Esok harinya, Kevin dan Luna memutuskan untuk menghabiskan hari terakhir mereka dengan mengunjungi Pantai Nyang Nyang, salah satu pantai tersembunyi di Bali yang jarang dikunjungi turis. Pantai ini terkenal dengan pasir putih lembut dan air laut biru yang jernih, dikelilingi tebing tinggi yang menciptakan suasana yang sangat damai dan privat. Mereka tiba di pagi hari, saat matahari mulai bersinar lembut di langit cerah, memberikan pemandangan yang menakjubkan.
Luna mengenakan dress putih sederhana yang terbuat dari kain linen ringan, dengan potongan yang anggun dan feminin. Dress itu bergerak mengikuti angin, membuatnya terlihat seperti dewi pantai. Di kepalanya, ia memakai topi jerami lebar yang menambah kesan santai dan stylish. Luna juga memilih sandal gladiator yang cocok dengan suasana pantai, dan kacamata hitam yang mempercantik penampilannya. Di tangannya, ia memegang tas anyaman kecil, memberi kesan natural namun elegan.
Sementara itu, Kevin tampil kasual namun tetap memikat dengan kaos linen berwarna krem yang pas di tubuhnya dan celana pendek khaki yang nyaman. Kacamata hitam menutupi sebagian wajahnya, namun tidak bisa menyembunyikan pesona yang selalu menarik perhatian. Di kakinya, Kevin memakai sandal kulit, menciptakan tampilan yang cocok untuk perjalanan pantai namun tetap rapi. Setiap kali angin pantai berhembus, helai rambutnya terlihat semakin menawan, memperkuat kesan santai namun elegan.
Saat mereka berjalan menyusuri pantai, Kevin sesekali berhenti untuk memotret Luna. "Kamu terlihat sempurna dengan latar belakang ini," katanya sambil mengarahkan kameranya ke arahnya.
Luna tertawa kecil, merasa malu namun senang. "Kamu yang membuatku merasa sempurna di sini," jawabnya sambil menoleh ke arah Kevin, senyumnya memancarkan kehangatan.
Kevin memotret beberapa gambar lagi, mengabadikan momen Luna yang tertawa dan bercanda di depan ombak. Ia kemudian mendekati Luna, memperlihatkan hasil fotonya. "Lihat, tidak ada yang bisa menandingi pesonamu."
Luna menatap layar kamera dan tersenyum lebar. "Semua karena fotografernya tahu bagaimana cara menangkap momen terbaik."
Mereka melanjutkan perjalanan mereka di sepanjang pantai, menikmati ketenangan dan keindahan tempat itu. Setiap kali mereka berhenti untuk beristirahat, Kevin akan mengambil beberapa foto lagi, membuat setiap momen menjadi kenangan yang tak terlupakan. Dengan suasana yang tenang, tawa mereka terdengar bergema di sepanjang pantai, membawa kebahagiaan yang akan selalu mereka ingat.
Setelah berjalan-jalan dan menikmati suasana pantai, Luna dan Kevin duduk di atas pasir lembut, menatap hamparan laut yang tenang di hadapan mereka. Angin pantai berhembus lembut, membawa aroma garam yang segar. Suasana di antara mereka nyaman, tapi Luna tidak bisa menahan rasa penasaran yang sudah lama ingin ditanyakan nya.
"Sampai kapan kamu akan berada di Bali?" tanya Luna, suaranya lembut, seakan takut merusak momen tenang di antara mereka.
Kevin menoleh padanya, matanya penuh perhatian. "Akhir bulan ini aku harus sudah kembali ke klub. Latihan dan pertandingan musim depan menanti," jawabnya, sambil tersenyum tipis.
Luna mengangguk, sedikit kecewa tapi mencoba menyembunyikannya. "Berarti waktu kita di sini nggak lama lagi, ya?"
Kevin menarik nafas dalam, lalu menatap Luna dengan intens. "Iya, tapi aku senang kita bisa menghabiskan waktu bersama. Setiap momen di sini akan selalu aku ingat."
Kata-kata Kevin membuat Luna merasakan kehangatan di dadanya. "Aku juga senang bisa berada di sini denganmu. Tapi, kamu harus kembali ke dunia nyata segera," Luna bercanda, mencoba mengangkat suasana.
Kevin tertawa kecil. "Ya, dunia nyata memang menunggu. Tapi, jujur aja, aku merasa liburan ini memberikan lebih dari sekadar istirahat."
Luna menatapnya, bertanya-tanya apa yang dimaksud Kevin. "Maksudmu?"
Kevin tersenyum lebar, lalu menjawab, "Maksudku... liburan ini memberikan sesuatu yang nggak bisa aku dapatkan di lapangan—kedekatan kita."
Luna merasa pipinya memerah lagi. "Aku juga merasa begitu."
Kevin menatapnya dalam-dalam, lalu mengusap lembut rambutnya yang tertiup angin. "Aku janji, kapan pun kamu bilang kamu merindukanku, aku akan datang. Kita nggak perlu nunggu liburan panjang lagi."
Luna tertawa kecil, meski hatinya terasa hangat mendengar janji itu. Mereka mungkin tak punya banyak waktu di Bali, tapi setiap detik yang mereka habiskan di sini akan selalu menjadi kenangan manis yang tak terlupakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
HIDDEN FLAMES[END]✓
RomanceLuna Bailey terjebak dalam skandal lama yang menyeruak ke publik. Tuduhan anonim bahwa ia pernah menjadi pembully viral, diperparah oleh sorotan fans fanatik Joe, idol pria yang menjadi lawan mainnya dalam film terbaru. Di tengah krisis, masa lalu L...
![HIDDEN FLAMES[END]✓](https://img.wattpad.com/cover/379088752-64-k993666.jpg)