Happy Reading💗
Nafas Sena terengah-engah, ia menghirup udara sangat rakus saat Nevan melepaskan ciumannya. Saat ini Sena bahkan sudah berada di kamar tamu yang jaraknya dekat dengan ruang makan. Ntah apa yang ada di pikirannya pria itu, kenapa disaat mabuk pun tenaganya masih kuat untuk menggendongnya paksa ke sini.
Sebenarnya dia benar-benar mabuk tidak sih?
"Shit, Hazra..." lenguh Sena kala dengan kurang ajarnya Nevan malah mencumbui leher jenjangnya.
Nevan mendongak mendengar itu, ia tersenyum manis, "Istrinya Nevan sangat cantik."
Cup
Sekilas Nevan mencium bibir Sena yang sudah bengkak itu.
Kemudian ia kembali menggerayangi tubuh Sena.
"Ahh.." bagian area terlarang depan pun kini sudah disentuh Nevan. Pria itu meremas gundukan kenyal milik Sena.
"Kenyal-kenyal kayak yupi!" Nevan terkikik di sela kegiatannya.
Brengsek, Sena menjerit kesal kala dadanya di samakan dengan yupi, ia ingin rasanya menampar wajah pria itu yang mesum tapi bertopeng lugu disaat mabuk seperti ini. Namun lagi-lagi Sena hanya bisa pasrah karena kini kedua tangannya bahkan di pegang oleh Nevan di letakan di atas kepalanya. Sedangkan Nevan memainkan tubuh Sena dengan satu tangan.
"Akh."
Sena menjerit saat Nevan malah meremas dadanya dengan sangat kencang.
Pria itupun sontak menghentikan kegiatannya, ia menatap Sena dengan mata sayunya. Rambut wanita itu yang terlihat acak-acakan, bibir bengkak, leher merah-merah serta bajunya yang kini sudah kusut tak berbentuk.
Terlihat sangat seksi di mata Nevan.
Nevan pun melepaskan tangan Sena, kemudian ia bergerak melepaskan kemejanya sendiri. Ntah apa yang ada di pikiran pria itu.
Mata Sena sontak melotot sumpah demi apapun dia belum siap jika sampai Nevan membobol dirinya. Pikiran Sena was-was kala kini pria itu menurunkan resleting celananya.
"Ha-hazra kamu mau apa?"
Mendengar itu Nevan yang ingin melepaskan celananya langsung terhenti, ia tersenyum menatap Sena, "Mau bikin bayi sama Sena." katanya semangat, seperti anak kecil.
Brug
Setelah mengatakan itu, tubuh Nevan lantas tumbang menimpa Sena.
"Shit, untung saja kesadarannya hilang." gumam Sena merasa aman, namun badannya seperti ingin remuk dengan bobot Nevan yang sangat berat ini.
Wanita itu mencoba menyingkirkan tubuh Nevan darinya, Sena juga mati-matian menahan dirinya kala harus menghadapi tubuh bagian atas telanjang Nevan. Untung saja bagian bawah pria itu masih aman.
Setelah berhasil menyingkirkan pria itu ke samping pun Sena menghela nafas lega. Ia lantas bangkit, kemudian mengambil selimut untuk menyelimuti tubuh Nevan.
"Belum saatnya," gumam Sena, kemudian pergi meninggalkan kamar itu.
************
"Kenapa bibi baru datang hah!" Kesal Markisa pada wanita paruh baya tersebut yang baru datang ke apartemennya.
"Padahal aku sudah menghubungi bibi berkali-kali." lanjutnya lagi ketus.
Wanita paruh baya itu hanya memutar bola matanya malas. Dirinya malah mengamati apartemen tempat tinggal Markisa.
"Tempat tinggal mu sekarang kini sudah mewah ya, ini dari Nevan?" tanyanya, yang dibalas anggukan Markisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
SENANDUNG
RandomSenandung Rengganis adalah sosok karakter figuran dalam novel yang sangat menyedihkan, ia digambarkan dengan wajah yang buruk rupa serta sifatnya yang lemah mudah ditindas. Sosok tersebut juga selalu menjadi rasa pelampiasan amarah karakter protagon...
