Hari yang selama ini Luna nantikan akhirnya tiba. Malam premier film terbarunya kini berlangsung megah. Red carpet dipenuhi oleh para tamu undangan; selebriti terkenal, anggota boy group The Sea, para selebgram, dan youtuber, semua hadir memberikan dukungan penuh untuk Luna, Joe, dan rekan-rekan aktor lainnya. Sorot lampu kamera yang berkedip terus-menerus seakan menyoroti malam yang begitu istimewa.
Luna tampil memukau dalam gaun mewah karya desainer ternama. Gaun itu berkilauan di bawah cahaya malam, sempurna membalut sosoknya yang elegan. Rambutnya ditata dengan indah, menyapu bahu dengan anggun. Tak ada satu detail pun yang terlewatkan malam itu-Luna tampak sempurna, seperti bintang yang benar-benar bersinar di tengah gemerlap acara.
Di balik semua kemegahan dan perhatian yang tertuju padanya, Luna tidak bisa mengabaikan rasa deg-degan yang mengalir di dalam dirinya. Meskipun film ini sudah melalui berbagai proses penyuntingan dan promosi, malam ini adalah ujian sebenarnya. Bagaimana reaksi penonton? Apakah film ini akan diterima baik? Semua pertanyaan itu terngiang di benaknya, meski ia tetap menjaga senyum percaya diri di wajahnya.
Filmnya kini menjadi trending #1 di berbagai platform. Tak bisa dipungkiri, pengaruh besar datang dari para fans Joe yang fanatik, membuat film ini menjadi topik utama di media sosial. Tetapi, di luar semua sorotan, ada satu hal yang benar-benar mengejutkan Luna malam itu.
Di tengah suasana perayaan, matanya menangkap sebuah karangan bunga yang indah.
Seikat peony yang memancarkan keindahan lembut. Peony, bunga yang melambangkan kekaguman dan keanggunan. Luna mengernyit, penasaran siapa yang mengirimkannya. Dengan perlahan, ia membaca kartu ucapan yang menyertainya.
Kalimatnya singkat, tapi penuh makna:
"Selamat atas peluncuran filmnya. Kamu luar biasa."
- Kevin Blake-
Jantung Luna berdebar lebih cepat dari biasanya. Ia tak bisa menyembunyikan senyum yang tiba-tiba muncul di wajahnya. Nama itu, Kevin Blake. Tak disangka, Kevin mengirimkan sesuatu yang begitu manis.
Pesannya mungkin sederhana, namun entah bagaimana, Luna merasa seperti disapa oleh kehangatan yang tak terduga. Rasanya seolah-olah seluruh ruangan tiba-tiba dipenuhi oleh aroma peony, melambungkan perasaannya.
Luna terdiam sejenak, memandangi bunga-bunga itu dengan hati yang berbunga-bunga. Ia tersenyum lebar, senyum yang tak bisa ia tahan. Ada perasaan yang berbeda, yang sulit dijelaskan. Dalam sekejap, segala rasa gugup tentang malam ini seolah menguap.
Sejenak, Luna merasa dunia seakan berhenti. Di tengah gemerlapnya pesta dan keramaian, ada satu perhatian yang begitu spesial dari seseorang yang diam-diam membuat hatinya berdebar. Malam yang sebelumnya sudah istimewa, kini menjadi lebih bermakna dengan karangan bunga yang indah dan pesan dari Kevin Blake.
KAMU SEDANG MEMBACA
HIDDEN FLAMES[END]✓
RomansaLuna Bailey terjebak dalam skandal lama yang menyeruak ke publik. Tuduhan anonim bahwa ia pernah menjadi pembully viral, diperparah oleh sorotan fans fanatik Joe, idol pria yang menjadi lawan mainnya dalam film terbaru. Di tengah krisis, masa lalu L...
![HIDDEN FLAMES[END]✓](https://img.wattpad.com/cover/379088752-64-k993666.jpg)