Resmi Menjadi Anggota Kerajaan

360 14 2
                                        


❀❀
❀❀❀
❀❀

❃.✮:▹Happy reading◃:✮.❃

❀❀
❀❀❀
❀❀


Selama diperjalanan menuju aula perjamuan baik Hayam wuruk maupun Saraswati memilih diam di dalam keheningan pagi yang indah ini.

Para prajurit dan dayang yang tengah bertugas menundukkan kepalanya hormat kepada sang pemimpin negeri kelahiran mereka.

Dibenak mereka semua cukup penasaran akan sosok gadis muda yang tengah digandeng sama raja mereka. Karena semenjak kejadian perang bubat beberapa bulan yang lalu cukup membuat raja mereka terpuruk karena harus kehilangan sebagian belahan jiwanya yang membuat raja mereka tenggelam dalam lautan duka.

Apakah kedatangan sosok gadis muda ini pertanda anugerah dari SangHyang widhi untuk seluruh penghuni tanah Majapahit? Ntahlah. . . Namun, mereka semua berharap semoga kedatangan gadis muda ini dapat mengobati luka batin raja mereka.

Saraswati tipe orang yang peka akan sekitar oleh sebab itu dia dapat merasakan pandangan semua prajurit dan dayang yang tengah berjaga ditiap jalan yang dia lalui.

'Apakah, ada yang salah dengan penampilan gue? Kok ngeliatnya sampai kayak begitu dah -_-?' batin Saraswati yang keheranan.

"Raka prabu"

"Dalem, rayi Saras?"

"Eumn. . . Tidak jadi, raka."

Hayam wuruk mengangkat sebelah alisnya keheranan akan kelakuan rayi nya ini.

"Ada apa rayi? Katakan saja yang ingin kau katakan, kepadaku. Jangan merasa sungkan."

"Apakah, ada yang salah dengan penampilan Saras, raka?" Bisik lirih Saraswati

Ah sepertinya rayi barunya ini tengah dilanda kegugupan karena menjadi pusat perhatian seluruh prajurit dan dayang yang mereka lewati.

"Tidak ada yang salah dengan penampilanmu rayi. Mereka semua terpukau akan kecantikan mu itu." Hibur Hayam wuruk agar bisa meredakan kegugupan rayinya. "Atau kau mau ku perintahkan semua para prajurit dan dayang ini berlutut, rayi?" Sambung hayam wuruk.

"A ah tidak perlu raka kasihan mereka semua kalau diperintahkan untuk berlutut sedangkan Saras yakin mereka dari pagi buta sudah bekerja keras dengan tugas masing-masing." Tanggap cepat Saraswati yang gelagapan saat mendengar perkataan Hayam Wuruk.

Dalam hati Hayam Wuruk kagum akan sifat rendah hati rayinya yang memikirkan perasaan orang lain tanpa memandang kasta.

"Baiklah kalau begitu. Mari rayi kita lanjutkan perjalanan ini pasti semua anggota kerajaan sudah menunggu kehadiran kita." Ajak Hayam Wuruk agar mereka berdua lekas bergegas ke aula perjamuan.

Saraswati menganggukan kepalanya patuh dan mengiyakan perkataan raka prabunya itu.

10 menit kemudian mereka berdua telah tiba di aula perjamuan yang telah terisi dengan wajah wajah orang penting di istana Majapahit.

Saraswati menelan susah payah ludahnya saat melihat wajah anggota kerajaan yang terasa asing dipandangannya. Tanpa Saraswati sadari dia mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Hayam Wuruk dan Saraswati pun mulai memundurkan tubuhnya ke belakang tubuh tegap Hayam Wuruk guna menyembunyikan dirinya dari pandangan semua anggota kerajaan yang menatap insten dirinya.

𝕰𝖓𝖎𝖌𝖒𝖆  [𝚃𝚊𝚖𝚊𝚝]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang