" Nathan...pagi ini papah yang anter kamu ke sekolah dan nanti mamah yang akan jemput kamu ke sekolah ya sayang." ucap Sonya kepada sang anak yang sudah bersiap-siap.
" Baik mah, tapi bolehkah kita makan eskrim hari ini ? Nathan ingin sekali makan eskrim." ucap Nathan dengan wajah memohon nya itu.
" Ya baiklah, mamah akan membawa kamu makan eskrim hari ini...sudah pergi dengan papah sekarang atau nanti kamu akan terlambat." ucap mamah yang memegang wajah sang anak laki-laki nya yang begitu menggemaskan.
papah nya pun membawa Nathan masuk kedalam mobil dan pergi ke sekolah, Sonya juga bersiap untuk berangkat ke rumah sakit karena ada janji dengan pasien nya pagi ini sehingga dia tidak boleh terlambat, setiap hari Bagas dan Sonya sepakat untuk selalu pulang tepat waktu dan selalu memberikan waktu luang untuk Nathan dengan mengajak Nathan pergi berjalan-jalan.
Bagas dan Sonya bekerja di tempat yang sama namun mereka bekerja di divisi yang berbeda karena kini Bagas menjadi wakil direktur dan harus mengurus manajemen perusahaan Sonya tetap menjadi dokter dan mengurus beberapa pasien VIP yang ada dirumah sakit sehingga Sonya masih bisa punya waktu untuk menjemput sang anak pulang sekolah.
" Apa sudah semua ?" tanya Sonya kepada perawat yang menjadi asisten nya hari ini.
" Semua pasien sudah di kunjungi dokter hari ini dan tidak ada janji dengan pasien hari ini." ucap perawat.
" Oke bagus, aku akan pergi untuk menjemput anak ku...oh ya saya tidak akan kembali ke rumah sakit jadi jika ada pasien nanti tolong di arahkan ke dokter Satya terlebih dahulu." ucap Sonya kepada perawat dan perawat pun mengangguk kepada Sonya.
Setelah kegiatan kerja selesai Sonya pergi untuk menjemput anak kesayangan nya tersebut, Sonya sudah berdiri di pintu menunggu sang anak keluar dari kelas nya dan tak lama kemudian wajah mungil dan menggemaskan itu muncul di hadapan Sonya dengan senyuman manis yang ada di wajah Nathan.
" Seperti nya kamu terlihat sangat lelah, apakah kegiatan nya melelahkan ?" ucap Sonya sambil membungkukan sedikit tubuh nya kehadapan sang buah hati.
" Ya sedikit melelahkan dan aku senang jika mamah benar-benar mengajak ku makan eskrim hari ini." ucap Nathan dengan wajah memohon nya itu.
" Ya baiklah, kita pergi makan eskrim dan juga membeli mainan, apakah kamu mau ?" tanya Sonya.
" Wah asyik...Makasih mamah, Nathan mau...ayo...ayo kita pergi sekarang." ucap Nathan dengan begitu semangat nya.
Sonya dan Nathan pun pergi makan siang dan makan eskrim sebagai penutup nya, setelah itu Sonya membawa Nathan pergi ke toko mainan dan membeli beberapa mainan di toko tersebut. Wajah Nathan begitu bahagia dan juga Sonya yang senang dengan kebahagiaan sang anak.
" Apakah Nathan boleh membeli ini mah ?" tanya Nathan.
" Ya pilihlah mainan yang Nathan mau, hari ini kamu boleh membeli mainan yang kamu mau."ucap Sonya sambil tersenyum kepada sang buah hati.
" Aduh sakit...." ucap Nathan yang tiba-tiba menabrkan seorang laki-laki dengan penampilan yang begitu tertutup, pria tersebut memakai topi dan juga masker di wajah nya.
" Nathan ! aaa maaf ya...anak saya terlalu senang hingga tidak sengaja menabrak anda." ucap Sonya kepada pria itu namun pria itu hanya diam dan pergi begitu saja tanpa berbicara apapun kepada Sonya dan membuat Sonya sedikit kesal kepada pria tersebut.
Nathan pun sudah selesai memilih mainan yang dia suka dan Sonya pun membawa kasir untuk di bayar lalu mereka pun pulang ke rumah karena Nathan ada les di rumah nya hari ini dan tidak boleh membuat pengajar les nya menunggu lama. Sonya memasukan belanjaan dan juga membantu Nathan untuk masuk kedalam mobil lalu mengendarai mobil meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut.
Di jalan Sonya melihat sebuah sepeda motor mengikuti mobil nya sejak dia keluar dari pusat perbelanjaan hingga Sonya masuk kedalam rumah namun pemotor berhenti di depan gerbang masuk dan behenti mengikuti Sonya dan lalu dia keluar dari mobil untuk mencoba menghampiri pemotor tersebut namun pemotor itu malah kabur saat Sonya hendak mendekati nya.
" Ada apa bu...itu siapa bu ?" tanya penjaga rumah.
