haloww~ maaf aku php 😞 otak tuh selalu ga bisa di ajak kerja sama setiap kali pengen cepet up hix 😭
Happy Reading!
-✦◌✦-
🤎🐻
ㅤ
Lou melangkah menuju kelas dengan kepala tertunduk, membawa tas beruang dalam pelukan layaknya memeluk sebuah boneka.
Lou tak suka mencampuri urusan orang lain, jadi ia juga tidak peduli meski mungkin anak-anak di kelas menganggap dirinya terlalu seperti anak kecil.
Begitu sampai di depan pintu kelas yang tampak ramai. Lou bahkan tak sadar, jika Alter yang tengah bersandar pada dinding menjadi perhatian para gadis langsung beranjak mendekatinya.
Dalam sekejap, Alter telah memiliki penggemar yang cukup banyak. Karena pesonanya yang tak tertutupi meski mengenakan kacamata bulat sekalipun. Namun Alter masih tetap setia bersikap acuh, hingga membuat para pengagumnya menjadi segan dan hanya akan memberikan hadiah secara diam-diam.
"Tas beruang mu lucu." Alter berdiri tepat dihadapan Lou, menghentikan langkah anak itu agar berhenti.
Lou segera mengangkat pandangan. Dan sedetik kemudian, tatapannya tiba-tiba berubah sebal saat melihat siapa yang telah menghalangi jalan.
Lou mengeratkan pelukan pada tas beruangnya. "Terus kenapa kalau lucu? Ini punyaku."
"Aku tidak akan mengambilnya." Alter tersenyum, membuat Lou langsung membuang muka ketus.
"Memang tidak boleh."
Lou segera kembali melanjutkan langkahnya, melewati Alter dengan bibir mengerucut. Ada secuil rasa iri, saat melihat wajah Alter yang semakin tampan karena tak lagi mengenakan kacamata bulatnya.
Alter mengikuti Lou memasuki kelas, tak merasa terganggu sama sekali meski dirinya menjadi pusat perhatian para gadis. Sedangkan Lou langsung mendengus, semakin dibuat bingung atas sikap Alter.
"Kenapa sih ikut-ikut?" Lou meletakkan tas beruangnya keatas meja dengan kasar.
"Kita satu meja, kalau kamu lupa." balas Alter tenang. Ia mendudukkan diri di sebelah Lou, yang kini langsung memasang wajah sinis dengan pipi menggembung tanpa sadar.
"Pipinya bulat ya."
"Apa katamu?!" Lou segera menoleh dengan wajah garang, membuat Alter langsung terkekeh kecil.
"Maksudku tas beruangnya, pipinya bulat sekali." elak Alter, menunjuk kearah tas beruang Lou.
Lou langsung mendengus kesal, dan lebih memilih mulai mengeluarkan alat tulis serta beberapa buku miliknya.
Melihat Lou benar-benar marah, Alter ikut meraih tas miliknya dari bawah meja.
"Cokelat." ucap Alter tiba-tiba, menyodorkan sekotak coklat yang baru ia keluarkan dari dalam tas kehadapan Lou.
Lou menoleh bingung. "Untuk apa?"
"Agar kamu tidak marah lagi."
"Aku tidak marah! Jadi tidak perlu!" Lou kembali mengalihkan pandangan dengan pipi memerah, membuat Alter yang melihatnya mengulum senyum.
"Iya, kamu tidak marah. Ini aku berikan agar kita bisa menjadi teman yang baik." Alter kembali mendorong sekotak cokelat ditangannya kehadapan Lou. "Ada hadiah di dalamnya."
"Hadiah?" Lou yang awalnya tak peduli kini sedikit tertarik.
"Ingin tahu?" tanya Alter dengan iseng, yang langsung dibalas dengusan kesal oleh Lou.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOUISE
Novela JuvenilLouise namanya, bocah cengeng super manja yang baru menginjak usia 13 tahun. Lou adalah pecinta susu strawberry, si bungsu yang akan mengaum layaknya bayi beruang jika ia sudah marah. Lou itu tipe seorang anak yang selalu menginginkan perhatian lebi...
