Naira merasa tubuhnya sudah membaik, ia berencana akan ke gedung kelas melihat persiapan besok hari. Ia mengganti sepatunya dengan sandal biasa, ia meletakkan sepatunya didepan gedung asrama.
Panitia cowok sudah mulai menyusun kursi di lapangan basket outdoor. Naira mendapat tugas mengecek ruangan pengecekan barang dan memastikan ruangan sudah dalam kondisi steril. Sebelum itu, Naira sudah menginformasikan bahwa akan ada briefing bersama dengan bu Fera untuk komdis.
Saat sedang sibuk menyiapkan baterai untuk toa sirine, hujan deras tiba-tiba mengguyur bumi. Naira langsung berlari mengambil sepatunya yang ada di depan gedung asrama. Tampak Egi dan beberapa panitia lainnya sedang berteduh di koridor. Tanpa pikir panjang Naira menerobos hujan demi menyelamatkan sepatunya. Baju yang ia kenakan basah, tetapi karena ada panggilan mendesk ia harus mengecek ruangan Aula, ia tak sempat mengganti bajunya. Naira duduk di bawah AC sambil melihat dan memantau banner sedang dipasang.
Tiba-tiba ia dipanggil oleh tim Guardian Angel (GA) untuk mengecek kamar siswa baru yang sudah di tempel nama mereka dan juga welcoming letter di kasur masing-masing.
"Okai, udah bagus semuanya. Besok gue kasih absen buat yang jaga di depan gedung asrama ya." Ujar Naira ke Sasa
"Setiap gedung gue udah bagi tugas buat anak komdis, jadi setiap gedung ada satu orang komdis yang akan mengecek sesuai jadwalnya."
"Okei Nai," balas tim GA lainnya.
Naira kemudian kembali lagi ke gedung kelas untuk mengambil pita dan juga mengecek perlengkapan komdis besoknya. Ia meletakkan sirine di dalam lemari beserta pita tanda peserta.
Waktu sudah menunjukkan pukul 14.55, anak komdis yang lainnya sudah menunggu Naira di depan ruangan Bu Fera.
"Ayo, masuk!" ajak Naira kepada rekannya yang lain karena Bu Fera tidak mau ada yang namanya terlambat, apalagi Naira dan timnya itu adalah komdis di MPLSA nanti.
Tok...tok...tok
"Masuk!"
Seorang wanita cantik dengan kacamata yang bertengger dihidungnya itu segera mematikan laptopnya dan berjalan menuju sofa," Silahkan duduk!" ujarnya
"Makasih bu." balas mereka kompak
Tak lama setelah itu datanglah Pak Jaka selaku pembina OSIS dan berbaur dengan mereka.
Pak Jaka dan Bu Fera adalah mentor sekaligus korlap dari tim komdis, mereka akan memberikan arahan kepada Naira dan tim dalam pelaksanaan MPLSA tahun ini.
"Baik, semuanya sudah di sini, Pak ucapkan terima kasih atas waktunya buat kalian dari tim kedisplinan. Ada lima orang dengan Naira sebagai ketua koordinatornya. Disini Bapak dan Bu Fera ingin menyampaikan beberapa hal terkait agenda kita besok dan juga 4 hari kedepannya.
Bapak tidak mau mendengar adanya hukuman fisik dan kalian jadikan ini sebagai ajang melakukan penindasan bahkan perundungan. Kalian cukup tegur baik-baik dengan tegas, terkait kegiatan lainnya mungkin kalian bisa sesuaikan dengan tahun sebelumnya." Ujar Pak Jaka.
"Izin bertanya pak, bagaimana terkait makan di kantin dengan waktu?" tanya Kiki
"Terkait itu silahkan lakukan makan dengan memberikan waktu kepada mereka guna mengenalkan cara makan yang cepat di kantin karena banyak yg mau makan juga"
"Terkait tindakan yang lainnya nanti ibu minta tolong ke Naira untuk menghubungi ibu terlebih dahulu atau ke Bu Ratna selaku penanggung jawab acara ini. Jika ada hal mendesak kalian bisa datang ke kamar ibu di gedung A" lanjut bu Fera
"Baik, bu" balas Naira
"Selain itu, ingat keselamatan yang paling utama. Jika, ada yang sakit segera laporkan kepada tim UKS dan mohon tim kesehatan agar selalu sedia dimanapun siswa barunya nanti"
KAMU SEDANG MEMBACA
Can We? Only 9 Days
Roman pour AdolescentsBanyak remaja yang bilang katanya masa SMA adalah masa yang paling seru. Masa dimana banyak remaja menemukan jati dirinya bahkan tentang kisah cinta layaknya di novel-novel. Namun, sepertinya berbeda dengan yang dialami oleh Naira, tinggal 9 hari la...
