20. Tentang SalmOn

1.7K 134 5
                                        

Jam istirahat Salma habiskan dengan berdiam diruang osis sembari mengerjakan tugas sendiri sementara Nabila pergi kekantin bersama rekan-rekan yang lain.

Karena bel sebentar lagi berbunyi, ia segera bergegas kekelas. Namun, sepanjang ia berjalan dilorong, bisik-bisik tentangnya terdengar halus ditelinga Salma ditambah ada Nadin disana yang memanasi suasana.

"Oh ini yang katanya ketos gila jabatan,"

"So paling berkuasa,"

"Nyesel gue milih dia,"

Salma menutup telinga dan terus berjalan tapi seseorang merebut paksa buku yang ada didalam dekapannya sontak ia menoleh, "Balikin buku gue!"

Nadin terkekeh, "Lo mau ini?" tangannya terangkat tinggi, "Nih, ambil!"

"Balikin gak?!" Salma mencoba meraihnya tapi tangan Nadin terus menghindar.

Hap!

Seseorang berhasil merebutnya dari tangan Nadin membuat semua pasang mata mengarah padanya. "Gini cara kalian mandang sesuatu?"

"Aduh Ron lo mau bela apalagi sih, hm?" sahut yang lain.

"Dia tuh udah nyuri uang kas, nindas sana sini, so paling berkuasalah dan lo masih mau ngelindungin si penjahat bertopeng malaikat ini?" cecar Nadin.

Hati Salma mencelos mendengarnya, ia tak kuasa menyangkal hanya air mata yang mampu menjelaskan, Nadin yang ia anggap teman kini menjadi lawan yang memusuhinya.

Tatapan Roni berubah dingin, "Jaga ucapan lo!"

Salma menatap haru pada Roni yang membelanya, ternyata masih ada orang baik yang peduli padanya.

"Mana buktinya sampe lo bisa bilang kayak gitu?" Roni menatap tajam membuat mereka mengatupkan mulutnya rapat-rapat, kalau sedang seperti ini lelaki itu seram juga.

"Lo semua tuh gampang dibohongin, hati-hati aja," ia melirik sekilas pada Nadin, "Siapa tau ada musuh dalam selimut," lanjutnya.

Nadin menelan salivanya kuat-kuat.

***

"Thanks udah belain gue," ucap Salma dengan tulus pada Roni, kini mereka tengah berada ditaman sekolah menikmati angin sepoi-sepoi yang meredamkan semua emosi yang tengah memuncak.

Roni mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, "Nih, hapus air mata lo."

Tanpa ragu, Salma menerima sapu tangan itu dan menyeka air matanya.

"Sekarang lo gausah dengerin omongan orang dan gausah buka hp,"

"Dari kemarin juga gue gak pegang hp," balasnya.

"Good girl." kata Roni mengacungkan jempolnya.

Sesaat raut wajah Salma berubah heran, ia menoleh.

Menyadari tatapan gadis itu padanya membuat Roni menjadi risih, "Kenapa? Terpesona lo sama kegantengan gue?" celetuknya.

"Dih, pede!" ketus Salma diikuti dengan dahinya yang mengernyit, "Lo kenapa punya sapu tangan?"

PANAROMA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang