OtW Majapahit

434 20 2
                                        


❀❀
❀❀❀
❀❀

❃.✮:▹Happy reading◃:✮.❃

❀❀
❀❀❀
❀❀

Tak terasa hari telah berganti jadi malam yang sunyi perjalanan yang amat melelahkan telah usai Saraswati, Hayam wuruk dan mahapatih gajahmada lalui.

Mereka bertiga telah tiba dipintu belakang kedaton majapahit atau bisa disebut gapura bajang ratu.

"Mohon ampun, gusti prabu. Hamba meminta izin ingin undur diri terlebih dahulu."

Suara mahapatih gajahmada memecah keheningan malam yang sunyi ini sang patih tidak mau menganggu waktu kedua  junjungan itu.

"Baiklah, silakan paman Mada. Terimakasih untuk hari ini karena paman sudah menemaniku. Dan tolong jagalah kedua anak harimau milik rayi Saraswati itu, paman. Apakah paman bisa melakukannya?" Perintah Hayam wuruk kepada mahapatihnya karena hari telah malam Hayam wuruk tidak tega kalau membiarkan rayi kecilnya tidur bersama dengan kedua bayi harimau itu.

"Sendiko dawuh, gusti prabu. Suatu kehormatan bagi hamba akan perintah yang anda berikan. Sudah tugas dan kewajiban hamba menemani kemana dan kapanpun gusti prabu butuhkan. Kalau begitu selamat malam, gusti prabu dan nyimas Saraswati." Pamit mahapatih gajahmada kepada kedua junjungannya dan ia pun lekas meninggalkan mereka berdua dan kembali ke kediamannya sendiri .

Hayam wuruk menganggukan kepalanya selepas kepergian mahapatihnya itu.

Di posisi Saraswati sendiri dirinya masih terpukau akan keindahan gapura bajang ratu dimasa ini dibanding masanya walaupun sama sama indah namun struktur candi bajang ratu dimasa sekarang terlihat masih utuh.

"Selamat datang di keraton majapahit, rayi Saras. Inilah tempat yang akan menjadi tempat berlindung dirimu hingga dewasa nanti." Ucap hayam wuruk sambil mengelus lembut rambut larasati.

Saraswati lagi dan lagi makin terpukau akan keindahan struktur bangunan yang ada dalam lingkungan istana majapahit ini.

"Raka... Apakah sungguh Saras akan tinggal ditempat seindah ini?"

"Tentu saja, rayi."

Hayam wuruk lekas membawa larasati menuju ke bilik yang akan ditempatin rayi barunya untuk sementara sebelum Saraswati diresmikan menjadi anggota kerajaan majapahit hayam wuruk akan menempatkan rayi barunya ini di istana yang dia tinggalin buat jaga jaga saja Hayam wuruk khawatir siapa tahu ntar ada yang mau menculik adek imutnya ini.

Sembari melihat-lihat jalan yang Saraswati lalui ntah kenapa suasana disekelilingnya terasa familiar padahal ini pertama kalinya dia login di tempat ini.

"Raka prabu"

"Iya, rayi Saras?"

"Dimana semua orang? Kenapa rasanya sangat sepi?"

"Hmn... Ini sudah larut malam rayi tentu saja semua penghuni istana telah kembali untuk beristirahat."

"Owh iya, Saras baru kepikiran ehehehe.."

Hayam wuruk tersenyum kecil mendengar tawa ringan yang keluar dari mulut mungil rayi barunya ini selepas percakapan itu hanya terdengar suara langkah kaki dari hayam wuruk saja.

Saraswati menyenderkan kepalanya ke dada bidang raka barunya ini sekalian modus dikit dikit ehe:D.

"Hoam... Raka prabu, apakah raka mau membantuku untuk memberikan nama buat bayi harimau tadi?" Tanya Saraswati sambil mengucek kedua matanya yang terasa berat.

Hayam wuruk membetulkan posisi tanganya agar rayi barunya merasa nyaman digendongannya.

"Apapun untukmu rayi. Hmn, sepertinya raka punya nama yang cocok untuk mereka berdua bagaimana yang jantan diberi nama Respati artinya gagah atau pantas agar kelak dia menjadi pelindung untukmu dan sementara untuk yang betina diberi nama Raras yang berarti asri, indah, dan cantik seperti dirimu rayi. Bagaimana apakah kau suka dengan kedua nama itu, rayi?"

𝕰𝖓𝖎𝖌𝖒𝖆  [𝚃𝚊𝚖𝚊𝚝]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang