CHAPTER 5

871 31 0
                                        

Keesokan harinya ayah Sonya sadar dan memandangi anak perempuan nya yang masih tertidur di sofa.

" Ayah sudah bangun ?" ucap sang ibu Sonya yang membuat Sonya terbangun dan segera bangkit dari tidur nya dan menghampiri sang ayah.

Sonya memeluk erat tubuh sang ayah dan ayah nya pun mengelus rambut anak perempuan nya dengan sangat lembut dan ayah Sonya pun menitikan air mata karena selama lima tahun Sonya mengalami luka yang cukup dalam namun ayah dan ibu nya tak pernah tahu sedikit pun.

" Kenpa kamu menyembunyikan luka mu pada ayah dan juga ibu mu ?" tanya sang ayah.

" Itu sudah menjadi masa lalu ayah...ibu, Bagas sekarang sudah berubah dan sudah kembali bersama ku dan juga Nathan." ucap Sonya

" Tapi kenapa kamu tidak memberi tahu ayah masalah yang kamu alami ?" ucap ayah nya.

" Sonya tidak mau membuat ayah dan ibu menjadi terbebani dengan masalah yang Sonya alami di masa lalu, sudahlah yah itu sudah berlalu sekarang ayah harus fokus dengan kesehatan ayah karena aku harus pulang untuk mengurus Nathan." ucap Sonya yang berusaha mengalihkan topik pembicaraan.

" Ya ayah...benar kata Sonya, ayah sekarang fokus pada kesehatan ayah dan jangan lam-lama berada disini. Apa ayah tidak rindu bermain dengan cucu kita ?" ucap ibu Sonya.

" Tentu ayah rindu, saat pulang dari rumah sakit nanti ayah akan menemui Nathan dan bermain bersama dia terlebih dahulu." ucap ayah Sonya.

" Ya tentu, ayah harus menginap beberapa hari untuk bermain bersama dengan Nathan nanti." ucap Sonya sambil tersenyum kepada sang ayah dan memeluk sang ayah dengan begitu erat.

Saat jam makan siang Bagas datang mengunjungi ayah mertua nya tanpa memberitahu terlebih dahulu kepada Sonya, Bagas bersikap dewasa untuk datang menemui ayah mertua nya untuk meminta maaf.

" Bagas ? kenapa kamu datang tanpa mengabari ku dahulu." ucap Sonya.

" Aku kesini datang untuk meminta maaf kepada ayah, biarkan aku melakukan nya sebagaimana seharusnya aku lakukan bukan." ucap Bagas.

" Ya tapi..." ucap Sonya yang terputus.

" Biarkan Bagas dan ayah berbicara berdua, kamu dan juga Ibu pergi lah keluar dahulu." ucap ayah yang memotong pembicaraan antar Bagas dan Sonya. Sonya dan juga ibu nya pun pergi keluar dari kamar tersebut meninggalkan Bagas dan juga ayah nya.

" Aku benar-benar minta maaf ayah, aku tahu aku salah dan aku tahu yang aku lakukan sebenarnya tidak bisa di maafkan tapi Bagas benar-benar menyesal dan ingin kembali kepada Sonya dan juga Nathan." ucap Bagas yang langsung berbicara begitu saja.

" Ayah tidak tahu sekarang memberikan Sonya kepada mu adalah sebuah hal yang benar atau tidak namun ayah hanya akan bertanya kepada mu bahwa jika suatu saat nanti Sonya melakukan seperti yang kamu lakukan kepada nya, apa yang akan kamu lakukan ?" ucap ayah Sonya.

" Bagas tidak tahu harus menjawab apa tapi Bagas akan tetap berusaha mencintai Sonya walau Sonya selingkuh suatu saat nanti." ucap Bagas.

" Siapa yang akan selingkuh ? aku tidak akan pernah selingkuh, maaf jika Sonya lancang mendengar pembicaraan ayah dan juga Bagas." ucap Sonya yang tiba-tiba berada di dalam kamar itu, wajah Sonya terlihat kesal ketika mendengar apa yang sedang ayah dan juga suami nya katakan.

" Ayah kan sudah bilang untuk meninggalkan ayah dan Bagas untuk berbicara." ucap ayah.

" Sonya kembali untuk mengambil jaket ibu karena ibu kedinginan dan Sonya tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian...sudahlah jangan membahas masa lalu yang sudah lewat, aku sudah melupakan masa lalu jadi yang lain juga harus melupakan nya agar aku bisa hidup dengan tenang...aku akan pergi menjemput ibu, Bagas kembali lah bekerja dan biarkan ayah beristirahat sekarang." ucap Sonya dengan marah dan lalu pergi meninggalkan dua orang pria tersebut.

Setelah Sang ayah di perbolehkan pulang, Sonya pun mengajak ayah dan ibu nya pergi kerumah nya untuk menemui Nathan, saat sampai dirumah ayah dan juga ibu nya melihat Bagas begitu telaten dalam mengurus anak nya dan tak lupa juga Bagas melayani kedua mertua nya saat datang berkunjung.

" Apa Bagas setiap hari melakukan kegiatan ini ?" tanya ibu Sonya kepada anak nya.

" Ya dia selalu mengurus Nathan hingga terkadang dia tidak mengijinkan ku untuk membantu dia dalam mengurus kegiatan rumah tangga." ucap Sonya yang sedang memuji suami nya di depan kedua orangtua nya.

" Ayah masih belum bisa memutuskan sebelum melihat sampai akhir." ucap ayah Sonya dengan wajah datar nya itu.

Bagas pun memberikan Nathan ke pangkuan ibu mertua agar bisa bermain sebentar dan Bagas pun pergi ke dapur untuk memasak sesuatu untuk di makan bersama dengan mertua nya, saat Bagas memasak Sonya terlihat begitu memperhatikan sang suami dengan senyuman yang terlukis di wajah nya dan membuat fokus ayah nya yang sedang bermain dengan cucu nya terganggu.

Saat makan sudah siap dan di sajikan di atas meja, semua orang pun duduk di berkumpul untuk makan siang, Bagas terlihat begitu perhatian dengan Sonya dengan menuangkan nasi dan juga memberikan lauk kepada sang istri dan sekali lagi ayah Sonya memperhatikan kemesraan yang di perlihatkan oleh menantu kepada anak nya.

" Baiklah-baiklah, ayah akan bicara kepada kamu Bagas." ucap ayah Sonya yang tiba-tiba membuka suara.

" Ya ayah ?" ucap Bagas bingung.

" Ya ayah sudah melihat kesungguhan kamu untuk kembali kepada Sonya, ayah percayakan kamu untuk menjaga Sonya juga Nathan dan buktikan kepada kami kalau kami memberikan kepercayaan kepada orang yang tepat." ucap ayah Sonya.

Wajah Sonya begitu sumringah saat sang ayah mengatakan hal itu kepada sang suami dan Bagas juga mengangguk tanda setuju dengan apa yang di ucapkan ayah mertua kepada nya, Bagas pun menghampiri ayah mertua nya dan memeluknya.

" Terima kasih ayah, Bagas akan memegang kepercayaan ini kepada ayah." ucap Bagas dengan air mata yang berlinang di pipi nya tanpa dia sadari, sejak saat itu kehidupan Bagas dan Sonya kembali dengan normal dengan penun kebahagiaan di hari-hari di hidup mereka dan waktu pun berjalan dengan cepat karena kini Nathan akan pergi bersekolah.

LOVE&TIMETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang