Flashback...
"Cepat hapus video menyesatkan itu sekarang! Asal kau tahu, memosting berita tanpa tau kebenarannya bisa dituntut dengan tuduhan pencemaran nama baik," ancam Yushi. Saat ini Yushi sedang berbicara empat mata dengan Leeseo di sudut koridor sekolah yang sepi.
Leeseo langsung ketakutan mendengar perkataan Yushi. Benar juga, ia sebenarnya juga sedikit ragu saat Riku menyuruhnya untuk mengunggah video Sion. "Berikan dulu nomor ponselmu, baru aku akan menghapusnya," ucap Leeseo. Ia tentu tidak mau membuang kesempatan berharga untuk bisa mengetahui nomor telepon Yushi.
Hanya nomor ponsel, itu tidak masalah bagi Yushi. Jika Leeseo iseng meneleponnya, nantinya ia bisa menolak panggilan itu. Yushi merogoh sakunya untuk mengambil ponsel miliknya. Ia lalu memperlihatkan nomor teleponnya untuk dicatat Leeseo karena ia tidak hapal nomornya sendiri. "Ini nomorku. Cepat catat!"
Leeseo dengan semangat langsung mencatat nomor telepon Yushi. "Terima kasih. Video itu akan kuhapus sekarang." Untuk sesaat Leeseo sibuk dengan ponselnya. Yushi menunggu sampai video itu benar-benar hilang.
"Sudah, kan?" tanya Leeseo sambil memperlihatkan layar ponselnya.
"Bagus!"
"Kalau begitu aku pergi dulu. Jika nanti ada pesan masuk, tolong balas pesanku." Leeseo sudah hampir melangkahkan kakinya sebelum Yushi menarik tangannya untuk mencegahnya pergi.
"Tunggu! Aku belum selesai. Sekarang katakan, siapa orang yang menyuruhmu mengunggah video itu?" Yushi melepaskan peganggannya pada tangan Leeseo.
Mendadak Leeseo menjadi sedikit grogi. "Ekhem! Orang itu cukup terkenal seperti dirimu. Tapi kuharap kita bisa foto berdua terlebih dahulu. Setelah itu aku akan mengatakannya."
"Foto?" Yushi berpikir sejenak. Tidak ada salahnya ia memenuhi permintaan Leeseo. Hanya sekadar berfoto, apa masalahnya? Yushi akhirnya setuju dan ia mendapat jawaban dari Leeseo kalau pelakunya adalah Riku.
Flashback end ....
"Oh, jadi seperti itu." Ryo lega mendengar penjelasan Yushi. Sebenarnya diam-diam Ryo menyukai Leeseo. Rumor kalau Leeseo dan Yushi diam-diam berpacaran sedikit membuatnya terkejut. Itulah sebabnya Ryo buru-buru mencari Yushi ke kantin untuk mendapatkan penjelasan yang sebenarnya.
"Kenapa tadi kau panik sekali?" tanya Yushi.
"Tidak apa-apa. Sion, kuharap masalahmu dapat segera selesai, ya. Aku terkejut karena Riku tega melakukan itu, padahal kalian teman sekelas." Sion hanya tersenyum saja untuk menanggapai perkataan Ryo. Jangankan Ryo, dia sendiri saja terkejut.
"Kalau begitu aku pergi dulu." Ryo segera pergi sebelum dirinya diinterogasi oleh Yushi.
Setelah kepergian Ryo, susana menjadi hening sejenak karena semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Yushi, terima kasih sudah peduli padaku. Video itu sudah tidak ada berkat dirimu," ucap Sion memecah keheningan.
"Dia begitu peduli padamu sampai kemarin berkelahi dengan Riku saat latihan basket," ucap Gaeul tanpa sadar dan sedetik kemudian dia begitu menyesali ucapannya. Yushi sekarang menatapnya tajam.
"Benarkah? Yushi, kau kemarin berkelahi?!" Sion masih tidak percaya. Yeoreum juga ikut terkejut.
"Sudahlah, jangan bahas masalah ini." Yushi melanjutkan makan siangnya yang sempat terjeda.
"Teman-teman, bagaimana kalau hari Minggu nanti kita melakukan piknik?" tanya Sion untuk mengalihkan pembicaraan.
"Wah! Sepertinya seru. Aku ingin melihat musim semi yang indah. Bunga-bunga sakura sudah bermekaran sejak beberapa minggu lalu," ucap Gaeul dengan raut gembira.
KAMU SEDANG MEMBACA
All About You
FanfictionKehidupan Kim Yeoreum yang biasa-biasa saja perlahan mulai berwarna sejak kehadiran Oh Sion di hidupnya. Di sisi lain, Yeoreum masih mengharapkan Yushi untuk bisa menjadi bagian dalam hidupnya. Bagi Yeoreum, semua tentang Yushi adalah hal penting ba...
