Takdir

41 7 0
                                        

Yeoreum senang karena hari ini Sion berangkat ke sekolah. Ia pikir tadinya Sion tidak akan berangkat karena masih sedih. Di luar dugaan, Sion justru bersikap ceria seperti biasanya tanpa memedulikan tatapan sinis dari anak-anak di sekitarnya.

"Yeoreum, apa sepulang sekolah nanti kau mau menemaniku ke suatu tempat?" tanya Sion pada Yeoreum yang duduk di sebelahnya. Saat ini mereka sedang menghabiskan waktu istirahat untuk membaca buku di perpustakaan karena menghindari suasana kantin yang ramai.

"Ya, tentu. Memang kau mau ke mana?" tanya Yeoreum penasaran.

"Rahasia." Sion tertawa melihat ekspresi kesal Yeoreum. "Kau akan tahu nanti."

*****

Yeoreum menatap takjub bangunan setinggi 20 lantai di depannya. Gaya bangunan itu begitu modern dan berkelas. Yeoreum sedikit tahu kalau gedung perusahaan itu bergerak di bidang pengembangan gim. "Jadi, apa gedung ini adalah tujuanmu?"

"Ya, aku ingin ke atap gedung ini." Sion menatap pucuk bangunan di depannya, begitu tinggi. Bagaimana mungkin ada orang yang begitu berani melompat dari atasnya? pikir Sion.

Yeoreum bingung dan bertanya-tanya. "Tapi kita tidak bekerja di sini dan tidak punya kartu identitas, jadi bagaimana cara kita masuk?"

"Memakai jalur orang dalam," jawab Sion sambil tersenyum. Yeoreum terlihat masih tidak paham.

"Ayahku bekerja di sini, dan aku punya ID card. Nanti kau bisa masuk bersamaku," lanjut Sion karena Yeoreum tidak kunjung paham. Sebenarnya ayahnya adalah seorang CEO sekaligus pendiri perusahaan, tapi Sion tidak ingin mengatakannya pada Yeoreum.

"Wah, hebat sekali. Apa ayahmu seorang game developer?" tanya Yeoreum dengan nada antusias.

"Ya, semacam itu. Ayo masuk!" Sion melangkah masuk diikuti oleh Yeoreum. Yeoreum merasa aneh saat para staf atau karyawan banyak yang menyapa Sion.

"Sion, kau juga populer di sini? Semua orang seperti mengenalmu." Langkah Yeoreum terhenti karena menunggu pintu lift terbuka.

"Ya em, bagaimana ya aku menjelaskannya? Saat masih homeschooling, aku sering ke sini untuk belajar soal perusahaan dengan ayahku." Begitu pintu lift terbuka, Sion langsung masuk disusul oleh Yeoreum.

"Homeschooling?" Yeoreum belum pernah mendengar tentang Sion yang pernah menjalani homeschooling.

"Aku dulu sempat sekolah formal, tapi karena suatu masalah, aku memutuskan untuk menjalani homeschooling. Setelah hampir setahun berlalu, aku baru berani untuk menjalani sekolah formal lagi. Sampai akhirnya, takdir membawaku bertemu denganmu. Bagiku ini seperti hadiah," jelas Sion.

"Oh, begitu." Yeoreum tidak tahu harus merespon ucapan Sion seperti apa. Jujur saja ia tersipu malu dengan kalimat terakhir Sion. Yeoreum juga berterima kasih pada Tuhan karena sudah menakdirkan dirinya untuk bertemu dengan Sion. "Aku juga senang bisa mengenalmu seperti ini."

"Aku juga. Ayo!" Pintu lift terbuka dan Sion langsung menggandeng tangan Yeoreum untuk berjalan menaiki anak tangga menuju atap.

Sesampainya di atap gedung, Yeoreum begitu terkesima melihat pemandangan kota dari ketinggian. Ini adalah pertama kali Yeoreum berada di tempat setinggi ini. Yeoreum membenarkan rambutnya yang sedikit berkibaran karena terkena terpaan angin.

All About YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang