One day with Yunda Nertaja

315 16 0
                                        


❀❀
❀❀❀
❀❀

❃.✮:▹Happy reading◃:✮.❃

❀❀
❀❀❀
❀❀




















"Tunggu, Yunda Nertaja." Panggil Saraswati yang mulai kelelahan mengikuti langkah cepat yundanya itu.

  Karena merasa dirinya terpanggil, Dyah Nertaja menghentikan langkah kakinya ia sungguh lupa akan Saraswati yang tengah dirinya gandeng pergelangan tangannya.

Sungguh Dyah Nertaja merasa tidak sabar ingin mengajak Saraswati untuk mengelilingi keaneragaman yang ada di Majapahit.

"M-maafkan Yunda, Rayi." Sesal Dyah Nertaja lekas memutus tautan genggaman diantara mereka berdua.

"Saras tidak apa-apa dan tolong jangan bersedih, Yunda Nertaja." Ujar Saraswati mencoba menghibur Dyah Nertaja.

  Dyah Nertaja menundukkan kepalanya saat melihat warna merah yang membekas dipergelangan tangan rayi manisnya.

Sungguh, bodoh rasanya Dyah Nertaja karena tanpa sengaja ia menyakiti rayinya.

Menghela nafas berat itu yang Saraswati lakukan saat melihat tingkah Yunda angkatnya itu.

Ya, memang cukup nyeri pergelangan tangannya ditarik paksa oleh Yundanya itu sedangkan tubuhnya cukup lemah untuk anak berusia 10 tahunan.

Hanya adaa satu cara yang dapat menaikan mood Yunda angkatnya itu.

Mau tidak mau Saraswati harus menggunakan cara pamungkasnya hadeuh sungguh memalukan apalagi ini masih di lingkungan istana banyak prajurit dan dayang yang hilir mudik melakukan pekerjaan mereka.

"Yunda Nertaja~" Panggil Saraswati dengan nada suara yang mendayu dia memanggil nama Dyah Nertaja.

"Lihatlah, Saras sungguh baik-baik saja. Jadi, Saras mohon Yunda jangan bersedih lagi ya? sakit rasanya hati Saras melihat Yunda menyalahkan diri." Sambung Saraswati

   Perlahan Saraswati mendekati Dyah Nertaja dengan sedikit effort Saraswati menjinjitkan kakinya akan bisa sejajar dengan tinggi Yundanya itu.

Cup

Satu kecupan manis berhasil mendarat di pipi mulus Dyah Nertaja. Ya, itulah cara yang paling ampuh Saraswati lakukan untuk mengembalikan mood orang tapi bukan sembarangan orang mendapatkan kecupan manis darinya.

'SangHyang Widhi. . . Apakah hamba-Mu tengah bermimpi? Tapi kenapa terasa nyata?' batin Dyah Nertaja ngeblank sesaat mendapatkan serangan manis dari Saraswati.

Cup

  Lagi dan lagi Saraswati mendaratkan kecupan manis di pipi Dyah Nertaja sekalian menyadarkan Yundanya yang tengah melamun sebenarnya Saraswati ingin sekali tertawa saat melihat reaksi kakak angkatnya ini.

"Yunda, sampai kapan anda melamun seperti itu?"

"A ah,... E eumn . . . S sebaiknya kita lekas bergegas ke keputren rayi a ada sesuatu yang ingin Yunda berikan kepadamu." Dyah Nertaja menjawab pertanyaan Saraswati dengan gelagapan.

Sungguh dia amat salah tingkah waktu mendapatkan perlakuan manis dari adik angkatnya itu. Jantungnya makin berdetak kencang saat melihat senyum Saraswati yang amat meneduhkan relung hatinya itu.

Lalu mereka berdua pun berjalan beriringan menuju keputren tempat tinggal para keturunan wanita Majapahit.

Tak terasa mereka telah tiba di dalam kamar yang Dyah Nertaja tempati terlihat amat sangat rapi dan Saraswati dapat mencium semerbak aroma bunga yang menenangkan.

𝕰𝖓𝖎𝖌𝖒𝖆  [𝚃𝚊𝚖𝚊𝚝]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang