, saat menatap wajah Nick tadi, ada ketakutan yang sulit disangkal. Maka, tanpa banyak tanya lagi, Setra langsung menggenggam tangan Liane dan menariknya pergi. Ia tahu waktu mereka mungkin tidak banyak, dan apapun yang terjadi di sekolah setelah ini, Liane harus diamankan lebih dulu.

Ia memutuskan menggunakan mobil milik Nick, sebuah coupe hitam dengan suara mesin menggeram tajam. Bukan hanya karena kecepatan dan kesangaran mobilnya, tapi juga karena ia tak ingin membawa Liane dengan motornya. Angin dingin siang itu cukup menusuk, dan tubuh Liane terlihat lelah, sedikit gemetar. Ia tak sanggup melihat gadis itu menggigil, setelah semua yang sudah terjadi.

“Masuk,” ujar Setra cepat, membukakan pintu penumpang untuk Liane.

Gadis itu menurut dalam diam, masih syok dengan semua yang berlangsung begitu cepat. Matanya terus melirik wajah Setra, mencari sedikit petunjuk tentang apa yang sedang dipikirkan lelaki itu. Tapi Setra hanya diam. Wajahnya datar, sorot matanya jauh dan penuh gejolak yang tak bisa ditebak.

Begitu pintu tertutup, Setra masuk dari sisi pengemudi dan menyalakan mesin. Suara knalpot meraung tajam, menggema di halaman sekolah. Tanpa menunggu lagi, ia menginjak pedal gas, membawa mereka keluar dari gerbang.

Liane memilin ujung seragamnya erat, mencoba mengatur napas. Sekilas, ia sempat melihat beberapa siswa menoleh penasaran ke arah mereka. Namun pikirannya terlalu penuh dengan kecemasan untuk mempedulikan itu semua.

Di sisi lain, Setra memegang erat kemudi, mencoba mengendalikan perasaannya yang berkecamuk. Perjalanan keluar sekolah itu terasa seperti pelarian dari medan perang yang belum selesai. Ia merasa diburu waktu, diburu jawaban, dan diburu oleh luka lama yang mendadak terbuka.

"Kita mau ke mana?" suara Liane memecah keheningan, pelan namun jelas.

Setra menoleh sekilas, sorot matanya masih menyimpan kegelisahan. "Kamu berhutang penjelasan, Lily. Banyak."

Nada suara itu tidak keras, tapi cukup dalam untuk membuat Liane menggigit bibir bawahnya. Ia tahu ini akan terjadi. Ia tahu lambat atau cepat, semuanya akan sampai di titik ini. Di mana kebohongan, penyamaran, dan rasa takut tak bisa lagi disembunyikan. Setra sudah tahu terlalu banyak. Dan yang lebih menakutkan, mungkin Setra akan berubah setelah ini?

Mereka melaju melewati jalanan kota yang mulai ramai. Liane menyadari Setra tidak berbicara sepatah kata pun lagi sejak itu, membuat hatinya makin tak tenang. Lelaki itu… benar-benar berubah hanya dalam hitungan menit. Dari seseorang yang penuh semangat, menjadi sosok pendiam yang penuh misteri dan tekanan.

Dan entah kenapa, itu membuat Liane takut kehilangan. Ia melirik lagi ke arah Setra, memperhatikan rahang yang mengeras, urat leher yang menegang, dan jemari yang mencengkeram setir seolah sedang menahan amarah besar di dalam dadanya.

Liane menarik napas panjang. Mungkin, ini waktunya berhenti bersembunyi. Jika hari ini memang hari di mana semuanya terbuka, maka biarlah itu terjadi. Biarlah semua air mata, kemarahan, dan luka terkuak… asalkan mereka tak lagi hidup dalam kepura-puraan.

***

Di saat sekolah mulai tenang dan hiruk pikuk yang sempat memuncak perlahan mereda, suasana berbeda justru menyelimuti ruang kepala sekolah. Ruangan itu terasa begitu tegang sunyi, namun seperti menyimpan bara yang siap membakar sewaktu-waktu.

I FOUND YOU BABY!  [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang