37. TORTURE

1.3K 134 12
                                        

HALLO GUYS
HAPPY READING YA
MOHON UNTUK BIJAKSANA DALAM MEMBACA, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA OKE!

***

Udara di dalam gudang itu berat, pengap bercampur bau amis darah yang menyengat. Cahaya lampu remang-remang menggantung di atas kepala mereka.

Setiap langkah Lio menimbulkan suara berat beradu dengan lantai beton berdebu. Sepatunya menginjak sisa-sisa noda merah kecoklatan yang sudah mengering, bekas "pertunjukan" sebelumnya yang tak pernah sempat dibersihkan.

Dengan tangan kekarnya, Lio menyeret paksa kerah hoodie Liane - kasar, tanpa belas kasihan. Liane meronta kecil, tenaga yang tersisa di tubuhnya yang mungil nyaris habis, namun ia tetap berusaha. kakinya terseret, namun semua itu sia-sia di hadapan kekuatan monster itu.

"Masuk!" bentak Lio, mendorong Liane dengan keras ke dalam ruangan itu.

Liane tersandung, tubuhnya menghantam lantai keras. Sakit menjalar cepat di lutut dan telapak tangannya, tapi ia terlalu takut untuk mengaduh. Ia hanya memeluk dirinya sendiri, memaksa tubuhnya tetap mengecil, berusaha melindungi dirinya sebisa mungkin.

Di sekitar, kandang-kandang besi berdiri berjejer, seperti tempat memelihara binatang. Tapi ini bukan tempat untuk hewan, ini tempat untuk manusia yang dianggap tidak lebih dari sekedar alat, atau sampah.

Di sisi lain ruangan, gantungan rantai bergoyang pelan, menimbulkan suara creak... creak... yang menyesakkan dada.

Dengan tangan gemetar, Liane menahan tubuhnya berdiri, punggungnya bersandar ke dinding kasar yang penuh goresan tajam. Tubuhnya menggigil, bukan hanya karena dingin, tapi karena rasa takut yang begitu mencekik.

"Aku... aku janji akan menjauhi Setra... T-tapi... tolong... jangan bunuh aku..." suaranya pecah dalam isakan lirih.

Lio hanya tersenyum miring. Senyum yang bukan manusiawi, tapi lebih mirip binatang lapar yang baru menemukan mangsanya.

Tanpa peringatan, ia mengangkat sebuah belati panjang yang ujungnya berkilat di bawah cahaya lampu.

"Diamlah," katanya dingin. "Kalau kamu banyak bergerak... mungkin belati ini akan menembus wajahmu."

Seketika, tangan Liane menegang di sisi tubuhnya. Napasnya terengah. Ia bahkan hampir tidak berani berkedip.

WUSS!

Belati pertama melesat menghujam dinding tepat di atas kepalanya, menimbulkan suara duk! keras. Liane hanya bisa menahan teriakannya di tenggorokan.

Lio menyeringai puas, lalu mengayunkan belati kedua.

WUSS!

Kali ini belati itu menggores telinga Liane, membuat darah hangat mengalir perlahan di sisi wajahnya.

Liane terisak, tubuhnya mengejang ketakutan. Namun Lio malah tertawa pendek, suara tawanya menggema menyeramkan di ruang itu.

"Sudah berapa lama kalian main petak umpet dariku?" tanyanya sambil mengambil langkah santai mendekati gadis itu.

Liane membuka mulut, tapi suara tercekat. Akhirnya ia menganggukkan kepala lemah, berusaha berkata di antara sesak napas.

"B-belum lama ini... Aku baru ketemu Setra... b-beberapa hari lalu..."

Lio memiringkan kepala, seolah menilai kejujuran di balik kata-kata itu. "Kenapa kamu tidak menghindarinya?"

"Aku sudah berusaha..." jawab Liane cepat, air mata makin deras. "Tapi dia... dia ngejar aku... dia... dia ngamuk waktu aku pura-pura gak kenal... dia juga iket aku di pagar rooftop... aku gak bermaksud ketemu lagi... aku beneran udah berusaha buat menghindar!" Suara Liane nyaris histeris, jujur dari ketakutannya.

I FOUND YOU BABY!  [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang