Museum Trowulan Majapahit

162 10 3
                                        


❀❀
❀❀❀
❀❀

❃.✮:▹Happy reading◃:✮.❃

❀❀
❀❀❀
❀❀

"Sorry yeh, Ras. Gue kagak bisa nemenin lo pergi ke wisata peninggalan Majapahit." Sesal Kemuning.

"Santai saja, kemuning. Lagipula kau kan mau ada pertemuan sama calon suami lo~" Goda Saraswati.

Blush

Wajah kemuning langsung memerah mendengar godaan dari Saraswati.

"M mana ada seperti, Ras!"

Tertawa pelan akan reaksi Kemuning yang salah tingkah akan ucapannya.

"Yaudah kalau gitu gue berangkat dulu ya, kemuning. Titip salam juga buat calon suami kau ntu wkwkw" Ledek Saraswati.

"SARAS!!" Teriak Kemuning kesal akan ledekan sahabat ogebnya itu.

"Hahahahaha~~" Tawa renyah Saraswati lekas cepat-cepat pergi dari dalam kamarnya sebelum jadi korban amukan Kemuning.

Ya begitulah suasana pagi yang dirasakan oleh pasangan Baskara dan Ayana.

Kedua pasutri itu sudah lama tak mendengerkan suara pertengkaran kedua putrinya ya dikarena kedua putrinya itu lebih memilik merantau di kota jogja daripada meneruskan usaha mereka di kota Mojokerto.

"Pa, Ma, Saras berangkat dulu ya. Maafkan Saras tidak bisa ngikut acara pertemuan nanti."

"Tidak apa-apa nak kami berdua mengerti jadi tidak usah merasa sungkan seperti itu," Ujar Ayana menenangkan putri angkatnya itu.

"Ehehehe... Mama emang yang terbaik!" Jawab Saraswati sambil mengecup pipi Ayana.

"Oh, jadi begitu ya, Ras? Cuma mama yang dipuji-puji?" Celetus Baskara pura-pura cemberut akan kelakuan putri angkatnya itu.

"Papa juga terbaik kedua setelah Mama ehe:D" Ujar Saraswati.

"Saras berangkat Mah, Pah!!" Pamit Saraswati lekas pergi menuju ke garasi mengambil motor sport kesayangannya.

"Hati-hati dijalan ya, nak!"

"Siap, ma!"

Ayana dan Baskara tertawa pelan akan kelakuan putri angkatnya itu. Walaupun sudah masuk umur kepala dua tingkahnya masih diluar nalar.

"Ma, si Saras udah berangkat?" Tanya kemuning yang baru saja turun dari lantai dua.

"Masih ngambil motornya digarasi, sayang. Emang ada apa, nak?"

"Eumn... T t tidak apa-apa kuk, ma."

"Jangan khawatir, Nak. Saraswati pasti baik-baik saja."

"Benar yang dikatakan oleh mamamu, kemuning. Saudarimu itu pasti baik-baik saja. Lekaslah duduk dan sarapan selepas itu kita berangkat bertemu keluarga Rajasa untuk membahas pernikahanmu nanti,nak."

"Baiklah, Pah." Dengan patuh Kemuning menuruti perintah Baskoro untuk lekas sarapan.

Dan keluarga Baskoro pun memulai acara sarapan dengan hikmat hanya terdengar suara dentingan alat makan saja.

𝕰𝖓𝖎𝖌𝖒𝖆  [𝚃𝚊𝚖𝚊𝚝]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang