HALLO GUYS
HAPPY READING YA
MOHON UNTUK BIJAKSANA DALAM MEMBACA, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA OKE!
***
Liane menatap kosong ke luar jendela kamarnya. Langit malam menggantung muram, seakan ikut merasakan beban di dadanya. Langkah kakinya sepulang berjalan kaki terasa seperti mimpi buruk yang tak kunjung berakhir-suara mobil Setra yang menjauh masih terngiang jelas di telinganya.
Ia menghela napas panjang, gusar. Pikirannya penuh tanya-Apakah ini akhirnya? Apakah Setra benar-benar membencinya sekarang? Rasanya tak masuk akal.
Ia memeluk dirinya sendiri, seolah mencoba menahan retakan yang menjalar pelan di hatinya. "Aku cuma takut kehilangan Tera..." bisiknya lirih, meski ia tahu kalimat itu takkan pernah sampai.
Berbeda dengan Liane, Setra tidak pulang malam itu. Ia tak kembali ke rumah, juga tak muncul di markas tempat biasanya ia dan teman-temannya berkumpul. Sekarang hanya merasa hampa, pikirannya kusut seperti benang yang tak tahu dari mana harus diurai.
Sejak sore tadi, ia sudah berada di sebuah club, di lantai paling atas yang jarang dikunjungi orang. Bukan di tengah hingar-bingar musik atau keramaian lampu kelap-kelip, tapi di ruangan VIP yang di sewa khusus untuk dirinya sendiri. Sepi. Tertutup. Gelap. Hanya lampu redup temaram dan botol-botol minuman yang berjajar di meja.
Ia duduk di sofa kulit hitam, membisu, menatap kosong gelas yang sejak tadi tak pernah benar-benar kosong. Jemarinya gemetar sedikit saat menuang minuman lagi, lalu meneguknya seolah berharap rasa pahitnya bisa menenggelamkan rasa sesak di dadanya.
Kepalanya bersandar ke belakang. Mata terpejam. Tapi pikirannya terus berputar, tak memberinya ruang untuk tenang. Setra tertawa pelan-pahit. Rasanya seperti menertawakan dirinya sendiri. Ia merasa seperti orang bodoh, tersesat di jalan yang bahkan tak ia pilih sendiri. Dikhianati oleh kenyataan, dibohongi oleh masa lalu, dan yang paling menyakitkan, oleh seseorang yang ia cintainya?
Matanya terbuka kembali menatap langit-langit. "Kamu bisa bilang dari awal, kamu bisa jujur... Tapi kenapa harus disimpan?"
Tangannya meraih botol minuman lain, menyambar cepat seperti sedang melampiaskan amarah yang tak bisa ia keluarkan lewat kata-kata. Di sampingnya, kotak kecil berisi obat penenang sudah terbuka, dua butir tersisa. Ia tahu itu bukan solusi, tapi malam ini... ia hanya ingin diam.
Bukan karena ia menyesal telah mencintai Lily. Cinta itu nyata. Perasaannya tulus. Tapi yang menyakitkan adalah... Kenapa harus dikhianati dengan diam yang menyembunyikan kebenaran?
Setra menutup mata lagi. Ada sesuatu di dadanya yang terus menekan. Seperti perasaan kehilangan yang belum sempat selesai, seperti kemarahan yang tak tahu harus ditujukan ke siapa. "Damn it!"
***
Pagi yang biasanya menjadi awal yang damai bagi Liane, kini berubah menjadi suasana aneh. Cahaya matahari tak lagi terasa hangat, seolah ikut menyaksikan betapa berat langkah gadis itu saat berdiri di depan gerbang sekolah. Ia mematung beberapa saat, ragu, mencoba memahami perasaan aneh yang menyelimuti dirinya sejak tadi pagi. Ada hawa berbeda.
Tatapan-tatapan mulai mengarah padanya. Tapi bukan tatapan biasa yang biasa ia temui dari teman sekelas atau guru-guru. Bukan senyum ramah, bukan sapaan pagi. Melainkan tatapan menusuk, dingin, dipenuhi cibiran yang tak terucap. Beberapa orang segera menyingkir saat ia lewat, seakan kehadirannya mencemari udara.
Liane mencoba menepis perasaan itu. Ia mempercepat langkah, berpura-pura tidak peduli dan tidak mendengar. Tapi langkahnya terhenti saat ia melihat kerumunan di depan koridor utama. Mereka berkumpul, mengelilingi sebuah mading besar di dinding. Ada yang menunjuk-nunjuk, ada yang tertawa geli, ada pula yang menggeleng seperti tak percaya. Tapi saat menyadari kehadirannya, satu per satu wajah itu menoleh.
KAMU SEDANG MEMBACA
I FOUND YOU BABY! [ENDING]
RandomDi antara batas nyata dan mimpi, ada sebuah pertemuan yang tak seharusnya terjadi. Setra, seorang preman bengis dengan jiwa yang hancur, menemukan dirinya terikat pada Lily gadis polos yang hadir hanya di dalam mimpinya. Semakin ia mencoba merengkuh...
![I FOUND YOU BABY! [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/377038371-64-k72917.jpg)