6. Pertemuan kembali

884 45 0
                                        

Sorotan publik kini tertuju pada Tim Nasional Indonesia yang akan segera bertanding di ajang internasional. Para pemain telah berkumpul di pusat latihan di Jakarta, termasuk Kevin Blake, yang baru tiba dari Inggris. Dengan performa tim yang semakin meningkat, antusiasme dan dukungan publik meluap-luap. Banyak penggemar yang datang untuk melihat latihan dan mengambil foto para pemain, termasuk Kevin, yang menjadi salah satu bintang paling diperbincangkan.

Di antara kesibukannya, Kevin tak lupa akan satu hal. Dia mengirim pesan singkat kepada Luna.

"Jadi, kapan kau akan menepati janji untuk traktirku makan? 😉"

Luna yang saat itu tengah berada di rumah, tak bisa menahan senyum kecil saat membaca pesannya. Setelah mengatur waktu yang tepat, mereka memutuskan untuk makan malam di restoran mewah yang tak jauh dari pusat latihan Kevin. Tempat yang eksklusif, jauh dari sorotan publik.

Malam itu, Luna mengenakan pakaian terbaiknya. Gaun elegan berwarna gelap dengan potongan simpel namun anggun. Dia merasa sedikit gugup, tapi juga penasaran. Ini adalah kali pertama dia bertemu Kevin lagi setelah bertahun-tahun berlalu sejak masa sekolah mereka.

Ketika Luna tiba di restoran, dia melihat Kevin sudah menunggunya di lobi. Postur tubuh Kevin yang tinggi dan atletis tampak sempurna dalam setelan kasualnya. Wajahnya tampan dengan senyum santai yang menawan. Mata mereka bertemu, dan sejenak, Kevin tampak terpesona melihat Luna.

"Hey," sapanya dengan senyum hangat, memandang Luna dari atas hingga bawah. "Kau terlihat luar biasa malam ini."

Luna, yang biasanya tenang dan dingin, merasa sedikit salah tingkah. "Terima kasih. Kau juga."

Mereka duduk di meja yang telah dipesan, suasana restoran yang mewah memberikan kesan tenang dan nyaman. Sejenak, keheningan sempat menguasai mereka, sebelum Luna memutuskan untuk memulai pembicaraan.

"Kevin, aku ingin meminta maaf secara langsung," ucap Luna dengan serius, menatapnya. "Aku tak bermaksud menyeret namamu ke dalam masalah yang sedang aku hadapi. Aku benar-benar minta maaf."

Kevin tersenyum kecil, menggeleng pelan.
"tak perlu minta maaf. Serius, aku baik-baik saja. Lagipula, ini bukan hal yang besar buatku. Kau juga tak bersalah."

Sikap Kevin yang santai membuat Luna sedikit terkejut. Dia tak menyangka Kevin akan merespons dengan begitu ringan. Sejenak, Luna merasa lega.

"Aku pikir, setidaknya aku harus menebusnya dengan makan malam ini," tambah Luna, sedikit bercanda untuk mencairkan suasana.

Kevin tertawa kecil. "Nah, kau sudah memenuhi janjimu. Sekarang aku bisa bilang, aku benar-benar memaafkanmu."

Malam itu berlalu dengan pembicaraan ringan tentang masa lalu mereka, kehidupan Kevin di Inggris, dan kesuksesan Luna sebagai aktris. Meski hubungan mereka di masa sekolah tidak begitu dekat, ada sesuatu yang terasa berbeda sekarang. Mereka berbicara dengan lebih nyaman, seolah-olah tidak ada jarak yang memisahkan mereka selama bertahun-tahun.

Di tengah percakapan, Kevin sempat menatap Luna lama, seolah ada sesuatu yang ingin dia katakan tapi ia simpan dalam hatinya.

"Luna," panggilnya perlahan, "kau benar-benar tidak berubah. Masih sama seperti dulu. Kuat dan... menarik."

Luna hanya tersenyum kecil, mengalihkan pandangannya. Hati kecilnya bertanya-tanya, apa yang sebenarnya Kevin pikirkan saat ini. Pertemuan yang tadinya canggung, kini berubah menjadi perbincangan hangat yang menghubungkan dua sosok yang dulu tak pernah benar-benar saling mengenal.

Dan malam itu, meski hanya makan malam biasa, seolah menjadi awal dari sesuatu yang baru di antara mereka.

HIDDEN FLAMES[END]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang