Hari ini Sasa bangun pukul 5 subuh, Ia membangunkan Naira dan Rere yang masih tertidur pulas.
Sasa menarik selimut yang menutupi sebagian wajah Naira "Woy, Naira bangun! Ayo salat dulu"
Melihat tidak ada respon dari sang empunya, Sasa kembali membangunkan Rere yang sedang memeluk gulingnya" Rere... bangun" sambil mengguncangkan tubuh Rere, Sasa berteriak memanggil nama kedua temannya itu.
Walaupun badannya mungil, tapi suara Sasa mampu membangunkan Rere dan Naira dari alam bawah sadar. Memang patut dibilang emak sejati memang si Sasa ini.
Rere dan Naira pun berlalu menuju toilet untuk mengambil wudhu. Selesai salat mereka berdua kembali ke kasur masing-masing ingin melanjutkan mimpi yang sempat tertunda.
"Naira, ngapain lo tidur lagi?" tanya Sasa sambil memakai skincarenya
Naira mulai membungkus tubuhnya dengan selimut beruang miliknya "Lah kenapa emangnya? Masih lama, Sa rapatnya."
"Lo mending buka hp sekarang deh, tuh partner lo dari tadi udah ngespam chat bilang segera siap-siap"
"Ya dia aja kali siap-siap sendiri, kan dia ketupel. Lagian jadwalnya dari Bu Ratna jam 10 karena guru mau rapat dulu."
Sasa yang kesal akhirnya pergi ke kamar panitia yang lain. Tak lama setelah itu Sasa kembali membangunkan Naira dan Rere dengan ditemani oleh panitia yang lain yang sudah lengkap dengan pakaian olahraga mereka.
"Astagfirullah, Naira? Gimana sih? Lo kan yang punya proker kok lo belum siap?" teriak Lupi dari depan pintu
"Woy, lo gimana sih ketua komdis masa belum siap?" celetuk Aurel salah satu komdis
Yaya dan Afifah yang datang pun ikut-ikutan menceramahi Naira yang masih tertidur pulas.
"Kalian itu yang nggak sabar banget, rapatnya mulai jam 10" balas Naira yang sudah duduk di kasurnya
"Ya seenggaknya lo siap-siap mau sarapan atau apa kek" saran Lupi
"Iya, bentar lagi. Kalian kalau mau sarapan duluan aja gapapa"
"Lo nggak sarapan Nai?" tanya Yaya
"Nanti gue nyusul"
Naira kemudian mengambil handuknya dan berjalan menuju kamar mandi. Butuh waktu sekitar 15 menit untuknya menyelesaikan agenda mandi pagi itu.
Masih ada waktu sekitar 2 jam lagi bagi Naira, Yudha menyuruhnya untuk datang pukul 9 karena ada briefing bersama koordinator lapangan. Sasa yang baru pulang dari kantin menatap Naira dengan tatapan mengintimidasi seolah ada sesuatu yang ia curigai
"Kok lo beda sih?" tanya Sasa yang heran
"Apanya yang beda?"
"Style lo beda Nai" balas Sasa
"Ya mungkin karena jam tangan di tangan kiri gue, sama gue ganti model jilbab gue" balas Naira
"Emang ada yang salah sampe lo ganti style gini?"
Terakhir Naira memberikan sentuhan lipbalm berwarna pink di bibirnya "Gue mau bikin aura gue beda aja, kan gue nanti jadi komdis"
"Terserah lo deh Nai, udah sarapan lo?"
"Nggak deh kayaknya"
"Mulai kan skip sarapan lagi"
"Males ma, udah kenyang"
"Makan apa lo? Makan angin? Udah sarapan sana" suruh Sasa kemudian ia pergi ke luar untuk menyiapkan welcoming letter buat adik asuhnya nanti.
Waktu terus berjalan, Naira mengambil botol minumnya dan hendak mengisi ke kantin. Setelah itu Naira berencana langsung ke kelas karena bentar lagi ia ada briefing bersama dengan koordinator lapangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Can We? Only 9 Days
Teen FictionBanyak remaja yang bilang katanya masa SMA adalah masa yang paling seru. Masa dimana banyak remaja menemukan jati dirinya bahkan tentang kisah cinta layaknya di novel-novel. Namun, sepertinya berbeda dengan yang dialami oleh Naira, tinggal 9 hari la...
