Selamat membaca💗💗
_________________
Sena kini berhasil lolos dari ajakan Cavuer, pria itu tadi mengejarnya dan memaksa ingin mengantar dirinya. Namun wanita itu menolak dengan lembut ajakan Cavuer.
Karena urusan Sena malam ini belum selesai, jadi ia tidak akan pulang dulu.
Ada hal yang harus Sena lakukan untuk mengobati rasa kekesalannya tadi saat di acara itu. Sena tenang, namun hatinya juga mengutuk Markisa yang sudah berani mengiring opini buruk tentang dirinya. Di dalam hidupnya tidak ada yang berani memprovokasi dirinya, bahkan semuanya mengagungkan seorang Sena. Jadi Sena rasa memberi pelajaran pada orang yang berani melawannya itu perlu.
Tidak cukup kalau hanya mempermalukannya di acara tadi.
Sena kini menepikan mobilnya di pinggir jalan yang lumayan sepi. Wanita itu lantas tersenyum kala melihat beberapa pesan yang masuk ke ponselnya.
"20 menit lagi?"
"It's quite long, but that okay," lanjutnya tersenyum menyeringai.
Kemudian wanita itu keluar dari mobilnya, dan mengambil batu berukuran sedang.
Prang
Sena tersenyum puas melihat kaca mobilnya yang kini sudah pecah, ia lantas kembali masuk ke mobilnya lagi.
Ntah apa yang direncanakan oleh wanita itu.
***********
Kembali di posisi gedung tempat acara berlangsung, kini semua tamu di bubarkan karena suasana yang tidak kondusif.
Plak
Nevan menampar Markisa, membuat wanita itu langsung tersungkur dengan bibir yang robek karena tamparan keras dari pria itu.
"Itu untuk kau yang sudah berani mengacaukan acara ini. Bukankah saya sudah bilang kalau jangan lewati batasanmu itu hah!" Nevan menatap tajam Markisa yang kini sudah terisak.
Wanita itu mencoba berdiri lantas menatap Nevan dengan tatapan yang tak percaya, "apa ini balasanmu atas apa yang sudah aku lakukan padamu, aku yang sudah menolong mu, Nevan!!" pekiknya histeris.
"Stop bastard! Muak saya mendengarnya itu lagi dan lagi. Kau sendiri yang menolak mentah-mentah balas budi saya. Bahkan uang 500 juta yang saya kasih kemarin juga kau tolak mentah-mentah."
"Lantas kau masih berani mengatakan hal seperti itu terus menerus hah!" sentak Nevan yang sudah sangat emosi.
Tubuh Markisa bergetar hebat. Ia merasa takut kala mendapat bentakan dan kemarahan dari pria itu. Sumpah demi apapun Markisa baru pertama kali ini melihat Nevan yang seperti sekarang.
"Ka-kamu kenapa sangat berubah, seperti bukan Nevan yang aku kenal. Hiks bukankah kamu pernah mengatakan mencintaiku, bahkan kamu dulu mengejar-ngejar aku," ujar Markisa cepat, kemudian tubuhnya perlahan mundur lantaran Nevan yang kini malah terkekeh menyeramkan.
"Apa hal itu yang membuatmu seperti di atas awan heh?" kekehnya.
Sretttt
KAMU SEDANG MEMBACA
SENANDUNG
RandomSenandung Rengganis adalah sosok karakter figuran dalam novel yang sangat menyedihkan, ia digambarkan dengan wajah yang buruk rupa serta sifatnya yang lemah mudah ditindas. Sosok tersebut juga selalu menjadi rasa pelampiasan amarah karakter protagon...
