Tahu ndak dek? Rasanya terlempar ke zaman nenek moyang?
Jangan ya dek~~~
Perjalanan waktu yg dialami oleh seorang gadis yang tengah berlibur di kota kelahirannya yang penuh akan sejarah.
Namun, karna rasa penasaran yg tinggi akan mitos yg berenda...
Suara erangan terdengar merdu menjadi alarm pagi bagi telinganya Hayam Wuruk.
Mengedipkan matanya dengan lucu Saraswati membuka kelopak matanya.
Cahaya matahari bersinar melewati celah-celah jendela.
Perlahan kedua mutiara yang tersembunyi menampakan keindahannya.
Hayam wuruk menikmati setiap gerak-gerik wanita kesayangannya itu.
Saraswati mengucek pelan matanya guna membiasakan cahaya yang masuk ke retina matanya.
"Jangan mengucek terlalu kasar kedua manik indahmu, rayi."
"E eh... "
"Ada apa, rayi? Kenapa kau terkejut seperti melihat lelembut saja, rayi. Apakah kau lupa akan kehadiran rakamu ini, hmn?"
"A ah... B bukan begitu Raka t tapi... Saras cuma kaget saja... Saras kira semua ini hanyalah mimpi saja."
Hayam Wuruk tersenyum lembut sambil mengelus lembut rambut panjang wanita kesayangannya itu dan dia sedikit mencuri kesempatan mencium bibir ranum rayinya.
Cup
"Apakah dengan ini kau masih menganggap semua ini hanya sebatas mimpi, rayi?"
Blush
Bak kepiting rebus wajah Saraswati memerah sempurna saat mendapatkan kecupan manis dari rakanya itu.
"Raka curang!!!" Teriak Saraswati sambil memukul pelan dada rakanya itu untuk menyembunyikan rasa malu-malu kucing garongnya.
"Ha-ha-ha.... Apakah kau mau lagi, rayi?" Goda Hayam Wuruk yang sukses membuat seluruh wajah Saraswati memerah sempurna.
"Hmph tidak!"
Saraswati pun beranjak dari ranjang kayu yang semalaman dia tidurin bersama Hayam Wuruk.
Hayam Wuruk menahan tawanya saat melihat tingkah merajuk wanita kesayangannya itu.
"Dinda Saras... Pfft... Dia amat menggemaskan."
Wah weyy ciye ciyeee dah manggil sayang-sayangan aja raja satu ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.