haloww~ selamat malam readers Loulouvv~
entah ini udah yang keberapa kalinya aku up, masih gada notif kah :(
Happy Reading!
—✦◌✦—
🤎🐻
"Sudah, sudah, tidak apa-apa." Tangan Lou terus mengusap-usap punggung mungil Eve, yang saat ini masih menangis sembari membenamkan wajah pada pundaknya.
Saat Eve tiba-tiba menangis tadi, Lou dengan segera berlari menghampiri. Anak itu menangis karena merasa malu, tidak nyaman ditatap oleh orang-orang yang belum ia kenal.
Saat ini kedua bocah mungil itu sudah berada diatas sofa. Dengan Eve yang terus menyembunyikan wajah tak mau menatap siapapun, ia hanya memeluk Lou dengan sesenggukan. Meluapkan segala rasa rindunya pada sang Gege.
Weimin tentu mengerti jika sang cucu begitu pemalu, jadi dengan segera ia berdehem untuk menarik perhatian yang lain.
"Kalian berdua, ikut Papa sebentar." ajak Weimin, pada Leovan dan Levan yang tengah memandangi interaksi kedua bungsu mereka.
"Kemana?" Levan akhirnya menoleh, memutus pandangan dari kedekatan bayinya dengan bungsu Leovan di depan sana.
"Sudah, ikut saja." balas Weimin tak ingin dibantah, melangkahkan kaki panjangnya untuk pergi dari sana terlebih dahulu.
Leovan yang sudah hendak beranjak untuk mengikuti Weimin, segera menyenggol lengan Levan karena sang adik masih terdiam ditempatnya.
"Apa yang kau tunggu? Mau ku seret?"
Levan mendengus, namun tak ayal ia menurut. Meninggalkan bayinya dengan berat hati, Levan segera mengikuti kepergian Weimin dan Leovan dari belakang.
Lovisa yang mengerti kenapa sang mertua memilih pergi, kini ikut menoleh pada Darel dan Dave. Tersenyum menatap keduanya bergantian.
"Dimana Oma dan Mommy kalian? Bisa tolong antar Bibi menemui mereka?"
Lovisa sebenarnya ingin berkenalan dengan Eve, namun untuk sekarang ia harus memberi pengertian. Tidak ingin memaksa karena takut membuat anak itu semakin histeris.
"Mommy berada di dapur bersama Oma, mereka bilang ingin menyiapkan hidangan untuk menyambut kedatangan Bibi sekeluarga." ujar Darel, seraya beralih menatap Dave. "Dave, antar Bibi ke dapur, aku akan menemani kedua bayi ini disini."
"Darel juga ikut." sela Lovisa, segera menarik lengan Darel yang ingin beranjak menghampiri Lou dan Eve. "Ravel dan Lion juga ikut Mama, ayo."
Ravel langsung menggeleng ribut. "Mama pasti mau meminta kami membantu memasak, kan? Tidak mau!"
Lovisa tersenyum sabar, dengan cepat ia langsung mengapit lengan Ravel dengan tangan yang satunya. "Tidak, sayang. Mama akan membuatkan minuman untuk kalian, tadi katanya di dalam mobil ingin minum jus buah?"
"Benarkah? Mama mencurigakan." Ravel menyipitkan mata tak yakin, saat dirinya dan Darel mulai diseret pergi.
"Bibi, aku ingin disini saja, bagaimana jika kedua bayi itu nanti bertengkar?!" heboh Darel, yang ikut curiga takut benar-benar disuruh membantu memasak.
Lovisa berdecak, dengan paksa semakin menyeret keduanya. "Diam! Atau aku akan benar-benar menyuruh kalian berdua untuk memasak!"
Mendengar ancaman Lovisa yang sepertinya tak main-main, Ravel dan Darel langsung kompak terdiam dengan wajah masam.
Mengabaikan Ravel dan Darel yang diseret, Dave menoleh pada Lion, merangkul bahunya seraya melangkah bersama mengikuti Lovisa dengan santai.
"Lion, Bagaimana kabarmu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
LOUISE
Genç KurguLouise namanya, bocah cengeng super manja yang baru menginjak usia 13 tahun. Lou adalah pecinta susu strawberry, si bungsu yang akan mengaum layaknya bayi beruang jika ia sudah marah. Lou itu tipe seorang anak yang selalu menginginkan perhatian lebi...
