Hai!
Gimana Kabar Kalian semuanya?
Semoga yang baca dalam keadaan selalu sehat ya.
Apapun yang terjadi harus tetap semangat yaa, jangan lupa ambil waktu sebentar buat istirahat.
Selamat membaca semuanya!
Malam ini, Naira ingin membuka aspirasi online sendirian. Ia menuju ke kelas sebelum kelas malam dimulai. Suasana area gedung kelas masih sangat sepi. Kantor asrama memang sudah hidup lampunya tetapi tidak ada orang. Sepertinya banyak siswa lain sedang salat isya di masjid.
Naira membuka pintu kelasnya, kemudian menghidupkan lampu. Ia memilih kursi paling pojok dan meletakkan barangnya di dalam laci. Ia segera mengeluarkan laptopnya dan segera membuka hasil dari aspirasi online itu.
Sebuah bulir bening terjun bebas membasahi pipinya, hatinya terasa semakin sakit sekali, dadanya sesak, bahkan ia hanya bisa menahan isakan yang tidak bisa ia keluarkan.
Dear Naira,
Gue tau lo itu anak osis, jangan ngesok deh. Lo itu sebagai anak organisasi harusnya ngasih contoh yang baik bukan malahan sering berduaan sama cowo
Naira tolong ya jangan kegatelan sama cowo, sgitnya lo mw mnta perhatian sma cowo disklh ini?
Nggal ush caper sama cowo
Jangan jadi pickme deh lo Naira
Sikapnya di jaga dong, masa ketua komdis kerjaannya gini
Naira, jgn muka aja sok tegas depan junior eh malah ngajarin nggak bener di perpus
Mungkin itulah gambaran aspirasi yang ia dapatkan, wajar saja Yudha menyuruhnya untuk membukanya sendiri, ia tidak mau Naira tahu dari dirinya.
"Gue salah apa sih, kok segitunya mereka ngasih aspirasi ke gue. Seenggaknya mikir kali nulis kata-katanya. Gue juga manusia" ujarnya berbicara sendiri.
"Capek gue tuhan, dari awal gue jadi osis aja banyak banget yang kontra"
Naira menenggelamkan kepalanya didalam lipatan tangannya, ia ingin menenangkan dirinya sebelum kelas malam dimulai.
Tiba-tiba suara pintu terbuka dan membuat Naira mengalihkan atensinya, sosok cowo hitam manis memakai baju kaos oblong berwarna putih dengan celana berwarna hitam masuk kedalam kelas sambil menenteng tasnya.
"Naira, lo kenapa?" tanyanya sambil berjalan menuju ke arah Naira.
Naira yang kaget sudah ada siswa lain yang datang dijam segini langsung buru-buru menghapus air matanya,"Gue nggak apa-apa" dengan sigap Naira menutup laptopnya, ia tak mau jika ada orang lain yang melihat aspirasi yang ia dapat.
"Masih mikirin aspirasi tadi siang?" tanya Egi
Naira menggelengkan kepalanya," Nggak apa-apa. Gue nggak mikirin itu lagi kok. Gue duluan ya" Naira langsung meraih laptopnya sambil berjalan keluar dari kelas.
"Pakek ini, mata lo sembab dan idung lo merah banget" saran Egi sambil memberikan masker berwarna hitam itu, Naira menerimanya dan langsung melanjutkan langkahnya sebelum banyak orang masuk ke kelas itu.
"Ra, kalo ada masalah cerita" lanjutnya
"Iya, makasih, gue duluan" balasnya tanpa menoleh ke arah Egi
Naira berjalan menuju ke perpustakaan sambil memakai masker yang diberikan oleh Egi, ia akan belajar di ruang senyap malam ini. Ia memilih tempat yang ada biliknya supaya tidak ada orang yang melihat wajahnya saat ini. Matanya sembab dan hidungnya merah karena menangis, ia takut jika akan sembab besok pagi pasti akan ditanya guru yang masuk ke kelasnya besok.
KAMU SEDANG MEMBACA
Can We? Only 9 Days
Novela JuvenilBanyak remaja yang bilang katanya masa SMA adalah masa yang paling seru. Masa dimana banyak remaja menemukan jati dirinya bahkan tentang kisah cinta layaknya di novel-novel. Namun, sepertinya berbeda dengan yang dialami oleh Naira, tinggal 9 hari la...
