Sonya dan keluarga Gaby pun makan malam bersama dengan lauk yang dimasak oleh ibu Gaby, untuk pertama kali nya lagi Gaby makan masakan ibu nya setelah lama Gaby pisah rumah dengan kedua orangtuanya.
" Apa masakan mamah enak ? kamu suka ?" tanya ibu Gaby kepada Gaby.
" Masih tetap enak seperti dahulu." ucap Gaby yang tersenyum.
" Dokter sekali terima kasih karena saya begitu bahagia melihat Gaby yang sudah bisa berjalan walau masih dengan tongkat namun karena kebaikan anda anak saya memiliki banyak kemajuan dalam kesehatan nya." ucap ibu Gaby.
" Itu bukan karena saya tapi dari diri Gaby sendiri yang mau berusaha untuk pulih dan sebenarnya jika anda lebih perhatian lagi kepada anak anda mungkin dia akan bisa pulih lebih cepat dari seharusnya." ucap Sonya yang tersenyum dan kembali menyuap makanan kedalam mulut nya.
" Anda benar dokter, saya salah dan menyesal mengorbankan anak saya karena saya dibutakan oleh kekayaan yang akan hilang juga pada akhirnya. Saya begitu takut kehilangan suami saya karena saya tidak ingin miskin namun sekarang saya harus menghadapi diri bahwa saya akan tetap miskin pada akhirnya." ucap ibu Gaby yang lalu menangis kembali dan membuat Gaby harus menenangkan ibu nya itu, Gaby memeluk ibu nya dan mengusap air mata ibu nya dengan lembut.
" Jangan menangis...jangan menangis...tenanglah." ucap nenek Gaby yang tiba-tiba bersuara, ibu Gaby pun memeluk ibunda nya dengan erat dan nenek Gaby membalas memeluk anak nya yang menangis itu untuk menenangkan nya.
" Besok kita akan bawa nenek kerumah sakit untuk dilakukan beberapa pemeriksaan." ucap Sonya.
" Bagaimana dengan biaya nya dokter ? saya tidak memiliki uang sama sekali." ucap ibu Gaby.
" Bawa saja dan jangan membahas soal biaya nya." ucap Sonya yang lalu menyudahi makan nya dan membawa piring ke wastafel untuk dicuci.
Setelah itu Sonya masuk kedalam kamar nya untuk bekerja sebentar, setelah tengah malam Sonya pun naik keranjang nya untuk beristirahat yang di sampingnya ada Gaby yang sedang bermain dengan ponsel nya.
" Kamu belum tidur ? ini sudah malam, kita harus bangun pagi untuk membawa nenek kerumah sakit." ucap Sonya.
" Aku sedang mencoba mencari pekerjaan, aku tidak bisa terus mengandalkan dokter." ucap Gaby.
" Lalu sudah dapat pekerjaan nya ? jika belum tidak masalah, kamu tidak perlu bekerja sampai kamu benar-benar pulih dahulu." ucap Sonya yang lalu mendekat dan menyandarkan kepala nya dibahu Gaby.
" Tidak bisa, aku harus punya pekerjaan karena kini mamah dan juga nenek ku menjadi tanggung jawab ku." ucap Gaby.
" Aku tidak masalah mengambil tanggung jawab mu, sudah berhenti bermain ponsel nya dan fokus lah kepada ku." goda Sonya kepada Gaby, Gaby pun mematikan ponsel nya dan menuruti keinginan Sonya dan mereka pun bermesraan dan melakukan permainan panas yang biasa mereka lakukan.
Setelah pagi hari tiba, ibu Gaby yang sudah menyiapkan sarapan dan mereka pun sarapan bersama sehabis sarapan mereka bersiap untuk berangkat ke rumah sakit untuk memeriksa nenek Gaby yang sudah di janjikan oleh Sonya. Sesampai dirumah sakit nenek mendapat beberapa pemeriksaan dan Gaby juga melakukan terapi seperti biasanya.
Tiba-tiba begitu banyak wartawan yang berada diluar rumah sakit menunggu keluarga Gaby untuk diwawancarai tentang kasus yang menimpa ayah Gaby karena berita terbaru kini jika ayah Gaby menikahi banyak perempuan dan juga memiliki anak yang meminta untuk di penuhi kebutuhan hidup nya. beberapa petinggi rumah sakit berada dirumah sakit untuk rapat hari ini dan mereka membicarakan keluarga Gaby diruang rapat.
" Saya dengar-dengar jika anda begitu dekat dengan Gaby si anak kriminal itu, saya minta anda menjauh deh dari Gaby dan keluarga nya karena saya takut anda terseret dalam masalah mereka." ucap salah satu dewan direksi.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE&TIME
Storie d'amoreKETIKA CINTA AKAN MENEMUKAN WAKTU NYA... Sonya hanya seorang dokter cantik yang masuk kedalam kehidupan pria bermasalah yang membuat hidup nya hancur seketika dan menjadikan Sonya adalah seorang dokter yang dingin dan misterius. Namun Sonya bertemu...
