23. SAY TO GOOD BYE

2.1K 184 30
                                        

HALLO GUYS
HAPPY READING YA
MOHON UNTUK BIJAKSANA DALAM MEMBACA, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA OKE!

***

Telinga Liane masih baik-baik saja dan masih jelas mendengar kalau ada suara yang terus berulang di pendengarannya. "Comeback, comeback, comeback."

Kepalanya celingukan mencari sumber suara, namun tak ada satupun yang bisa ia tuju karena suara itu berasal dari berbagai arah. Tak terasa ia berjalan menjauh dari tanaman yang tengah ia nikmati buahnya itu. "Suara apa itu?" Gumamnya merasakan keanehan.

Memastikan sekali lagi Liane mengikuti sumber suara yang terus menggema di gendang telinganya. Kakinya perlahan melangkah kearah danau yang tak jauh dari tempatnya sekarang. 'Comeback Liane.'

Kali ini Liane menyadari kalau suara itu berat khas seorang lelaki dewasa, namun siapa yang memanggilnya di sini? Tidak ada satu orangpun yang bisa menemukannya, ayolah orang gila mana yang mencarinya di sini? Mustahil!

Tanpa di sadari dirinya sudah berada di tepi danau, ia berani bersumpah kalau ini adalah danau paling cantik yang pernah ia lihat. Senyumnya merekah apa suara yang memanggilnya tadi adalah suara danau ini?

"Apa tadi kamu yang manggil aku?" Tanyanya entah pada siapa, lalu tubuhnya luruh kebawah berjongkok dan meraba air itu dengan tangannya.

"Tera gak pernah bilang kalau ada danau di sini." Ujarnya cemberut sembari memainkan air itu.

'Comeback Liane!'

Bersamaan dengan suara itu telinganya langsung berdengung melengking, lehernya seakan di cekik oleh sesuatu tak kasat mata, yang ia pikirkan sekarang adalah, Setra. Kemana dia? Lelaki itu tak ada di sekitarnya, atau mungkin ini juga kesalahannya karena pergi tanpa memberitahunya?

"Tera tolong aku." Lirihnya memegang kepalanya yang terasa sakit, sekujur tubuhnya terasa panas hingga akhirnya yang ia lihat adalah bayangan gelap memenuhi indra penglihatannya, matanya mendadak ngantuk berat.  "Tera." Lirihnya sebelum kesadarannya menghilang.

***

Liane membuka matanya setelah rasa sakit itu menyerang kepalanya, tak menapik jika ia masih merasakan hal aneh di tubuhnya. Otaknya langsung bereaksi ketika melihat sebuah langit-langit berwarna pink, jelas ini adalah kamar pribadinya.

"Kenapa aku di sini? Dimana Tera?" Batinnya menelisik sekitar, sampai suara yang terdengar familiar bergema kembali di pendengarannya.

"Sudah puas bermainnya? Sekarang keluarlah dari mimpi anakku." Bariton itu membuatnya terkejut setengah mati.

Kepalanya menoleh kesamping melihat sesosok lelaki bertubuh besar berdiri angkuh di pinggir kasurnya. Merasa tak sopan Liane berusaha bangkit dari tidurnya lalu duduk dengan bersandar di ranjangnya.

"O..om kenapa ada di sini?" Yakinlah kalau suaranya begetar hebat dengan jantung seakan melompat-lompat.

Lio menarik kursi dengan kakinya lalu duduk di atasnya dengan postur yang tegap dan mata yang menghunus tajam, tetapi tidak menunjukkan raut kebencian sedikit pun.

"Aku tahu apa yang kalian alami di sana, selagi aku masih meminta baik-baik. Keluarlah dari mimpi anakku atau.."

"Nyawa mu dan ibumu taruhannya." Lanjutannya membuat gadis di depannya semakin berubah pucat.  Keringat itu masih membanjiri pelipisnya dan sekarang bertambah di seluruh tubuhnya.

"A..aku gak ngerti a..apa yang om bilang, jangan sentuh mamaku dia gak ada salah!" Jawabnya terambing bingung.

"Gak ngerti? Lalu kenapa kalian memilih untuk tetap di sana?"

I FOUND YOU BABY!  [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang