3. RED BRACELET

5.6K 294 5
                                        

HALLO GUYS
HAPPY READING YA
MOHON UNTUK BIJAKSANA DALAM MEMBACA, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA OKE!

***



Liane menatap tangannya yang tampak kemerahan. Pemandangan itu begitu jelas dalam ingatannya, seolah baru saja terjadi. Malam tadi, dalam tidurnya, ia bermimpi seseorang  memakaikan gelang merah di pergelangan tangan kirinya. Mimpi yang begitu hidup dan nyata. Liane meremas jari-jarinya, mencoba memahami apa yang baru saja dirasakannya.

“Apa aku berhalusinasi? Tapi kenapa rasanya begitu jelas? Mustahil mimpi bisa sejelas itu. Siapa lelaki tampan itu?” gumamnya, kebingungan. Ia merasakan sebuah getaran aneh di dadanya, perasaan yang sulit dijelaskan. Seolah ada sesuatu yang mengikat dirinya dengan peristiwa itu, meskipun ia tak tahu pasti apa itu.

Di sebelahnya, sebuah sapu tangan usang dengan motif bunga mawar tergeletak. Liane memungutnya, meraba lembut kain itu. Ia tidak pernah begitu tertarik dengan benda ini sebelumnya. Sapu tangan itu hanya ia bawa karena terjatuh di jalan saat hujan semalam, dan ia menggunakannya untuk mengelap sepatu yang basah. Namun kini, setelah melihat lebih dekat, ukiran mawar merah di sapu tangan itu begitu memukau. Keindahannya menyentuh hati Liane tanpa alasan yang jelas.

"Sebenarnya kenapa aku membawa lap ini?" gumamnya lagi, dengan suara pelan, sambil memandangi sapu tangan itu lebih seksama. Ia tidak tahu mengapa benda yang semula tampak sepele kini terasa lebih aneh.

***

Bel pulang sudah berbunyi sejak tadi, tetapi Liane masih duduk di pinggir lapangan, tak bergeming. Ia asyik mengamati para murid yang tengah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Tanpa sadar, matanya beralih pada seorang lelaki tinggi tegap yang tengah berjalan melewati lapangan. Ada sesuatu yang familiar dari sosoknya.

“Itu kan lelaki yang kemarin pakai motor Chopper? Ternyata dia tinggi juga ya,” ujar Liane tanpa sengaja, sedikit tersenyum melihat pemuda jangkung itu. Tak lama setelah itu, suaranya yang familiar terdengar tepat di belakangnya.

"Lian, aku mau bicara sesuatu sama kamu," suara itu begitu jelas, dan begitu dikenalnya.

Liane menoleh dengan cepat. Begitu melihat siapa yang memanggil, ekspresinya berubah drastis. Wajahnya yang semula tenang kini dipenuhi kebencian. Di depannya, berdiri seorang lelaki dengan raut wajah memelas, seseorang yang pernah sangat berarti baginya.

“Maaf, aku nggak punya waktu. Aku sibuk,” kata Liane dengan nada ketus, berusaha menghindari percakapan yang tak ingin ia lakukan.

"Tapi ini penting, Lian. Please, sekali aja dengerin penjelasanku," lelaki itu memohon, mencoba mendekatkan diri.

Liane menghela napas dengan kasar, tidak sabar. “Gak ada yang perlu dijelasin! Semua udah jelas kalau kamu selingkuh, Remon!” jawabnya dengan suara yang cukup keras, membuat beberapa orang di sekitar mereka menoleh penasaran.

“Itu nggak benar, sayang. Cely bukan pacarku. Kemarin kamu cuma salah paham,” Remon mencoba membela diri, mencoba meyakinkan Liane dengan penuh harap.

"Jangan panggil sayang! Lagipula aku udah nggak percaya sama kamu lagi!" Liane bersikukuh, suaranya terdengar tegas dan penuh amarah.

"Kasih aku kesempatan sekali lagi, aku mohon, Lian. Aku sayang banget sama kamu," Remon kali ini sangat memohon, ada nada putus asa dalam suaranya.

Liane merasa tubuhnya dipenuhi rasa jijik. Tanpa berkata apa-apa, ia mendorong Remon menjauh. Ia tahu, ini hanya permainan sebuah manipulasi belaka. Remon sudah beberapa kali mengecewakannya, dan kini ia tidak ingin kembali terjebak dalam kebohongan yang sama.

I FOUND YOU BABY!  [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang