Anak Baru

46 7 0
                                        

Jaehee menyeka keringat di keningnya. Gara-gara Riku menyuruhnya untuk mencari tahu tentang masa lalu Sion, Jaehee harus pergi ke sekolah lama Sion dan membolos latihan basket. Tak jauh dari gerbang sekolah, ia melihat sesosok anak yang terlihat sedang mengawasi sekelilingnya dan berjalan terburu-buru. Karena tidak ada siswa lain lagi selain anak itu, Jaehee langsung berlari untuk mendekatinya.

"Hei kau! Tunggu!" Jisung menoleh ke belakang. Ya, anak itu adalah Jisung. Jisung menoleh ke kanan dan kiri yang tidak ada orang.

"Iya, aku memanggilmu." Akhirnya Jaehee berhenti tepat di depan Jisung. "Maaf kalau mengganggu waktumu. Apa kamu mengenal anak ini?" Jaehee mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menunjukkan foto Sion.

Oh Sion? Jisung menatap curiga ke arah Jaehee. "Aku tidak mengenalnya," ucap Jisung setelah beberapa saat berpikir. Jisung berharap semoga tindakannya sudah benar.

"Aku pergi dulu." Setelah dirasa tidak ada lagi yang harus dibicarakan, Jisung pamit pergi. Sebenarnya ia sedang menghindari kejaran dua orang yang selalu saja mengganggunya, namun malah bertemu dengan seorang anak dari sekolahan lain. Jisung menghela nafas lelah saat melihat kehadiran Jongseong dan Sunghoon.

"Oh rupanya kau di sini? Wah! Dengan siapa Jisung kita berbincang?" ucap Jongseong sembari menarik Jisung dengan kasar ke sisinya. Ia dan Sunghoon memandangi Jaehee dengan pandangan menyelidik karena seragam sekolah Jaehee yang berbeda.

"Maaf, apa kalian mengenal anak di foto ini? Kudengar dulu dia sekolah di sini." Jaehee memperlihatkan foto Sion kepada Sunghoon dan Jongseong.

"Anak sialan ini? Tentu saja kita mengenalnya," ucap Sunghoon dengan raut sinis, sedangkan Jaehee tersenyum senang karena ia akan segera mendapat informasi mengenai masa lalu Sion dan memenuhi tugas dari Riku.

*****

Sion dan Yeoreum duduk bersebelahan di tribune untuk melihat Yushi berlatih basket. Mereka memutuskan untuk pulang bersama dan tanpa keberatan menunggu Yushi sampai selesai latihan.

"Go Yushi go Yushi go! Semangat! Yushi fighting!" teriak Sion mencoba memberi semangat untuk Yushi. Yeoreum hanya tersenyum saja melihat tingkah Sion. Ia segera menarik tangan Sion untuk duduk manis saja saat pemuda itu mulai melakukan pikki pikki dance. Tentu saja Yeoreum melakukan itu karena tidak ingin ikut menjadi pusat perhatian.

Yushi yang merasa diperhatikan oleh Sion dan Yeoreum jadi tidak bisa fokus berlatih. Ia kemudian menghampiri keduanya. "Sudah kubilang aku ada sif malam. Jadi nanti aku akan langsung ke kafe. Kalian lebih baik pulang sekarang saja!"

"Bukankah ayahku sudah menyuruhmu berhenti bekerja? Apa kamu tidak lelah setelah berlatih basket, lalu masih harus bekerja?" tanya Sion yang keheranan.

"Masalahnya aku terikat kontrak. Aku tidak bisa berhenti begitu saja." Mata Yushi yang sayu menjelaskan keadaannya akhir-akhir ini. Yeoreum jadi kasian pada Yushi. Apalagi Yushi sampai pernah menangis di awal pertemuan mereka.

"Kenapa tidak bilang dari awal? Kamu bisa meminta bantuan pada ayahku untuk menyelesaikan masalahmu," ucap Sion. Tunggu! Bukankah aku juga bisa minta bantuan pada ayahku? Sion baru kepikiran sekarang.

*****

"Yeoreum, ayo mampir sebentar membeli tteokbokki! Aku akan mentraktirmu karena sudah membantuku membersihkan kelas," ajak Sion.

"Boleh." Yeoreum menyetujuinya. Ia kemudian mengikuti Sion ke sebuah rumah makan kecil dan memilih tempat duduk di samping jendela. Suasana menjadi sepi setelah Sion selesai memesan menu.

All About YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang