9. Restu Tak Main-Main

739 46 0
                                        

Di tengah kesibukannya berlatih bersama tim nasional Indonesia, Kevin sedang menikmati makan malam bersama keluarganya. Seperti yang ia duga, Mami, yang selalu kritis soal hubungan Kevin, sudah memberikan tatapan mematikan sejak awal.

Ibu Kevin, seorang wanita yang selalu tegas dan penuh perhatian, sering kali skeptis tentang hubungan Kevin dengan wanita, terutama jika wanita itu berasal dari dunia hiburan. Sejak kecil, ibunya selalu berusaha melindungi Kevin dari segala hal yang menurutnya bisa mengganggu karier anaknya, termasuk soal hubungan asmara.

Hari itu, Kevin sudah merasakan aura yang berbeda. Dari awal mereka duduk, ibunya telah menatapnya dengan tatapan yang tak biasa. Kevin bisa merasakan bahwa topik yang mereka hindari akhirnya akan muncul.

Di tengah keheningan yang sesaat, akhirnya ibunya membuka suara. "Jadi... kamu berkencan dengan Luna Bailey?"

Kevin hampir tersedak dengan makanannya, tapi dengan cepat menegakkan diri. "Ah, tidak usah dipikirkan, Ma. Aku hanya main-main saja," jawabnya dengan nada santai, berharap pernyataan itu bisa meredakan situasi.

Namun, alih-alih tenang, wajah ibunya malah berubah menjadi lebih tegas. Tanpa diduga, ibunya menarik telinga Kevin, membuatnya terkejut.

"Aduh, Mama! Kenapa?!" seru Kevin kesakitan, mencoba melepaskan telinganya dari genggaman ibunya. Dia tidak mengerti kenapa ibunya begitu marah.

Ayah Kevin, yang dari tadi hanya diam, akhirnya tertawa kecil dan berkata, "mamamu marah karena dia penggemar Luna Bailey."

Kevin menatap ayahnya dengan kaget. "Apa?!"

Ayahnya mengangguk. "Mamamu sudah lama menyukai Luna sejak dia remake film favorit ibumu. Film itu dibintangi oleh aktris idolanya yang sudah meninggal. Dan ibumu pernah bertemu langsung dengan Luna, meminta tanda tangan. Dia bilang, Luna sangat baik dan ramah."

Mendengar penjelasan itu, Kevin makin bingung. "Tunggu... jadi Mama marah karena aku kencan dengan Luna tanpa memberi tahu?"

Ibunya mendengus, menatap Kevin dengan tatapan penuh amarah namun terselip rasa bangga. "Kamu tahu apa yang lebih membuatku kesal? Kamu berani-beraninya bilang kalau kamu hanya main-main dengan Luna di depan orangtuamu! Luna itu gadis baik, dan kamu seharusnya tidak mempermainkan perasaan orang!"

Kevin terdiam, tidak menyangka ibunya begitu serius tentang ini. Dalam hatinya, dia justru merasa lucu bagaimana ibunya, yang biasanya selalu keras terhadap hubungan asmara Kevin, ternyata sangat menyukai Luna. Tapi tentu saja, dia tidak bisa menunjukkan tawa di depan ibunya yang sedang marah.

"Maaf, ma. Aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya bercanda karena tidak mau membuat Mama kesal," jawab Kevin dengan nada lebih tenang, berusaha menenangkan hati ibunya.

Ibunya menatapnya tajam, namun perlahan senyum kecil mulai muncul di sudut bibirnya. "Lain kali, kalau kamu benar-benar punya hubungan serius dengan seseorang, setidaknya beri tahu kami. Apalagi kalau dia sebaik Luna."

Kevin tersenyum dan mengangguk, merasa sedikit lega bahwa ibunya mulai melunak. Di dalam hati, dia tahu ini bukan sekadar candaan lagi. Pertanyaan tentang Luna dan hubungannya dengan Kevin kini mulai muncul lebih nyata di pikirannya. Dan sepertinya, bahkan keluarganya pun ikut terlibat dalam rumor yang semakin ramai.

HIDDEN FLAMES[END]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang