❀
❀❀
❀❀❀
❀❀
❀
❃.✮:▹Happy reading◃:✮.❃
❀
❀❀
❀❀❀
❀❀
❀
Terik panas sang batara surya, cukup membuat kepala Saraswati menjadi sedikit pening apalagi ditambah sama kejadian sewaktu di museum tadi makin membuat kepalanya terasa sakit.
Tapi mau bagaimana lagi Saraswati harus tetap melanjutkan perjalanannya menuju candi Bajang Ratu tempat dimana lokasi kejadian dia berpindah zaman dulu.
Mengendarai dengan kecepatan sedang Saraswati memacu motornya keluar dari kawasan museum menuju candi Bajang Ratu.
Tepat di seberang jalan Saraswati dapat melihat kolam Segaran salah satu situs kolam peninggalan kerajaan Majapahit yang menyimpan kisah masa kejayaan kerajaan Majapahit.
Tak ingin semakin membuang waktu Saraswati lekas cepat-cepat melanjutkan perjalanannya menuju candi Bajang Ratu yang masih satu jalur dengan kawasan museum trowulan majapahit.
Cukup dengan waktu tempo 5 menit mengendarai motornya Saraswati tiba di kawasan candi bajang ratu.
Karena posisi candi bajang ratu di tengah pemukiman warga jadi Saraswati memarkirkan motornya di salah satu rumah warga yang letaknya disamping kawasan candi bajang ratu.
Selesai memarkirkan motor Saraswati melangkahkan kakinya menuju loket pintu masuk kawasan candi Bajang Ratu.
Membayar HTM 10.000 ribu Saraswati memasuki kawasan candi Bajang Ratu, ada perasaan rindu akan bangunan candi tersebut.
Langkah demi langkah makin terasa sesak akan rasa rindu tersebut. Kebetulan waktu ini pengunjung kawasan candi Bajang Ratu lagi sepi seperti hanya ada Saraswati seorang ya tidak heran kedatangan dirinya ke sini pun pas sekali bukan hari weekend jadi pengunjung terkesan sepi.
Semakin dekat dengan bangunan candinya Saraswati dapat melihat kemegahan struktur tiap tatanan bata merah. Walaupun, sekarang hanya tersisa bagian gapuranya saja. Tapi, Saraswatimasih dapat merasakan kemegahannya candi Bajang Ratu.
Deg
Ngiiiiiiiiiiingggggggg!!!
"O-ouch.... S sakit...."
Sekilas ada bayangan dua orang dalam ingatannya. Saraswati melihat ada seorang pemuda yang tengah mengendong seorang anak perempuan yang sangat mirip dengan dirinya.
Saraswati memegang kepalanya yang berdenyut semakin membuat dirinya kesakitan. Berjalan dengan tertatih-tatih Saraswati memaksakan langkahnya menuju pendopo yang cukup dekat dengan jangkauannya.
Menyenderkan kepalanya ke salah satu tiang pendopo Saraswati memenjamkan sejenak matanya.
"Kulon nuwun(permisi), Raden ayu."
Mendengar suara seseorang yang tengah memanggil Saraswati cukup dejavu dan lekas-lekas membuka matanya.
Sinar batara surya cukup menyilaukan pandangan Saraswati dirinya mengedipkan matanya beberapa kali untuk memfokuskan penglihatannya Saraswati pada akhirnya bisa melihat sosok seseorang yang memanggilnya.
"Nggih(iya), pak?"
"Ngamputen, raden ayu. Maafkan kehadiran kula(saya) menganggu waktu istirahat panjenengan(anda), raden ayu." Ujar laki-laki parubaya yang sejak tadi memperhatikan Saraswati.
"A-ah tidak, pak! Anda tidak menganggu saja sama sekali."
Laki-laki parubaya tersebut hanya tersenyum.
"Jadi, kalau saya lihat-lihat daritadi seperti panjenengan ini lagi melamun menatap gapura Bajang Ratu."
Saraswati gelagapan saat mendenger perkataan laki laki parubaya yang dia asumsi menjadi juru kunci bangunan candi yang tengah ia kunjungin.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝕰𝖓𝖎𝖌𝖒𝖆 [𝚃𝚊𝚖𝚊𝚝]
Historical FictionTahu ndak dek? Rasanya terlempar ke zaman nenek moyang? Jangan ya dek~~~ Perjalanan waktu yg dialami oleh seorang gadis yang tengah berlibur di kota kelahirannya yang penuh akan sejarah. Namun, karna rasa penasaran yg tinggi akan mitos yg berenda...
![𝕰𝖓𝖎𝖌𝖒𝖆 [𝚃𝚊𝚖𝚊𝚝]](https://img.wattpad.com/cover/368954316-64-k462211.jpg)