Deep Talk

49 6 0
                                        

Yushi menjatuhkan tubuhnya begitu saja di kasur. Ia tidak menyangka bahwa selama ini Sion menyimpan banyak rasa sakit. Awalnya, ia pikir kehidupan Sion begitu sempurna karena Sion selalu tampil ceria dan cerewet padanya. Hati Yushi ikut sakit saat melihat Sion menangis seperti tadi meskipun ia bukan saudaranya.

Yushi bangkit dari tempat tidurnya untuk segera mandi. Lima belas menit kemudian, ia sudah rapi dan wangi dengan pakaian kasual. Ia lalu bergegas menuju kamar Sion.

"Sion? Apa aku boleh masuk?" tanya Yushi saat sudah di depan pintu kamar Sion.

"Masuk saja. Tidak dikunci, kok," jawab Sion dari dalam kamar. Yushi kemudian langsung membuka pintunya dan mendapati Sion sedang sibuk dengan ponselnya.

"Ada apa?" Sion menaruh ponselnya di atas nakas dan kini tatapannya terfokus pada sosok Yushi. "Kemarilah!" Sion menepuk ruang kosong di tempat tidurnya agar Yushi ikut bergabung bersamanya.

"Kau baik-baik saja?" tanya Yushi. Ia sudah memposisikan dirinya duduk berhadapan dengan Sion.

"Aku baik," jawab Sion.

"Bohong! Tadi aku melihatmu menangis." Yushi bahkan masih bisa melihat mata sembab Sion.

"Benarkah? Kapan? Kau tidak berniat menceritakan ini pada Yeoreum, kan? Nanti aku bisa malu," ucap Sion sambil memegang kedua bahu Yushi dengan panik.

"Sekarang beri tahu aku, apa ada anak yang menyakitimu di sekolah? Aku tahu kau tidak seperti yang orang-orang pikirkan, tapi beri tahu aku apa yang sebenarnya terjadi." Yushi melepaskan cengkeraman tangan Sion di bahunya dan tidak menghiraukan pertanyaan Sion.

"Kau sangat ingin tahu kisah hidupku, ya?" Saat Yushi serius, Sion malah tertawa dan berusaha menggodanya.

"Baiklah, aku akan menceritakannya." Setelah melihat wajah kesal Yushi, akhirnya Sion memutuskan untuk menceritakan kisah hidunya. Sion bercerita sampai pada kejadian saat Jisung memberikan sebuah surat untuknya. Yushi mendengarkannya dengan sangat serius. Ia sangat emosi di bagian saat Sion bercerita soal dirinya yang dijebak oleh Jongseong dan Sunghoon. Di akhir cerita, Sion juga memperlihatkan surat pemberian Wonbin pada Yushi.

"Jadi tadi kau menangis karena baru tahu alasan Wonbin bunuh diri yang sebenarnya? Harusnya kau lega, bukan? Dia memutuskan mengakhiri hidup bukan karena dirimu. Jadi mulai sekarang, berhentilah selalu merasa bersalah."

"Kau salah! Justru aku semakin merasa bersalah padanya. Bagaimana mungkin aku tidak tahu kalau dia sakit? Sahabat macam apa aku ini? Aku seseorang yang buruk, bukan? Jadi berhentilah berusaha menghiburku, karena semua tidak akan mengubah apa pun! Selamanya aku akan tetap merasa bersalah kecuali Wonbin bisa kembali hidup." Sion berkata sambil meneteskan air mata.

"Maafkan aku. Aku memang tidak bisa mengerti perasaanmu sepenuhnya, tapi aku yakin Wonbin tidak akan menganggapmu sebagai orang jahat. Lihatlah surat ini! Surat ini ditujukan pada sahabat terbaiknya, yaitu dirimu. Selain itu, kau juga harus memikirkan soal paragraf terakhir surat dari Wonbin ini." Yushi menyerahkan kembali surat yang tadi sempat diperlihatkan Sion padanya.

"Dia ingin melihatmu kembali bersinar dan hidup bahagia. Kau mau menangis dan merasa bersalah seumur hidupmu pun, Wonbin tidak akan bisa kembali. Tapi dengan kau menjalani hidup dengan baik, setidaknya itu akan membuat Wonbin bahagia di surga. Dia pasti akan merasa tenang di sana jika melihatmu juga hidup dengan tenang dan bahagia di dunia ini," ucap Yushi panjang lebar.

Sejenak Sion meresapi kata-kata dari Yushi. Ia merasa ucapan Yushi ada benarnya. Hatinya mendadak menjadi sedikit tenang. "Kau benar. Tidak ada gunanya aku menangis." Sion menghapus jejak air mata yang menempel di pipinya dengan tangannya.

All About YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang