haloww readers Loulou~ 🐻
Happy Reading!
✦✦✦
🐻🤎
ㅤㅤ
"Miss, saya ingin izin pergi ke toilet sebentar."
Di tengah-tengah heningnya pelajaran yang sedang berlangsung, Alter berdiri dari tempat duduknya menarik perhatian Miss Li yang sedang menjelaskan materi pelajaran di depan sana.
"Oh? Alter, pergilah."
Alter langsung mengangguk begitu mendapatkan izin. Menoleh pada Lou di sebelahnya, ia kemudian mengetuk meja anak itu pelan hingga membuat sang empu yang sibuk memainkan pulpen menoleh.
"Bisa tolong mengantarku ke toilet? Aku belum tahu letak toilet di sekolah ini."
Lou segera mengangguk. "Boleh."
"Miss, Lou izin hantar Alter ke toilet, ya?" Lou menutup buku pelajaran seraya beranjak berdiri, menatap kearah Miss Li yang tampak tersenyum kemudian mengangguk mengizinkan.
Alter membiarkan Lou berjalan terlebih dulu, keluar dari kelas dengan ia yang mengikuti dari belakang. Meski merasa sedikit canggung, Lou menahan diri untuk tidak mengajak Alter berbicara karena teringat akan peringatan Ravel kemarin.
"Sangat penurut." batin Alter, menatap tubuh pendek Lou yang terus menuntun jalan untuknya.
Begitu telah sampai di dekat toilet khusus untuk pria, Lou akhirnya memutar tubuh untuk menatap Alter. "Toiletnya ada disana." tunjuknya pada pintu toilet.
Alter mengangguk kecil. "Terimakasih, tunggu aku disini."
Lou dengan polos mengangguk mengiyakan, membuat Alter segera beranjak pergi meninggalkannya sendirian.
Setelah kepergian Alter, Lou terlihat menundukkan kepala. Merogoh saku celana sekolahnya dan mengeluarkan sebungkus kecil sticker beruang yang ia bawa dari rumah.
"Lou haus, tapi jam istirahat masih lama." gumam Lou sendiri, seraya mulai membuka bungkus sticker dengan bibir mencebik.
Di tengah keheningan Lou yang asik menghiasi telapak tangan mungilnya dengan sticker, anak itu tiba-tiba dikejutkan oleh suara langkah kaki seseorang yang mendekat dengan tergesa.
"Hei lihat, siapa yang kita temukan disini."
Lou langsung mundur begitu melihat siapa yang datang. Sang kakak kelas, Xiuying, Gadis itu tersenyum lebar mendekatinya. Diikuti oleh sang sahabat dekat dengan name tag, Elisa Smith.
"Apa ini anak yang selalu kau ceritakan sebagai penghalang hubungan kakakmu itu?" Elisa berujar dengan senyum merendahkan, menatap Lou yang kini menundukkan kepala dari atas sampai bawah.
"Benar, dia orangnya. Kelihatannya saja polos, tapi aslinya licik." Xiuying mengangguk menatap Elisa.
Tangan mungil Lou meremat kuat sticker dalam genggaman. Mendengar jika dirinya di cap sebagai penghalang hubungan sang kakak, Lou akhirnya memberanikan diri untuk menatap nyalang pada Xiuying dan Elisa yang lebih tinggi darinya.
"Apa? Berani sekali kau menatap kami seperti itu!" gertak Elisa tak terima. "Jie, seekor serangga kecil sepertinya harus segera di beri pelajaran. Agar tahu diri untuk tidak mengganggu orang sembarangan!"
( Jie jie, panggilan untuk kakak perempuan di China.)
"Lou bukan! Kakak Yanzhi sendiri yang selalu mengganggu kakak Lou!" balas Lou tak terima, mulai tak tahan mendengar ucapan Elisa yang kelewatan.
"Kurang ajar! Beraninya kau menjawab!" Elisa semakin maju mendekati Lou.
"Kenapa kau bersikap seperti ini, Lou? Kak Zhizhi selalu berusaha bersikap baik padamu, tapi kau malah tidak bisa menghargai dan terus menjelekkannya di belakang. Apa salah jika kak Zhihzi menyukai kak Lean?" Xiuying berlagak kecewa, membuat Lou semakin geram dan langsung menepis tangan Elisa yang hendak mendorong bahunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOUISE
FantasyLouise namanya, seorang bungsu dari salah satu keluarga konglomerat di China. Bocah cengeng kelewat manja yang baru menginjak usia 13 tahun. Lou, adalah pecinta susu strawberry, si kecil yang akan mengaum layaknya bayi beruang jika ia sudah marah. L...