" Saya juga nggak tahu pak tapi motor itu mengikuti saya sampai ke rumah, kira-kira dia siapa dan kenapa dia malah kabur begitu saya hampiri." ucap Sonya bingung.
" Oh begitu bu, kalau begitu saya dan rekan-rekan akan berjaga lebih ketat lagi, takut ada sesutau yang tidak baik terjadi." ucap penjaga rumah Sonya.
" Ya terima kasih dan tolong lebih awas lagi menjaga rumah ini ya, yasudah saya masuk dulu." ucap Sonya yang lalu masuk kembali kerumah dan melakukan kegiatan nya seperti biasa nya sampai Bagas pulang dan setelah Bagas pulang mereka pun makan malam seperti biasa nya dan lalu menemani Nathan belajar sejenak sebelum waktu tidur tiba.
" Nathan...kertas apa ini sayang ? " ucap Bagas yang menemukan sebuah kertas yang terlihat lecak seperti habis di remas.
" Mungkin cuma sampah , sini biar aku buang kertas nya." Ucap Sonya yang meminta kertas tersebut kepada Bagas.
" Jangan di buang dulu sayang, mungkin ini kertas penting dari guru nya Nathan...bentar aku lihat dulu kertas apa ini." Ucap Bagas yang lalu melebarkan kertas yang sudah berbentuk seperti bola, namun Bagas terkejut ketika melihat isi tulisan di dalam kertas tersebut.
" Kamu kenapa ? Ada tulisan apa di kertas itu ? Sini aku mau lihat." Ucap Sonya yang merampas kertas tersebut dan melihat tulisan di kertas tersebut.
" Bukan kertas apa-apa biar aku saja yang buang kertas nya." ucap Bagas namun Sonya tidak mendengarkan ucapan sang suami dan melihat isi pesan di dalam kertas tersebut.
" Aku akan mengirim kalian semua ke neraka karena telah membuat ku kehilangan kebahagaiaan ku...siapa yang menulis dan mengirim surat ancaman ini ? " ucap Sonya yang membaca kertas tersebut.
" Om yang menabrak Nathan tadi mah." ucap Nathan
" Tapi kan Nathan yang menabrak om tadi bukan ?" ucap Sonya yang mencoba meluruskan.
" Tidak mamah, Om itu yang menabrak Nathan bukan Nathan yang menabrak om itu." ucap Nathan yang mempertegas ucapan nya.
" Om siapa yang Nathan maksud sebenarnya ? aku tidak mengerti pembicaraan kalian." ucap Bagas yang bingung.
" Oh tadi kita pergi ke toko mainan dan ada laki-laki yang menabrak Nathan dan malah aku pikir Nathan yang menabrak dia karena dia terlalu senang ketika membawa mainan pilihan nya dan di jalan pulang tadi laki-laki itu mengikuti aku sampai kerumah cuma pas aku mendatangi dia eh dia malah pergi gitu aja." ucap Sonya dengan santai
" Kenapa kamu tidak memberitahu aku dari tadi soal ini, aku akan meningkatkan penjagaan dirumah ini kalau begitu." ucap Bagas yang begitu resah.
" Kita bahas ini lagi nanti, aku akan mengantar Nathan pergi ke kamar nya dahulu." ucap Sonya yang lalu mengajak Nathan untuk naik ke lantai dua untuk pergi masuk kedalam kamar nya.
Setelah beberapa jam Sonya menemani Nathan untuk tidur malam, dia pun keluar dari kamar anak nya menuju kamar nya sendiri namun sang suami tidak berada di kamar atau dimana pun, Sonya pun menghubungi sang suami namun Bagas sama sekali tidak menjawab panggilan Sonya dan waktu pun sudah menunjukkan pukul 4 pagi namun Bagas tak kunjung pulang kerumah dan membuat Sonya begitu khawatir dengan suami nya itu.
Matahari pun sudah menampak diri dengan cerah nya dan hari ini seharus nya Sonya dan Bagas pergi mengajak Nathan untuk pergi kerumah orangtua Sonya namun Bagas yang tak kunjung pulang membuat Sonya memutuskan pergi ke rumah orangtua nya hanya bersama dengan Nathan.
" Kalian hanya pergi berdua saja ? kemana Bagas ?" tanya ayah Sonya.
" Bagas masih ada kerjaan yang harus di selesaikan hari ini juga jadi Sonya dan Nathan aja yang bisa pergi ketemu ayah dan ibu." ucap Sonya yang tersenyum menutupi kebohongan.
" Yasudah kalau gitu ayo masuk kedalam, ibu kamu masak menu kesukaan kamu hari ini." ucap ayah Sonya.
Ayah, Sonya dan juga Nathan pun masuk kedalam rumah, mereka pun menikmati waktu bersama yang jarang bisa didapatkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE&TIME
RomanceKETIKA CINTA AKAN MENEMUKAN WAKTU NYA... Sonya hanya seorang dokter cantik yang masuk kedalam kehidupan pria bermasalah yang membuat hidup nya hancur seketika dan menjadikan Sonya adalah seorang dokter yang dingin dan misterius. Namun Sonya bertemu...
