Gaeul dan Yeoreum duduk di atas rerumputan sambil menonton Sion dan Yushi bermain bulu tangkis. Awalnya Gaeul begitu semangat untuk menjadi wasit, tapi lama-lama mulutnya lelah dan pertandingan berjalan tanpa wasit karena Yeoreum menolak untuk menjadi wasit.
"Yeoreum, apa kau menyukai Yushi?" Yeoreum kaget saat tiba-tiba Gaeul menanyakan soal Yushi padanya.
"Eh!? Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu?"
"Ayo jawab saja," paksa Gaeul. "Aku hanya ingin tahu. Tenang saja, aku tidak akan membeberkannya pada siapa-siapa, termasuk ibumu," ucap Gaeul sembari memberi gestur tutup mulut.
"Aku dan Yushi hanya berteman biasa. Memangnya kenapa?" Yeoreum sendiri ragu untuk menjawabnya. Kalau ditanya apa dia suka? Tentu saja Yeoreum suka. Sudah dari kelas 10 Yeoreum menyukai Yushi dalam diam, namun ada perasaan rendah diri yang membuat Yeoreum ragu untuk mengakui itu di hadapan orang lain. Yeoreum merasa dirinya tidak pantas untuk Yushi.
"Apa ... kau menyukainya?" Yeoreum bertanya balik. Perasaannya semakin kalut saat melihat Gaeul mengangguk antusias sebagai jawaban. "Kau pasti sangat menyukainya, ya?"
Tiba-tiba perasaan sedih menyelimuti hati Yeoreum. Yeoreum berpikir kalau Yushi memang akan lebih pantas bersama dengan Gaeul dibanding dirinya. Yeoreum mengakui jika Gaeul lebih modis, lebih pemberani, lebih percaya diri, dan lebih di atas dirinya yang biasa-biasa saja.
"Sebenarnya aku dan Yushi pernah pacaran," ungkap Gaeul.
"Apa?! Jadi Yushi mantan pacarmu?" Karena kaget, tanpa sadar nada biacara Yeoreum meninggi sampai bisa didengar Yushi dan Sion. Yushi yang kaget jadi sedikit terhuyung saat mengejar shuttlecock yang menukik tajam ke bawah. Kakinya tersandung dan ia jatuh terjerembap. Dengan cepat Yushi berusaha untuk bisa berdiri lagi meskipun ia jadi sedikit malu. Yeoreum dan Gaeul sudah berjalan menghampirinya karena khawatir dengan keadaannya.
"Yushi, lututmu berdarah." Yeoreum merogoh saku di bajunya untuk mengambil sapu tangan yang tadi sengaja ia bawa karena takut ia akan banyak berkeringat. Dengan sapu tangan itu, Yeoreum membersihkan luka di lutut Yushi dengan hati-hati.
Gaeul dan Sion tentu saja hanya bisa memandang momen itu dengan raut tidak suka.
"Yeoreum, aku bisa melanjutkannya sendiri. Mana, berikan sapu tanganmu." Yeoreum menyerahkan sapu tangannya pada Yushi.
"Apa sangat sakit?" tanya Yeoreum. "Setelah ini kau harus segera mecuci lututmu."
"Tenang saja. Ini hanya luka kecil. Aku akan pergi mencari air." Yushi kemudian pergi mencari air untuk membersihkan lukanya.
"Yushi, tunggu! Aku ikut denganmu!" Gaeul mengejar Yushi. Sekarang hanya tinggal Sion dan Yeoreum saja.
"Mau mencoba bermain denganku?" ajak Sion.
"Boleh, tapi aku tidak terlalu ahli. Kau jangan melakukan smash padaku, ya. Kita bermain santai saja, oke?" Yeoreum memungut raket Yushi yang masih tergeletak di atas rumput.
"Baiklah. Aku akan selalu mengalah untukmu. Tenang saja." Sion bersiap melakukan servis pertamanya yang diarahkan pada Yeoreum.
Awalnya Yeoreum merasa kaku dan banyak melakukan kesalahan, namun lama-lama ia begitu menikmati permainannya dengan Sion. Tak terasa matahari sudah semakin terik dan Yeoreum mengajukan istirahat pada Sion.
"Sebentar ya, aku ambil minum dulu." Sion berlari secepat kilat mengambilkan minuman untuk Yeoreum. Ia bahkan sampai tersandung namun segera bangkit kembali. Yeoreum yang sudah jauh di belakangnya memperingatkannya untuk hati-hati.
"Tenang saja, aku tidak apa-apa!" teriak Sion.
Sampai di titik awal berkumpul, Sion segera mengambil dua botol minuman dari kotak. Di sana ia melihat Gaeul sedang mengobati luka di lutut Yushi.
KAMU SEDANG MEMBACA
All About You
FanfictionKehidupan Kim Yeoreum yang biasa-biasa saja perlahan mulai berwarna sejak kehadiran Oh Sion di hidupnya. Di sisi lain, Yeoreum masih mengharapkan Yushi untuk bisa menjadi bagian dalam hidupnya. Bagi Yeoreum, semua tentang Yushi adalah hal penting ba...
