37. Wang's Family

41K 3.3K 185
                                        

haloww, haloww~

aku ngetik part ini tuh penuh usaha, sampe harus di revisi berkali kali 🤧

Happy Reading!
-✦◌✦-
🤎🐻


Di tengah luasnya kebun anggur yang terbentang asri, menemani perjalanan sejauh mata memandang. Sebuah Limousine mewah yang dikawal oleh dua buah mobil hitam lainnya tampak melaju dengan kecepatan sedang, menyusuri satu-satunya jalanan aspal yang berada disana.

Ini adalah lokasi Mansion utama milik keluarga Wang, lokasi yang tidak bisa dimasuki oleh siapapun secara sembarangan. Dan Mansion yang berdiri megah bak sebuah istana tidak jauh di depan sana, adalah tempat yang sedang dituju saat ini.

Pintu gerbang besi hitam yang mengelilingi area Mansion utama segera bergegas dibuka. Saat dua orang Penjaga Inti milik Tuan besar Wang yang berjaga, melihat kedatangan kendaraan Tuan muda kedua di keluarga ini, Levano.

Memasuki gerbang tinggi Mansion yang terbuka lebar dengan para Penjaga yang membungkuk hormat. Limousine yang di tumpangi oleh Levan sekeluarga kini melaju melewati patung-patung besar air mancur, yang tampak berdiri megah menghiasi taman bunga serta luasnya halaman depan.

Setelah ketiga kendaraan mewah tersebut berhenti secara berurutan, para Maid yang telah berjejer rapi serentak menunduk hormat menyambut kedatangan mereka.

Para Penjaga bergegas mendekat untuk membukakan pintu. Levan yang pertama melangkah keluar, mengulurkan tangannya untuk membantu Lovisa. Para Maid yang melihat diam-diam tersipu, melihat interaksi pasangan serasi tersebut.

Namun sesaat kemudian, senyum mereka semua tiba-tiba langsung merekah begitu saja. Saat melihat Ravel dan Lion kini ikut menyusul keluar, bersama keberadaan sosok mungil Lou yang tenggelam dalam hoodie berwarna kuning dalam gendongan Ravel.

Untuk Lean, ia tidak bisa datang bersama. Karena masih ada beberapa urusan, pemuda itu mengatakan akan segera menyusul nanti sore.

"Halo, bibi." sapa Lou pada beberapa Maid, yang langsung membalas dengan tundukan hormat.

Bagi sebagian besar para Maid disini Lou adalah salah satu anggota keluarga kesayangan mereka. Karena tingkahnya yang aktif juga manja, selalu bisa menghidupkan suasana.

"Selamat datang, Tuan, Nyonya, dan para Tuan muda. Kami semua telah menanti kedatangan kalian."

Wu Bingwen menyapa, seorang pria paruh baya dengan seragam rapi khas seorang kepala Pelayan. Ia berjalan mendekat, menyambut kedatangan mereka dengan senyum hangatnya.

Bingwen, telah menjabat sebagai kepala Pelayan disini selama lebih dari setengah umur hidupnya.

"Terimakasih, Paman Wu. Siapa yang sudah datang?" tanya Levan, melirik kearah beberapa jejeran mobil yang terlihat asing sudah terparkir dihalaman.

Bingwen kembali tersenyum, tangannya menunjuk kedalam Mansion dengan kepala sedikit menunduk. "Mari, Anda akan tahu sendiri setelah masuk kedalam, Tuan."

Mendengar itu, Levan hanya membalas dengan anggukan. Melihat bayinya masih sibuk melambai ria pada para Maid, tanpa kata ia segera mengambil alih tubuh mungilnya dari gendongan Ravel.

"Aku satu kamar denganmu ya?" Setelah menyerahkan Lou pada Levan, Ravel kini beralih mendekat pada Lion.

"Iya." balas Lion singkat, sembari melepaskan mantel yang ia kenakan dan memberikannya pada salah seorang Maid. Untuk diletakkan ke kamar miliknya.

"Tumben mau." heran Ravel, memandang curiga Lion yang hanya mendengus.

Setiap kali berkunjung, mereka memang akan selalu menginap selama beberapa hari. Jadi setiap anggota keluarga memiliki kamar masing-masing di Mansion besar ini.

LOUISETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang