haloww~ haloww~
Happy Reading!
✦✦✦
🤎🐻
"Loulou, kakak pulang!"
Ravel yang baru saja tiba di Mansion, melangkah lebar menghampiri Lou yang saat ini tengah duduk bersila diatas sofa ruang keluarga. Memangku sepiring potongan besar cake strawberry buatan Lovisa.
Lou menoleh, menatap kedatangan kedua kakaknya dengan pipi chubby yang menggembung. Sedang sibuk mengunyah cake dengan sedikit cream yang mengotori pipi chubby nya.
Lion yang berjalan dibelakang Ravel, langsung menajamkan pandangan, begitu melihat adanya sepiring cake strawberry di pangkuan si bayi.
"Siapa yang memberikanmu makanan manis?" Lion bertanya dengan wajah datar, berhenti tepat dihadapan Lou.
Lou segera mendongak, sepasang mata bulatnya menatap Lion dengan lugu. "Mama yang buatin Lou, Papa tadi juga sudah izinin Lou buat makan ini." jawabnya jujur, membuat pandangan Lion perlahan melunak.
Lou itu sangat maniak makanan manis, terutama permen. Jika tidak ada yang mengontrol, ia mungkin tidak akan berhenti untuk mengonsumsinya setiap hari.
Berbeda dengan Lion yang mengintrogasi, Ravel justru dibuat terkekeh saat melihat pipi chubby Lou yang terkena sedikit cream. Meletakkan tas serta almamaternya keatas sofa, Ravel segera mendudukkan diri di samping sang adik seraya meraih tissu.
Dengan telaten, Ravel mulai membersihkan pipi Lou. Sedangkan anak itu kembali sibuk melahap cake strawberry nya.
"Makannya pelan-pelan. Sebelum pulang tadi kami sempat berhenti di toko roti, dan kakak membelikanmu banyak croissant."
Manik emas Lou langsung berbinar. "Sungguh?"
Cup!
Tepat saat Lou menolehkan wajah untuk menatap Ravel, remaja itu justru mengambil kesempatan untuk mengecup pipi merahnya.
Lou tiba-tiba beranjak berdiri, meletakkan piring cake nya keatas meja kaca dengan tidak santai. "Kakak menciumku!" serunya langsung.
Ravel sedikit mendongak, menatap Lou yang mengerut kesal tanpa wajah bersalah."Kata siapa kakak memukulmu?"
"Kakak!" pekik Lou merengek, menghentakkan kaki mungilnya pada karpet.
"Iya, iya, maaf. Kakak salah, kakak tidak boleh mencium Lou sebelum mandi." ujar Ravel segera mengakui kesalahan, berusaha meraih tangan mungil Lou agar kembali duduk. "Sini dulu, kakak minta maaf."
"Tidak mau!" Lou segera menjauh, menyembunyikan kedua tangan mungilnya kebelakang tubuh.
"Mau croissant tidak?" Ravel mengangkat sebelah alis, menatap Lou yang langsung terdiam dengan pipi menggembung merajuk.
"Jangan marah~" Ravel segera meraih pinggang Lou agar mendekat, mengguncang tubuh mungil sang adik seperti anak kecil.
"Lou marah!" Kedua alis Lou menukik tajam, membuang muka tak mau sama sekali menatap Ravel.
"Ravel? Lion? Kalian sudah pulang? Kenapa tidak langsung keatas untuk membersihkan diri?"
Ditengah aksi merajuk Lou, Lovisa terlihat datang dari arah dapur. Dengan membawa nampan berisikan segelas susu strawberry hangat untuk si bungsu.
Lou ingin segera menghampiri Lovisa untuk mengadu, namun tubuh mungilnya segera ditarik hingga jatuh ke pangkuan Ravel.
"Mama! Lou dici- hmphh!"
KAMU SEDANG MEMBACA
LOUISE
FantasiLouise namanya, seorang bungsu dari salah satu keluarga konglomerat di China. Bocah cengeng kelewat manja yang baru menginjak usia 13 tahun. Lou, adalah pecinta susu strawberry, si kecil yang akan mengaum layaknya bayi beruang jika ia sudah marah. L...
