21. Kita

1.8K 172 6
                                        

Salma menutup pintu kost, ia menghela napas panjang hari ini benar-benar melelahkan, tak ada sedikitpun nafsunya untuk makan. Ia duduk dipinggiran kasur setelah menggantungkan tasnya, cahaya remang menemani sepinya.

Gadis itu menatap foto keluarga yang berada diatas nakas, terlihat bahagia seolah semua masalah selalu sirna dalam sekejap mata. Ia tersenyum getir, saat mengingat apa yang telah terjadi dalam hidupnya. Setetes air mata jatuh mengenai pipinya, mengapa rasanya begitu tiba-tiba?

Lamunan Salma buyar ketika ponselnya bergetar, ia melihat nomor sang ibu tertera dilayar, buru-buru ia menyeka air matanya dan mengangkat.

"Assalamualaikum dek,"

Suara lembut ibu menyapa, tenggorokan Salma tercekat, sebisa mungkin ia menahan tangisnya dan mencoba tersenyum. "W-waalaikumussalam bu,"

"Wis makan dek?"

"Udah bu."

Suara Salma yang sedikit bergetar membuat ibu tahu anaknya sedang tak baik-baik saja. "Kenapa? Lagi ada masalah ya?"

Mau sejauh apapun jarak membentang, Salma tak bisa berbohong, insting seorang ibu selalu tepat sasaran.

Salma menarik napas dalam, sebisa mungkin menahan tangisnya dan terkekeh pelan, "Caca dijauhin temen-temen bu dengan kesalahan yang gak pernah Caca lakuin,"

Bagi ibu, tawa anaknya terdengar seperti luka yang seolah ditutupi, ingin rasanya ibu merengkuh tubuh sang anak dan memberikannya semangat.

Menyadari ibu terdiam, Salma kembali tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca menahan buliran air yang siap terjun dari pelupuk matanya. "Ibu jangan khawatir, semua pasti ada solusinya dan Caca bisa atasin ini sendiri, ibu percaya Caca kan?"

"Pasti."

"Semangat ya nak, ibu selalu doain yang terbaik buat kamu."

"Makasih bu, Caca tutup dulu ya,"

"Iya nak, tidur yang nyenyak ya." balasnya, "Ibu sayang Caca."

Panggilan ditutup.

Tangis Salma seketika pecah, ia menumpahkan semua emosi yang ada dihatinya bahkan bahunya bergetar hebat. Ia memeluk lututnya membiarkan suara isak tangisnya menggema satu ruangan.

Hidup dikota orang begitu tak mudah, ia harus menghadapinya sendiri. Salma ingin menyerah dan mundur dari kerasnya dunia tapi tanggung jawab menuntutnya bermental baja. Apakah selelah ini menghadapi dunia dewasa?

Tiba-tiba sebuah pesan muncul dilayar ponsel Salma.

Tiba-tiba sebuah pesan muncul dilayar ponsel Salma

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dikota lain, ibu mengadahkan tangannya. "Ya Allah jagalah anakku dalam lindungan-Mu, permudahkan semua urusannya."

***

Keesokan paginya, kedua gadis itu sampai disekolah, salah satu dari mereka melambaikan tangan menyapa temannya yang sudah menunggu sedari tadi. "Maaf lama,"

PANAROMA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang