" Apa kamu sudah makan ? mau makan bersama ku ?" tanya Bagas yang berdiri di depan Sonya.
" Aku sudah makan dan lagipula ada pekerjaann yang harus aku lakukan, kamu bisa makan sendiri...sayang." ucap Sonya yang ketus namun tetap berusaha tersenyum palsu agar orang-orang tidak curiga.
" Kamu memang istri yang hebat, kalau begitu aku akan menunggu mu dirumah sayang." ucap Bagas yang kembali menggoda Sonya dan semakin membuat Sonya semakin kesal dengan lelaki bajingan didepan nya itu namu dia hanya bisa menahan emosi nya dengan tersenyum lebar dihadapan suami nya itu dan lalu pergi meninggalkan Bagas begitu saja.
Sonya kembali bekerja hingga waktu tak terasa sudah tengah malam dan dia pun memutuskan untuk pulang karena dia tahu pasti Gaby belum tidur karena menunggunya pulang, saat diluar rumah sakit Sonya melihat seseorang berdiri didepan gedung rumah sakit dengan pakaian yang begitu tertutup dan juga begitu mencurigakan. Sonya pun masuk kedalam mobil nya dengan penuh ketakutan dan benar saja orang tersebut mendekati mobil Sonya dan memberikan meletakan sebuah kertas di kaca mobil Sonya lalu pergi begitu saja.
Setelah sudah yakin orang itu benar-benar pergi, Sonya mengambil kertas tersebut dan membacanya.
" Aku ingin bicara dengan mu, kamu yang akan memilih dimana kita akan bertemu dan hubungi aku dinomor ini...tenanglah aku tidak akan menyakiti mu." isi dari pesan itu.
Sonya menulis nomor telepon tersebut di ponsel nya dan menghubungi nya langsung, suara pria terdengar dari panggilan yang Sonya hubungi.
" Tidak kusangka kamu begitu cepat menghubungi ku." ucap pria itu.
" Siapa anda ? apa yang anda inginkan dari ku ?" tanya Sonya.
" Apa yang aku inginkan akan aku katakan saat kita bertemu nanti, jadi buatlah janji dengan ku dan jangan membawa siapapun karena aku berjanji tidak akan melukai mu." ucap pria itu.
" Bagaimana aku percaya anda tidak akan melukai ku ? bahkan aku tidak tahu anda siapa." ucap Sonya.
" Kamu sudah kenal siapa aku, sampai jumpa." ucap pria itu yang lalu mematikan panggilan.
Sonya pun pulang kerumah dan bergegas masuk kedalam rumah dengan penuh ketakutan dan membuat Gaby bingung saat melihat Sonya.
" Ada apa dengan mu dokter ?" tanya Gaby.
" Ada orang mencurigakan mengajak ku untuk bertemu, dia menginginkan sesuatu namun aku tidak tahu apa yang dia inginkan dariku." ucap Sonya yang ketakutan.
" Tenanglah dokter, kita akan menemui orang itu bersama jika dokter takut." ucap Gaby.
" Dia hanya ingin bertemu dengan ku tanpa ada orang lain, mengapa dia tidak langsung mengatakan apa yang dia inginkan saja saat aku berbicara dengan nya di telepon." ucap Sonya.
" Dokter menghubungi nya ? berikan nomor nya kepada ku dan aku akan meminta teman ku untuk melacak keberadaan nya." ucap Gaby.
" Tunggu...kamu bilang teman, kamu punya teman ?" Sonya yang bertanya balik kepada Gaby.
" Apa dokter begitu meremahkan ku ? aku memiliki banyak teman namun semua teman ku berada diluar negeri karena mendapatkan pekerjaan disana sedangkan aku..." ucap Gaby yang lalu terdiam.
" Sedangkan kamu harus tetap didalam negeri dan kenal dengan ku, apa kamu menyesal ?" tanya Sonya.
" Tidak, aku tidak menyesali nya tapi kita sedang membahas orang asing bukan tentang kita." ucap Gaby.
" Tidak perlu dilacak, aku akan menemui nya nanti dan jika terjadi sesuatu kepada ku maka kamu harus menghhubungi polis dan juga mertua ku." ucap Sonya.
" Bagaiaman dengan dokter Bagas ?" ledek Gaby.
" Tidak perlu menghubungi dia karena dia juga tidak berguna." ucap Sonya dengan ketus.
Keesokan harinya Sonya sedang berada diruang kerja nya sambil terus memandangi nomor yang dia hubungi tadi malam, Sonya masih belum yakin untuk bertemu dengan pria yang berada di balik nomor itu karena Sonya takut jika terjadi sesuatu kepada dirinya namun Sonya harus bertemu agar pria itu tidak meneror nya terus menerus.
" Dokter lihat lah." ucap Gaby yang masuk kedalam ruangan Sonya, Sonya berdiri dari kursi nya dan betapa tekejut nya dengan apa yang Sonya lihat.
" Kamu sudah bisa berdiri ? Astaga kamu sudah bisa berjalan dengan tongkat sekarang." ucap Sonya yang bergegas menghampiri Gaby dan memeluk gadis nakal nya itu.
" Hebat kan aku ? dokter harus memberi hadiah karena aku sudah memiliki banyak kemajuan sekarang." ucap Gaby yang menggoda Sonya.
" Kamu mau hadiah ? kamu akan mendapatkan nya sekarang." ucap Sonya yang mendekati wajah dan mencium bibir Gaby dan Gaby pun membalasa ciuman tersebut namun tiba-tiba pintu ruangan terketuk dan mereka harus mengehentikan aktivitas mereka sekarang.
Sonya membuka pintu dan ternyata Bagas yang berada dibalik pintu tersebut, Sonya pun bergegas menutup pintu nya karena tidak ingin Bagas masuk kedalam ruangan nya, namun Bagas tidak habis akal dan menghubungi Sonya.
" Kamu harus ikut dengan ku ke lobi sekarang dan lihat hal seru yang tidak bisa kamu lewatkan." ucap Bagas di balik panggilan itu.
" Jangan coba main-main dengan ku, aku sudah sangat muak dengan mu." ucap Sonya kepada Bagas.
" Yang harus nya berbicara itu adalah aku, kamu lah yang jangan bermain-main dengan ku lagi karena aku sudah muak dengan pelarian yang kamu lakukan." ucap Bagas.
Sonya pun akhirnya keluar dan mengikuti Bagas ke lobby dan Bagas menyerahkan sebuah koran kepada Sonya dan ternyata ada sebuah berita besar dari orangtua Gaby, di koran memberitakan bahwa ayah Gaby melakukan banyak tindakan kriminal seperti melakukan korupsi dan juga penganiayaan kepada beberapa orang sehingga ayah Gaby ditangkap oleh pihak kepolisian.
Sonya pun berlari setelah melihat isi koran tersebut untuk menemui Gaby di ruangan nya, di dalam ruangan Gaby terlihat sehabis menjawab panggilan seseorang di ponsel.
" Kamu sudah mendengar berita nya ?" tanya Sonya.
" Ya...mamah ku baru saja menghubungi dan dia menangis mengatakan jika semua harta benda milik orangtua ku sudah disita." ucap Gaby.
" Ayo kita temui orangtua mu." ucap Sonya yang menggandeng Gaby untuk pergi.
Sonya dan Gaby pun menemui ibu Gaby dan juga nenek nya yang duduk ditanah didepan rumah yang sudah terkunci dan berlabel disita, ibu Gaby menangis terisak-isak karena tidak tahu harus tinggal dimana lagi dengan nenek Gaby yang terlihat sudah sangat linglung.
" Kita akan membawa ibu dan nenek mu kerumah ku." ucap Sonya
" Tidak dokter, itu akan merepotkan dokter nantinya." ucap Gaby.
" Tidak, ini sudah menjadi keputusan yang tidak bisa diganggu gugat. ibu mari masuk kedalam mobil dan ikut dengan kami pulang kerumah saya." ucap Sonya.
" Apa tidak masalah kamu tinggal dengan anda dokter ?" tanya ibu Gaby.
" Tidak masalah, ayo kita pulang." ucap Sonya yang lalu mengambil beberapa tas yang tergeletak di tanah dana memasukkan nya kedalam mobil.
Sonya pun membawa ibu dan juga nenek Gaby pulang kerumah nya, sesampai dirumah Sonya menyiapkan kamar untuk ibu dan juga nenek Gaby beristirahat dan selain itu Sonya tak lupa memeriksa keadaan nenek Gaby terlebih dahulu dan membaca setiap obat yang diminum oleh nenek Gaby setiap hari nya.
" Nenek memiliki penyakit diabetes ? kalau begitu aku akan mengatur pola makan nya." ucap Sonya.
" Anda tidak perlu melakukan hal itu, anda sudah menerima kami semua disini jadi saya akan mengurus ibu saya dan juga anak saya." ucap ibu Gaby.
" Anda bisa mengurus rumah sebagai gantinya saya merawat penyakit nenek dan akan saya berikan obat gratis untuk nenek." ucap Sonya.
" Terima kasih banyak dokter Sonya, anda begitu baik kepada kami sehingga saya tidak bisa membalas kebaikan anda dengan cara apapun." ucap ibu Gaby yang tiba bersujud kepada Sonya dan membuat Sonya terkejut.
" Bangunlah,jangan bersujud seperti itu...saya hanya bisa membantu sebisa saya tidak perlu berlebihan seperti itu." ucap Sonya yang mengangkat tubuh ibu Gaby untuk berdiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE&TIME
RomansaKETIKA CINTA AKAN MENEMUKAN WAKTU NYA... Sonya hanya seorang dokter cantik yang masuk kedalam kehidupan pria bermasalah yang membuat hidup nya hancur seketika dan menjadikan Sonya adalah seorang dokter yang dingin dan misterius. Namun Sonya bertemu...
