7. Pasangan Sempurna

851 48 0
                                        

Keesokan harinya, suasana pelatihan Kevin di Jakarta berubah drastis. Semua mata tertuju padanya, bukan karena performanya di lapangan, tetapi karena foto-foto dirinya bersama Luna Bailey yang tengah makan malam bersama telah menyebar di media online. Foto itu menunjukkan Kevin dan Luna duduk berseberangan, tertawa dan berbincang dengan akrab. Tak butuh waktu lama bagi para netizen untuk mengaitkan foto itu dengan isu hubungan keduanya yang sudah berkembang beberapa hari terakhir.

Di pusat pelatihan, teman-teman satu tim Kevin tak bisa menahan godaan mereka.
"Wah, Blake! Jadi, ini alasan kamu betah di Indonesia ya? Makan malam sama Luna Bailey, aktris paling cantik di sini!" salah satu temannya menggoda dengan tawa.

"Kevin, kau tidak memberitahuku kalau kau punya selera sebaik itu!" timpal pemain lainnya.

Kevin hanya bisa tersenyum malu, mengangkat bahu seolah tak tahu apa yang harus dikatakan. Namun, jelas bahwa perhatian dari teman-temannya tak kunjung reda. Mereka terus menggoda, membuat Kevin merasa sedikit canggung tapi juga tak bisa menyangkal kalau dia menikmati momen itu.

Sementara itu, di tempat lain, Luna baru saja mengetahui bahwa foto-foto mereka saat makan malam telah beredar luas. Dia menatap layar ponselnya, melihat komentar-komentar yang membanjiri media sosial.

"Kevin dan Luna terlihat begitu serasi!"

"Mereka berdua benar-benar pasangan sempurna!"

Ada juga komentar yang mempertanyakan apakah ini benar-benar kencan atau hanya pertemuan biasa.

Luna terdiam, merasa gelisah. Dia tidak pernah menyangka bahwa makan malam yang tampaknya sederhana itu akan memicu keramaian seperti ini. Dalam hatinya, Luna merasa bersalah pada Kevin. Sebagai atlet profesional yang sedang mempersiapkan pertandingan penting, Kevin seharusnya tidak terganggu dengan masalah seperti ini. Luna juga merasa dirugikan, karena situasi ini mengancam fokus kariernya.

"Siapa sih yang membagikan foto ini?" gumam Luna kesal. Dia tak tahu dari mana asal foto-foto itu, namun satu hal yang jelas-ini akan menjadi masalah baru untuk dihadapi.

Di tengah kebingungan Luna, asistennya, Dina, malah tersenyum sendiri sambil memandangi foto-foto itu.
"Luna, lihat deh! Kalian berdua terlihat sangat cocok. Gila, kalian seperti pasangan dari film!"

Luna menggelengkan kepala, sedikit heran dengan reaksi Dina. "Kau ini kenapa sih? Ini justru bikin masalah. Aku kasihan pada Kevin. Dia pasti terganggu."

Tapi Dina tetap tak bisa menyembunyikan rasa baper-nya. "Serius, Luna. Lihat foto-foto ini baik-baik. Kalian berdua terlihat sempurna. Bayangkan saja, aktris papan atas dan bintang sepak bola terkenal... Apa ada pasangan yang lebih ikonik dari itu?"

Luna hanya mendesah, bingung harus menanggapi seperti apa. Dia tak bisa menyangkal bahwa fotonya dengan Kevin memang terlihat begitu "pas", tapi ini bukan masalah tentang cocok atau tidak cocok. Ini lebih dari itu-ini tentang tanggung jawab dan profesi mereka.

Dalam diam, Luna bertanya-tanya, bagaimana perasaan Kevin tentang semua ini? Apakah dia akan merasa terganggu? Dan, yang lebih penting lagi, bagaimana mereka akan menghadapi publik yang sekarang semakin yakin bahwa ada sesuatu di antara mereka?

HIDDEN FLAMES[END]✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang