29. See You Ultramenku

1.4K 160 8
                                        

Keesokan sorenya, dikost Salma kedatangan umma bersama Nabila yang akan membantunya untuk packing. Semua baju dilemari tengah dimasukkan kedalam koper, hampir semua barang miliknya sudah tertata rapih didalam tas, keadaan kost juga mulai kosong.

"Salma nanti kalo udah disana jangan lupain yang di Bandung lho,"

Gadis itu terkekeh kecil, "Iya enggaklah umma, masa orang baik dilupain," balasnya.

"Abi beneran gak kesini umma?" sahut Nabila sembari tangannya bergerak melipat baju.

"Enggak kak, abi kan lagi ngurusin pindahan." jawabnya lalu menoleh pada Salma, "Maaf ya nak abi gak bisa dateng,"

Salma tersenyum, "Gapapa umma, ada umma sama Nabila aja aku seneng banget." ujarnya, "Ibu bapak juga titip salam katanya makasih udah jagain aku disini," tuturnya.

Umma yang berada didekatnya mengangguk tersenyum, "Sama-sama sayang." balasnya, "Salma udah umma anggep anak sendiri jadi pas tau kamu bakal pulang ke Jogja kayak lagi ngelepas anak gadis umma,"

Salma jadi terharu dan memeluk wanita bergamis biru itu, "Makasih banyak ya umma, Nab," ucapnya menatap bergantian.

"Tapi maaf ya nak, umma gak bisa anter kamu ke stasiun," timpalnya seraya melirik anak bungsunya yang kini anteng menonton kartun diponsel.

Salma bisa mengerti itu, stasiun yang lumayan jauh takut membuat adik Nabila rewel pada saat dijalan. "Gapapa umma, umma bantuin aku aja udah terima kasih banget,"

Umma mengangguk tersenyum sebagai balasan lalu melanjutkan kegiatannya lagi sementara Salma berpindah posisi menjadi disamping Nabila sambil menutup kopernya.

"Sal, temen-temen udah pada dikasih tau?"

"Udah cuma kayaknya gak bakal banyak yang dateng." jawabnya menoleh sekilas.

"Oh iya Sal,"

Salma menatap gadis itu sepenuhnya, "Kenapa Nab?"

"Aku bakal lanjut di Aceh."

"Hah? Serius?"

Nabila mengangguk.

"Ini bukan karena aku pulang kampung kan?"

Perempuan dengan pashmina hitam itu terkekeh, "Ya enggaklah, pede banget!" katanya, "Abi dipindahin tugasnya ke Aceh."

Salma mengangguk, "Kamu udah ngasih tau Paul?" tanyanya pelan.

Terdengar hembusan napas pelan dari Nabila seraya tangannya bergerak seolah menyibukkan diri, "Buat apa? Kita terlanjur asing," balasnya. "Lusa setelah keberangkatan kamu, aku pergi."

"Maaf ya Nab gak bisa anter kamu ke bandara,"

"Gapapa," Nabila tersenyum.

"Janji saling kabarin ya walaupun kita udah beda kota,"

Nabila mengangguk, tubuhnya langsung ditarik lembut kedalam dekapan Salma, mereka saling berpelukan.

"Janji!"

"Sehat-sehat disana ya Nab," Salma mengusap punggungnya, orang baik seperti Nabila takkan pernah ia temukan dua kali dalam hidupnya.

"Kamu juga."

***

"Gue kira kemarin omongan lo bercanda Sal,"

Tepat setelah shalat ashar, Salma tiba distasiun bersama Nabila. Disana keduanya bisa melihat beberapa orang yang datang mengantarnya, rekan-rekan osis termasuk teman sekelasnya Paul, Roni dan Nadin.

PANAROMA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang