32. DESTROYED

1.9K 170 10
                                        

HALLO GUYS
HAPPY READING YA
MOHON UNTUK BIJAKSANA DALAM MEMBACA, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA OKE!

***

Langkah kaki Zelin menggema keras di antara lantai polos, terburu-buru, seolah sedang berpacu dengan waktu yang terus berdetak tanpa belas kasihan. Zelin menyusuri belakang sekolah yang pengap dengan bau asap rokok, tempat Nick dan para berandalan lain berkumpul.

"NICK!" teriak Zelin, napasnya terengah, rambutnya kusut, dan matanya... merah karena amarah dan kepanikan yang bercampur aduk jadi satu.

Nick, yang sedang merokok pun langsung terkejut mendengar suara melengking itu. "What's wrong bitch?" Decaknya begitu melihat Zelin mendekat.

PLAK!

"Dimana Setra? Dia bawa Lian tadi sialan." Marah Zelin langsung menampar pipi Nick. "Kenapa lo biarin preman brengsek itu berkeliaran sendirian?"

"What the fuck are you doing?!" Desis Nick menyentuh pipinya yang terasa kebas.

"Setra bawa siapa tadi? Dia di panggil ke ruang bk tadi." Jawabnya menyeringit.

"Ruang bk apanya sialan?! Lo pikir preman bajingan itu bakalan pergi kesana? Jelas-jelas tadi Setra nyusul Lian ke kelas. Temen lo udah gila!" Ujar Zelin tak lagi bisa santai.

Nick akhirnya melangkah mendekat, menatap Zelin serius. Tidak ada lagi canda, tidak ada lagi alasan. "Lo serius? Kemana Setra bawa dia?"

"Sinting! Gue kesini mau tanyain hal itu, lo temen si brengsek masa gak tahu?" Sentak Zelin tak tenang.

"Gue nggak mau tau. Pokoknya lo bantu gue cari dia. Sekarang juga! Kalau terjadi apa-apa sama dia, lo yang bakal tanggung jawab!"

Tanpa menghiraukan ucapan Zelin, Nick langsung menggusur Mark pergi dari sana. Langkahnya terburu-buru, pikirannya penuh dengan kepanikan yang mulai membuncah. Ia tahu, mereka harus bergerak cepat. Setra sudah bawa Liane, dan siapa tahu akan terjadi hal berbahaya kalau mereka terlambat. Jalan pikiran Setra kadang nggak masuk akal dan sulit di tebak.

"Cabut sekarang!" desak Nick sambil menarik lengan Mark.

Mark masih bengong. "Eh, bentar. Ada apa sih njing?"

"Setra bawa cewek itu kabur!" Nick hampir teriak. "Sebelum semuanya makin kacau, kita harus nemuin mereka!"

"Goblok si Setra, tiap hari ada aja gebrakannya." Dengus Mark akhirnya mulai ikut lari.

Sedangkan Zelin mengekori mereka dari belakang. Sama paniknya dengan mereka berdua yang berjalan cepat. "Mereka sama gobloknya kayak Setra." Decaknya marah.

***

Di tengah usaha mereka mencari, langkah Nick, Mark, dan Zelin terhenti saat suara riuh terdengar dari arah lapangan. Teriakan, bisik-bisik panik, dan suara gemuruh orang-orang yang berlarian menuju satu titik. Mereka saling dorong, saling panggil, semua mata tertuju ke atas rooftop sekolah.

Di sana, di ujung pagar yang nyaris setinggi langit, berdiri seseorang. Tubuhnya goyah dan condong ke bawah, seolah cuma satu hembusan angin yang akan membuatnya jatuh. Wajah-wajah di bawah mulai pucat, ngeri, tak percaya.

"Eh... itu orang beneran mau loncat?!"

"Astaga, jangan bilang dia mau bunuh diri..."


"Mana guru-guru?! Kenapa nggak ada yang naik ke atas?!"

I FOUND YOU BABY!  [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang