part 5

71K 3.8K 63
                                        

Happy reading💗

Setelah kejadian tadi kini Nevan memutuskan untuk kembali ke mansionnya yang sudah lama dirinya tidak pulang selama sebulan ini. Bukan tanpa alasan Nevan kesini, dirinya tadi baru saja mendapatkan Informasi jika kedua orang tuanya akan pulang kesini besok pagi dan meminta dirinya agar sudah berada di mansion saat mereka tiba.

Sebenarnya Nevan sangat malas dan terpaksa kesini agar mamanya tidak marah. Jika bukan karena takut dengan mamanya, ia tidak akan sudi menginjakkan kakinya ke tempat dimana seseorang yang menurut Nevan sudah merusak masa depannya.

Ya bagi Nevan, Senandung adalah hama yang masuk ke dalam hidupnya yang membuat ia tak bisa bebas serta menjadi penghalang untuknya bisa bersama Markisa. Dirinya seolah lupa jika karena ulahnya juga Senandung harus kehilangan kedua orang tuanya. Nevan sama sekali tidak pernah berpikir ke arah situ, bahkan dirinya tak meminta maaf atas kecerobohannya yang telah menghilangkan nyawa seseorang.

Menurut Nevan sendiri, ia sama sekali tidak bersalah dan itu karena kecerobohan kedua orang tuanya senandung saja karena menyebrang jalan tak hati-hati, pikirnya.

Kepulangan Nevan yang tiba-tiba membuat para pelayan sontak terkejut, mereka buru-buru lantas menghampiri sang tuan rumah.

"Selamat malam tuan, maaf kami tidak mengetahui jika tuan akan pulang hari ini. Jadi kami sama sekali belum menyiapkan makan malam," kata kepala pelayan pada Nevan.

"Hmm, tidak usah karena saya sudah makan di luar," sahut Nevan yang di angguki kepala pelayan.

"Emm Tuan?" Nevan yang tadinya baru mau pergi ke kamarnya pun sontak menghentikan langkahnya. Ia menatap kepala pelayan itu dengan dahi mengerut, "Ada yang mau Bi Rama sampaikan?" tanya nya pada kepala pelayan itu.

"Anu Tuan, Nona Senandung tadi siang pergi keluar mansion tapi sampai sekarang ia juga belum pulang!" ucap Bi Rama hati-hati.

Mendengar itu Nevan mendengus sinis, sangat tidak penting."Biarkan saja itu bukan urusanku!" kata Nevan.

Melihat majikannya sudah pergi Bi Rama menghela nafas lega, ia juga sedikit bersyukur karena sepertinya tuannya itu tidak datang saat marah, karena terbukti jika dia tidak mencari Senandung. Bukan tanpa sebab Bi Rama berkata seperti itu, ia mengatakan tersebut lantaran yang ia kira tuannya akan mencari Senandung untuk melampiaskan amarahnya seperti biasa.

"Bi, kenapa nona belum kembali juga. Aku sangat khawatir pada nona Senandung!" ujar Fara yang tiba-tiba datang menghampiri Bi Rama.

Wanita yang sudah berumur 38 itu sontak mendatarkan wajahnya."Biarkan saja, lagipula dia sudah besar jadi kau tidak usah terlalu lebay seperti itu," sahutnya tak suka.

"Tapi Bi tidak biasanya nona seperti ini, apalagi setau aku selama satu bulan nona menjadi istrinya tuan dia sama sekali belum pernah meninggalkan mansion ini. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada nona Senandung!" kekeuh Fera, menyampaikan kekhawatirannya.

"Cih itu juga bukan urusanku, mau dia mati dan tidak kembali ke mansion ini pun aku tidak perduli. Kau ingat bukan bahwa tuan Nevan juga tidak menginginkan dia, jadi mau dia tidak kembali atau mati pun itu tidak masalah!" sarkas Bi Rama, ia kemudian langsung meninggalkan Fera yang masih bergeming dengan tatapan tak percaya.

"Bi Rama sudah keterlaluan, aku harap dia suatu hari akan menyesal dan mendapatkan balasan karena telah mengatakan hal yang tak pantas pada nona Senandung!"" gumam Fera kesal, ia lantas memilih untuk pergi mencari nonanya.

*********

Disisi Sena yang dipaksa untuk menerima ajakan makan bersama Anies pun tak bisa menolak kala wanita paruh baya itu memelas untuk dia menerimanya, dan setelah selesai makan pun Anies juga memaksa Sena untuk di antarkan pulang oleh putranya seperti ini.

SENANDUNGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang