Kisah ini adalah karya fiksi yang terinspirasi oleh peristiwa sejarah nama, karakter, dan lokasi yang disebutkan dalam cerita adalah hasil imajinasi penulis dan tidak dimaksudkan untuk merepresentasikan individu atau kejadian nyata. Jadi diharapkan reader-san enjoy untuk membaca karya fiksi ini.
❀
❀❀
❀❀❀
❀❀
❀
❃.✮:▹Happy reading◃:✮.❃
❀
❀❀
❀❀❀
❀❀
❀
Suasana malam di langit Majapahit cukup indah bukan dan bintang menghiasinya. Istana Majapahit terlihat tampak tenang. Paduka Sori, yang tengah hamil besar, bersiap menjalani masa persalinannya. Semua perhatian tertuju pada bilik kelahiran, sementara Saraswati menjaga dari sisi luar bersama Respati dan Raras.
Namun di luar tembok istana, gelombang pemberontakan telah disulut. Para Bhre yang takut kehilangan kekuasaan bersatu membentuk koalisi rahasia. Mereka membayar prajurit bayaran, lalu menyusupkan telik sandi, dan tidak lupa merancang serangan saat istana dalam kondisi paling lengah: saat dimana calon penerus raja dilahirkan ke dunia.
Selir Rengganis, meski telah telah lama tiada, tapi dia memiliki cukup pengaruh tersisa di kalangan para bangsawan. Sebenarnya tujuan pemberontakan ini juga untuk mengembalikan Raden Aji Rajanatha menjadi penerus sah keraton Majapahit. Bagi mereka penerus tahta hanyalah seorang lelaki tidak dengan perempuan yang hanya sebagai hiasan semata.
---
Malam tepat bulan purnama, suara teriakan dan dentingan senjata mengoyak langit. Pasukan pemberontak berhasil menerobos gerbang barat istana, dipimpin oleh tangan kanan Bhre Pajang: Arya Wresna, seorang ksatria buangan yang mendendam kepada mahapatih Gajah Mada.
Prajurit istana terdesak. Hayam wuruk dan Mahapatih Gajah Mada yang tengah mengatur pertahanan di luar kota tak bisa segera kembali.
Saraswati, Respati dan Raras berada di garis depan.
"Respati dan Raras jangan biarkan mereka mendekati, Paduka Sori!" pekik Saraswati
"Sendiko dawuh, ibunda!"
Dengan begitu ketiganya berusaha menghalau pasukan pemberontak agar tidak mendekati bilik tempat dimana sang penerus dilahirkan.
---
Di tengah-tengah kekacauan yang memuncak, dari balik kabut malam muncul sesosok ksatria berbaju zirah tua, membawa panji bergambar Garuda Majapahit yang terbelah dua.
"Majapahit belum jatuh! Masih ada darah yang tersisa untuk menebus kehormatannya!"
Itulah Raden Sotor, kakak tiri Hayam Wuruk yang selama ini dikira mengasingkan diri. Dengan gagah berani dia memimpin pasukan kecil dari Tumapel yang langsung menerjang sisi timur.
Raden Sotor dan Respati bertarung bahu-membahu, sedangkan Raras melindungi pintu utama kamar persalinan.
Diseluruh penjuru istana hanya ada genangan darah dan mayat para prajurit maupun pemberontak berceceran diatas pelataran istana majapahit. Sudah tak terhitung berapa banyak prajurit yang telah gugur demi membela tanah kelahiran mereka.
Di tengah bunyi dentingan pedang dan panah melesat, terdengar tangisan pertama bayi perempuan dari dalam kamar dengan begitu menandakan telah terlahirnya sang calon penerus sah tahta majapahit dialah Dyah Kusumawardhani yang akan menjadi ratu majapahit di masa yang akan mendatang.
Mendengar suara tangisan bayi yang ntah kenapa mengema di riuhnya peperangan malam ini. Saraswati tersenyum bahagia dia merasakan ada banyak kupu-kupu berterbangan yang mengelitik dadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝕰𝖓𝖎𝖌𝖒𝖆 [𝚃𝚊𝚖𝚊𝚝]
Historical FictionTahu ndak dek? Rasanya terlempar ke zaman nenek moyang? Jangan ya dek~~~ Perjalanan waktu yg dialami oleh seorang gadis yang tengah berlibur di kota kelahirannya yang penuh akan sejarah. Namun, karna rasa penasaran yg tinggi akan mitos yg berenda...
![𝕰𝖓𝖎𝖌𝖒𝖆 [𝚃𝚊𝚖𝚊𝚝]](https://img.wattpad.com/cover/368954316-64-k462211.jpg)