Kisah ini adalah karya fiksi yang terinspirasi oleh peristiwa sejarah nama, karakter, dan lokasi yang disebutkan dalam cerita adalah hasil imajinasi penulis dan tidak dimaksudkan untuk merepresentasikan individu atau kejadian nyata. Jadi diharapkan reader-san enjoy untuk membaca karya fiksi ini.
❀
❀❀
❀❀❀
❀❀
❀
❃.✮:▹Happy reading◃:✮.❃
❀
❀❀
❀❀❀
❀❀
❀
"E eugh... "
Di keheningan malam terdengar suara erangan yang keluar dari mulut seorang pasien yang telah lama koma.
Cahaya remang dari jendela rumah sakit menari di sela tirai, menyorot pelan wajah pucat perempuan muda yang sudah terlalu lama terbaring diam. Suara mesin di samping tempat tidurnya masih berbunyi pelan, menandai detak jantung yang stabil... dan lalu
Matanya mulai terbuka perlahan.
Sejenak, dunia terasa hening kembali. Bau obat-obatan rumah sakit tercium samar menyergap hidungnya, dan suara detak mesin menjadi irama pertama yang ia dengar setelah hening yang panjang.
Namun bukan itu yang paling membuat Saraswati tertegun.
Di hadapannya sekarang selepas pertama kali membuka matanya, Saraswati melihat sosok yang tengah berdiri dihadapannya yang ternyata seorang pria muda,gagah dan tampan. Namun bukan itu yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat.
Mata pria itu... seolah menyimpan kerinduan yang mendalam akan sesuatu yang telah lama terpendam setelah beribu tahun berlalu.
"Selamat datang kembali... Dinda Saraswati." Suaranya dalam, tenang, tapi ada gemetar halus di ujung nada.
Saraswati mengerjap. Lamat-lamat, ingatannya tentang masa lalu—tentang istana, peperangan, dan cinta yang kandas di ujung takdir—menguar dari dalam dadanya.
"Ka—kau..." bisiknya. "Raka Prabu...?"
Pria itu mengangguk pelan, seolah tahu ia tak perlu menjelaskan apa-apa. Ia menggenggam tangan Saraswati yang lemah, hangatnya nyata.
"Ya. Aku kembali. Dan... sekarang aku suamimu."
"Hah?"
Saraswati membeku. Bukan hanya karena nama itu—Hayam Wuruk—yang menggetarkan jiwanya, tapi juga karena kenyataan yang terucap selanjutnya.
"Keluarga kita menikahkan kita... saat kau masih tertidur."
Ia memalingkan wajah, tak sanggup menatapnya lama-lama. Campuran rasa asing, haru, dan kebingungan menyergap dadanya. Tapi jauh di dalam hati, seberkas ketenangan muncul.
Takdir, rupanya belum benar-benar selesai bermain.
Saraswati menarik napas pelan. Dada kirinya terasa sesak, bukan karena alat medis yang masih terpasang, tapi karena perasaan yang tak mampu ia namai. Ia memejamkan mata sebentar, mencoba meraba kenyataan.
Namun yang terasa justru gema dari masa yang jauh... masa saat ia bukan hanya seorang gadis biasa, tapi seorang putri dari sejarah.
"Kau terlalu tertidur," lanjut pria itu, duduk di kursi di samping ranjang, masih menggenggam jemarinya dengan hati-hati. "1 tahun... Tiga bulan. Enam hari dan dengan tega kau membuat suamimu ini menunggu begitu lama tanpa adanya kehangatan darimu, Dinda."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝕰𝖓𝖎𝖌𝖒𝖆 [𝚃𝚊𝚖𝚊𝚝]
Historical FictionTahu ndak dek? Rasanya terlempar ke zaman nenek moyang? Jangan ya dek~~~ Perjalanan waktu yg dialami oleh seorang gadis yang tengah berlibur di kota kelahirannya yang penuh akan sejarah. Namun, karna rasa penasaran yg tinggi akan mitos yg berenda...
![𝕰𝖓𝖎𝖌𝖒𝖆 [𝚃𝚊𝚖𝚊𝚝]](https://img.wattpad.com/cover/368954316-64-k462211.jpg)